Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menolak Pengosongan Lahan, Warga Bumi Perkemahan Sibolangit Blokade Jalan

Menolak Pengosongan Lahan, Warga Bumi Perkemahan Sibolangit Blokade Jalan Menolak Pengosongan Lahan, Warga Bumi Perkemahan Sibolangit Blokade Jalan. Liputan6.com ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Arus lalu lintas di Jalan Jamin Ginting lumpuh akibat aksi masyarakat di Kawasan Bumi Perkemahan Sibolangit, Deli Serdang yang menolak pengosongan lahan.

Unjuk rasa ini diwarnai dengan melakukan membakar ban bekas di tengah jalan yang menghubungkan Kota Medan dengan Kabupaten Karo. Akibatnya, para pengguna jalan yang hendak melintas dari Medan menuju Kabupaten Karo dan sebaliknya tidak bisa melintas.

"Sekitar pukul 10, tepatnya di depan Bumi Perkemahan Sibolangit, terjadi unjuk rasa, dan saat ini antara pihak pemerintah dengan masyarakat sedang bernegosiasi, namun saat ini akses jalan terputus," terang Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny W Siregar dilansir dari Liputan6 (9/11).

Upaya Kembalikan Fungsi Lahan

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumut, Mahfullah Daulay menegaskan, bahwa penertiban bangunan yang berdiri di Bumi Perkemahan Sibolangit ini tidak bisa dihentikan. Mengingat upaya ini untuk mengembalikan fungsi lahan menjadi tempat pembinaan Pramuka.

menolak pengosongan lahan warga bumi perkemahan sibolangit blokade jalan

Instagram.com/medantau.id ©2022 Merdeka.com

Setelah memberikan surat peringatan pertama (SP1) perihal pengosongan lahan tidak dipatuhi dengan baik. Setelah itu, Satpol PP bersama Tim Terpadu yang melibatkan TNI dan Polri memberikan surat peringatan kedua (SP2) kepada penggarap yang menetap di lahan tersebut. Masih tidak mengindahkan peringatan tersebut, terbitlah surat peringatan ketiga (SP3) untuk dilakukan pembongkaran paksa.

"Tidak ada pembongkaran yang tidak disosialisasikan dan diberitahu, SP1 sudah diberikan, masyarakat sudah mengetahui, dan dari surat tersebut juga dibolehkan membongkar secara pribadi," tambah Mahfullah.

Diduga Ada Provokator

Pada saat pemberian surat peringatan pertama (SP1), Mahfullah menduga ada pihak yang melakukan provokator kepada masyarakat di Kawasan Bumi Perkemahan Sibolangit agar menolak pengosongan lahan tersebut.

Mayoritas masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut merupakan penggarap, bukan pemilik villa. Bahkan masyarakat juga menggarap lahan itu untuk pertanian.

"Kasihan Masyarakat, dimobilisasi untuk kepentingan kelompok tertentu, yang pasti penghalangan tersebut akan mengakibatkan benturan masyarakat dengan Satpol PP," pungkas Mahfullah.

Pihak Kwarda Pramuka Sumut telah melaporkan pihak-pihak yang menduduki lahan tersebut kepada Polda Sumut dan sudah masuk ke tahap penyelidikan.

Akses Jalan Berangsur Normal

Pasca aksi unjuk rasa pengosongan lahan di Kawasan Bumi Perkemahan Sibolangit, terlihat salah satu ruas jalan sudah tidak ada penumpukan kendaraan. 

Sebelumnya aksi unjuk rasa ini diwarnai dengan pembakaran ban dan blokade jalan tersebut yang menyebabkan arus lalu lintas lumpuh.

Melansir dari akun sosial media Instagram @medantau.id, terdapat potongan video bahwa arus lalu lintas di sekitar terjadinya unjuk rasa sudah mulai normal kembali.

      View this post on Instagram

A post shared by medantau.id (@medantau.id)

(mdk/adj)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP