Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Sejarah Dirham, Mata Uang Tertua yang Pernah jadi Alat Tukar Kerajaan Samudra Pasai

<b>Mengenal Sejarah Dirham, Mata Uang Tertua yang Pernah jadi Alat Tukar Kerajaan Samudra Pasai</b><br>

Mengenal Sejarah Dirham, Mata Uang Tertua yang Pernah jadi Alat Tukar Kerajaan Samudra Pasai

Mata uang emas ini sudah menjadi mata uang sejak zaman Kerajaan Samudra Pasai dan menjadi Dirham tertua yang pernah ada di Nusantara.

Kerajaan Samudra Pasai merupakan salah satu kerajaan yang berada di wilayah Aceh. Secara geografis, kerajaan ini tepat berada di pesisir Utara Sumatra atau di sekitaran wilayah Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

Konon menurut para peneliti, Kerajaan Samudra Pasai ini sudah berdiri sejak tahun 1267 oleh Meurah Silu yang bergelar Sultan Malik as-Saleh. Kerajaan ini memiliki peristiwa sejarah yang cukup panjang, hal ini dibuktikan dengan beberapa penemuan makam-makam raja pada tahun 710 masehi.

Selain makam raja, jejak peninggalan lainnya yang diduga berasal dari Kerajaan Samudra Pasai adalah Deureuham atau disebut Dirham. Mungkin, bagi sebagian orang mengetahui bahwa Dirham merupakan mata uang negara Arab. Tetapi, Dirham sudah digunakan menjadi alat tukar pada saat itu.

Simak rangkaian sejarah Dirham sebagai alat tukar di zaman Kerajaan Samudra Pasai yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.

Mulainya Transaksi Niaga

Di Kepulauan Sumatra proses perniagaan sudah terjadi ratusan tahun lalu. Seluruh alat tukar dalam transaksi pada saat itu masih menggunakan mata uang asing seperti Dolar Spanyol dan Ringgit Meriam.

Sejak abad ke-13, sudah terjalin hubungan perdagangan antara China, India dan Kerajaan Samudra Pasai. Mereka datang untuk berdagang menggunakan kapal-kapal dan menggunakan mata uang perak bernama Ketun.

Kemudian, orang-orang dari negara Portugis pun menciptakan mata uang ringgit bergambar tiang yang disebut dengan Ringgit Spanyol. Namun, orang-orang Aceh biasa menyebut mata uang tersebut dengan nama Ringgit Meriam.

Selain itu, tak sedikit kerajaan-kerajaan pada masa itu turut mengeluarkan jenis-jenis mata uang sendiri yang nantinya digunakan menjadi alat tukar dalam perdagangan.

Mata Uang Dirham

Mengutip buku "Deureuham Aceh, Mata Uang Emas Tertua di Nusantara" karya Sudirman (2018), mata uang Deureuham atau Dirham adalah mata uang emas pertama dan dinobatkan sebagai Dirham tertua.

Mata uang ini resmi diterbitkan pada masa pemerintahan Muhammad Mallik Al-Zahir (1297-1326). Mata uang ini juga sempat ditiru oleh Kerajaan Banda Aceh pada zaman Sultan Alaudin Riayatsyah Al-Kahar.

Mata uang Dirham ini terbuat dari logam emas dengan bentuk kecil, tipis, bulat, dan memiliki garis tengah 1 cm. Beratnya pun tidak lebih dari 9 gram dan kandungan emasnya sebesar 18 karat. Terdapat tulisan-tulisan Arab dengan tekstur timbul di setiap sisinya.

Berubah dari Masa ke Masa

Mata uang Dirham dari masa ke masa terdapat beberapa kali perubahan, mulai dari kadar emas yang dikurangi hingga motif dan corak yang tersemat di setiap sisi Dirham.

Tak hanya Samudra Pasai, Kerajaan Aceh saat itu juga mengeluarkan alat tukar yang serupa. Akan tetapi, perubahan-perubahan tersebut tidak mempengaruhi nilai tukarnya.

Proses pembuatan Dirham pun harus melewati serangkaian yang panjang. Dimulai dari tambang emas, kemudian dilebur di Teumpeun atau bengkel dengan menggunakan tungku dari tanah liat. Kemudian, barulah Dirham itu dicetak sesuai dengan nilainya.

Dulu Ditarik dengan Tenaga Kuda, Ini Sejarah Jalur Kereta Api Solo-Boyolali

Dulu Ditarik dengan Tenaga Kuda, Ini Sejarah Jalur Kereta Api Solo-Boyolali

Kini peninggalan jalur kereta api bersejarah itu hampir hilang tanpa jejak

Baca Selengkapnya
Sejarah Kebun Teh Kemuning, Sisa Kejayaan Mangkunegaran di Lereng Gunung Lawu

Sejarah Kebun Teh Kemuning, Sisa Kejayaan Mangkunegaran di Lereng Gunung Lawu

Kebun teh ini telah berganti kepemilikan berkali-kali seiring zaman.

Baca Selengkapnya
Puluhan Sumur Zaman Majapahit Ditemukan, Diyakini sebagai Tempat Jebakan Kuda

Puluhan Sumur Zaman Majapahit Ditemukan, Diyakini sebagai Tempat Jebakan Kuda

Seorang warga pengrajin batu bata di Mojokerto, Jawa Timur tidak sengaja menemukan puluhan sumur saat mencangkul tanah.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
HUT TNI ke-78: Sejarah TNI, Beserta Tugas Pokok dan Fungsinya

HUT TNI ke-78: Sejarah TNI, Beserta Tugas Pokok dan Fungsinya

TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara. Namun bagaimana sejarah terbentuknya hingga tetap diandalkan sampai saat ini?

Baca Selengkapnya
Melihat Peradaban Jalur Kuno yang Terendam Waduk Gajah Mungkur, Dulunya Rute Gerilya Jenderal Soedirman

Melihat Peradaban Jalur Kuno yang Terendam Waduk Gajah Mungkur, Dulunya Rute Gerilya Jenderal Soedirman

Jalur kuno itu telah terendam puluhan tahun. Di pinggirnya, masih tampak sisa-sisa bangunan dan jejak peninggalan lainnya.

Baca Selengkapnya
Sejarah Desa Legetang di Dieng, Hilang dan Lenyap dalam Semalam

Sejarah Desa Legetang di Dieng, Hilang dan Lenyap dalam Semalam

Hilangnya Desa Legetang menjadi cerita rakyat yang menarik untuk disimak.

Baca Selengkapnya
Dilantik Jadi Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto Jadi Kasad Tersingkat Sepanjang Sejarah

Dilantik Jadi Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto Jadi Kasad Tersingkat Sepanjang Sejarah

Gantikan Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto tercatat sebagai Kasad terpendek sepanjang sejarah.

Baca Selengkapnya
Sejarah Kelam Pasar Tanah Abang, Wujud Impian Pejabat Kaya VOC

Sejarah Kelam Pasar Tanah Abang, Wujud Impian Pejabat Kaya VOC

Pada Desember tahun 1996 sempat terjadi bentrok antar preman di Pasar Tanah Abang hingga merenggut korban jiwa.

Baca Selengkapnya