Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Gaslighting dalam Hubungan, Kenali Tanda-tandanya

Mengenal Gaslighting dalam Hubungan, Kenali Tanda-tandanya ilustrasi pasangan bertengkar karena uang. © kiplinger.com

Merdeka.com - Menjalin hubungan dengan seseorang merupakan hal yang lumrah, dan seringnya membuat seseorang bahagia. Namun dalam menjalin sebuah hubungan pun tak akan terlepas dari persoalan yang menguras emosi.

Salah satu persoalan yang jarang disadari antar pasangan dalam sebuah pasangan adalah gaslighting. Gaslighting biasanya terjadi secara bertahap dalam suatu hubungan; pada kenyataannya, tindakan pasangan yang kasar mungkin tampak tidak berbahaya pada awalnya.

Namun, seiring waktu, pola-pola kasar ini berlanjut dan seorang korban dapat menjadi bingung, cemas, terisolasi, dan tertekan, dan mereka dapat kehilangan semua rasa tentang apa yang sebenarnya terjadi. Berikut selengkapnya tentang gaslighting dalam hubungan beserta tanda-tandanya:

Apa itu Gaslighting

Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis berkelanjutan yang menyebabkan korban mempertanyakan atau meragukan kewarasan, penilaian, dan ingatan mereka.

Biasanya, gaslighter (orang yang melakukan gaslighting) berusaha untuk mendapatkan kekuasaan dan kendali atas orang lain, dengan mendistorsi kenyataan dan memaksa mereka untuk mempertanyakan penilaian dan intuisi mereka sendiri.

Istilah "gaslighting" berasal dari drama Angel Street tahun 1938, yang kemudian diadaptasi oleh Alfred Hitchock menjadi film Gaslight, di mana seorang pria mencoba meyakinkan istrinya bahwa istrinya menjadi gila sehingga dia bisa mencuri darinya. 

Ketika dia menyalakan lampu di loteng untuk mencari koleksi perhiasannya, dan lampu gas redup di lantai bawah, dia mengatakan padanya bahwa itu semua dalam imajinasinya. Perlahan-lahan dia mulai mempertanyakan ingatan dan persepsinya sendiri.

Gaslighting biasanya terjadi dalam hubungan yang kasar seperti ini, dan terkait erat dengan jenis pelecehan emosional dan fisik lainnya. Meski gaslighting paling umum dalam hubungan romantis, namun hal tersebut sebenarnya juga dapat terjadi dalam hubungan keluarga atau tempat kerja.

Tanda-Tanda Gaslighting

Berikut beberapa tanda gaslighting yang bisa Anda kenali dalam hubungan Anda:

  1. Berbohong atau menyangkal sesuatu dan menolak untuk mengakui kebohongan bahkan ketika Anda menunjukkan buktinya
  2. Bersikeras bahwa suatu peristiwa atau perilaku yang Anda saksikan tidak pernah terjadi dan bahwa Anda salah mengingatnya
  3. Menyebarkan desas-desus dan gosip tentang Anda, atau memberi tahu Anda bahwa orang lain menggosipkan Anda
  4. Mengubah topik pembicaraan atau menolak untuk mendengarkan ketika dihadapkan pada kebohongan atau perilaku gaslighting lainnya
  5. Memberitahu bahwa Anda bereaksi berlebihan
  6. Pergeseran kesalahan dalam hubungan, mengatakan bahwa jika Anda bertindak berbeda, mereka tidak akan memperlakukan Anda seperti ini, jadi itu benar-benar salah Anda
  7. Mencoba merapikan segalanya dengan kata-kata cinta yang tidak sesuai dengan tindakan mereka
  8. Memutar cerita untuk meminimalkan perilaku kasar mereka
  9. Meminimalkan perilaku atau kata-kata mereka yang menyakitkan dengan mengatakan sesuatu seperti, “Itu hanya lelucon” atau “Kamu terlalu sensitif”
  10. Memisahkan Anda dari teman dan keluarga yang mungkin mengenali gejala adanya gaslighting.

Contoh Gaslighting dalam Hubungan

Penggunaan "Cinta" sebagai Pertahanan

Jika seseorang berkata, "Kamu tahu aku hanya melakukannya karena aku mencintaimu," atau, "Percayalah, ini yang terbaik," ketika melakukan sesuatu yang Anda anggap kasar, mengendalikan, atau salah, mereka mungkin sedang memarahi Anda. 

Gaslighter akan menggunakan cinta sebagai pembelaan atas tindakan mereka dan jika Anda menolak mereka akan berkata bahwa Anda tidak memiliki perasaan cinta yang sama seperti mereka.

Tuduhan Paranoia

Salah satu taktik pemantik gas yang paling umum adalah menuduh korban mereka paranoia atau berhalusinasi. Ini sering terjadi ketika pasangan romantis selingkuh. 

Gaslighter akan mengalihkan masalah ke pasangan mereka alih-alih bertanggung jawab atas perilaku buruk mereka sendiri. Mereka akan mengatakan hal-hal seperti, "Kamu benar-benar berpikir aku akan menipu kamu? Kamu hanya merasa tidak aman," atau, "Mengapa kamu begitu paranoid? Kamu tahu aku tidak akan pernah melakukan itu." 

Gaslighter akan menuduh korban terlalu sensitif dan cemburu dengan harapan mereka tidak lagi mempercayai insting atau pengamatan mereka.

Kritik atau Penghinaan Terus-menerus

Seorang gaslighter akan menggunakan pelecehan verbal untuk membuat korbannya jatuh dalam upaya untuk membuat mereka terjebak dalam hubungan. 

Mereka akan terus-menerus menghina atau berkomentar seperti, "Kamu tahu kamu tidak akan pernah mendapatkan orang yang lebih baik dariku,".

Mereka ingin membuat Anda percaya bahwa Anda tidak dapat dicintai atau tidak berguna tanpa mereka dan karena itu harus tetap menjalin hubungan. Penghinaan lain, seperti menyebut Anda "dramatis", "histeris", "tidak tahu berterima kasih", atau "gila" dimaksudkan untuk membuat Anda mempertanyakan kewarasan.

(mdk/amd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP