Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Ceumpala Kuneng, Satwa Kesayangan Sultan Iskandar Muda yang Terancam Punah

Mengenal Ceumpala Kuneng, Satwa Kesayangan Sultan Iskandar Muda yang Terancam Punah Ceumpala Kuneng, Satwa Kesayangan Sultan Iskandar Muda yang Terancam Punah. indonesia.go.id ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Pulau Sumatra mempunyai keanekaragaman hayati yang banyak. Tak dipungkiri jika banyak sekali flora maupun fauna yang hanya bisa dijumpai di pulau ini.

Di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) terdapat satu fauna yang unik bernama Kucica Ekor Kuning atau biasa dikenal dengan Ceumpala Kuneng.

Satwa ini termasuk dalam spesies burung dengan nama ilmiah Trichixos pyrropygus biasa hidup di kawasan hutan yang cenderung lembap dan rimbun, seperti hutan rawa.

Burung ini identik dengan nada kicaunya yang panjang, berbunyi merdu, nada tunggal dan ganda. Tak heran jika satwa yang eksotis ini sangat digemari oleh masyarakat.

Satwa Peliharaan Sultan

ceumpala kuneng satwa kesayangan sultan iskandar muda yang terancam punah

alamendah.org ©2023 Merdeka.com

Selain mempunyai suara kicauan yang merdu, rupanya Ceumpala Kuneng dulunya merupakan satwa peliharaan Sultan Iskandar Muda yang memimpin Kesultanan Aceh pada abad ke-17.

Melansir dari indonesia.go.id, Ceumpala Kuneng sering disebutkan dalam cerita-cerita rakyat di Aceh. Bermula dari cerita rakyat, Ceumpala Kuneng menjadi terkenal dan ditetapkan sebagai fauna identitas dari Aceh.

Mirip Burung Murai Batu

Ciri-ciri dari Ceumpala Kuneng atau Kucica Ekor Kuning ini di antaranya alis putih di bagian atas matanya. Paruhnya berwarna hitam serta terlihat ramping namun runcing. Pada bagian dada, punggung, dan pangkal ekornya terdapat corak berwarna kuning kemarahan.

Kemudian pada ujung ekor terdapat warna hitam dengan pinggir putih. Apabila Ceumpala Kuning betina dibedakan dari warna dasarnya yang terlihat lebih coklat dan tidak memiliki alis putih.

Banyak yang mengira burung ini mirip dengan Murai Batu. Hanya saja perbedaan yang mencolok terletak pada bulu ekor yang berwarna oranye kekuningan.

Bukan Burung Endemik Aceh

ceumpala kuneng satwa kesayangan sultan iskandar muda yang terancam punah

alamendah.org ©2023 Merdeka.com

Ceumpala Kuneng ternyata bukan satwa endemik dari Aceh. Ia tidak memiliki subspesies ataupun ras.

Wilayah persebarannya mayoritas berada di Asia Tenggara yaitu Thailand Selatan, Barat Semenanjung Malaysia, Sumatra, Kalimantan, dan Brunei Darussalam.

Sudah Terancam Punah

Mirisnya, burung yang cantik ini sudah termasuk dalam satwa yang terancam punah. Di TNGL, populasinya saja terus menurun karena maraknya perburuan ilegal. Sebab, burung ini memiliki nilai yang cukup tinggi apabila di jual.

Pada tahun 2012, Lembaga BirdLife International menyatakan jika Ceumpala Kuneng sudah termasuk dalam daftar burung yang terancam punah.

Untuk mencegah perburuan liar, Pemprov Aceh maupun Pemkab Aceh Selatan telah menerbitkan peraturan daerah tentang larangan melakukan perburuan dan perdagangan burung Ceumpala Kuning pada tahun 2013.

(mdk/adj)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP