Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Apa itu Pedofil Beserta Ciri-Cirinya

Mengenal Apa itu Pedofil Beserta Ciri-Cirinya pelaku pedofilia. ©2017 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sebagai orang tua yang baik, kita harus bisa melindungi anak dari bahaya yang mengancam di dunia liar. Bahaya tersebut tidak hanya muncul sebagai penyakit yang ditularkan orang lain, namun juga bahaya yang diakibatkan oleh kejahatan orang dewasa.

Kejahatan yang dilakukan bisa beragam, seperti penculikan, pemerasan atas dasar uang, atau bisa juga pencabulan anak. Kejahatan tersebut apabila luput dari pengawasan orang tua, bisa menyebabkan luka fisik dan trauma bagi anak, terutama pencabulan anak.

Pencabulan pada anak seringkali terjadi namun jarang diketahui. Hal ini disebabkan karena anak mungkin tidak sadar dengan tindakan pelaku, atau pelaku mengancam akan melukai anak apabila anak mencoba untuk melapor.

Kejahatan tersebut biasa dilakukan oleh orang dengan dengan kondisi pedofilia. Namun apakah pedofilia itu? Bagaimana cara mengenalinya? Berikut merangkum apa itu pedofilia beserta ciri-cirinya:

Apa Itu Pedofilia?

Secara medis, pedofilia adalah suatu parafilia di mana orang dewasa atau remaja yang telah mulai dewasa (orang yang berusia 17 tahun atau lebih tua) memiliki hasrat dan pemenuhan seksual pada anak pra puber (berusia 16 tahun atau bahkan lebih muda).

Istilah pedofilia berasal dari bahasa Yunani paedophilia yang dibagi menjadi kata pais yang berarti anak-anak dan philia yang bermakna cinta yang bersahabat atau persahabatan. Jika pedofilia merujuk pada perilaku, maka sebutan pedofil merujuk pada pelakunya.

Ada kriteria khusus dalam dunia psikiatri untuk menggolongkan seseorang mengidap pedofilia. Biasanya dorongan, perilaku, atau fantasi seksual tentang anak-anak tersebut telah terjadi selama minimal 6 bulan berturut-turut dan menimbulkan tekanan apabila tidak dipenuhi.

Adapun pedofilia memiliki beberapa kategori sebagai berikut:

1. Infantophilia, atau nepiophilia, digunakan untuk merujuk pada preferensi seksual untuk bayi dan balita (biasanya umur 0-3).

2. Pedofilia digunakan untuk individu dengan minat seksual utama pada anak-anak prapuber yang berusia 13 atau lebih muda.

3. Hebephilia didefinisikan sebagai individu dengan minat seksual utama pada anak prapubertas yang berusia 11 hingga 14 tahun.

Hingga detik ini, belum bisa dipastikan apa penyebab dari pedofilia. Meski begitu, ada beberapa faktor yang diperkirakan bisa menjadi pendorongan munculnya pedofilia. Faktor-faktor tersebut antara lain:

- Disfungsi di dalam keluarga

- Tidak mendapatkan dukungan sosial di masa kecil

- Adanya kelainan biologis

- Adanya riwayat pelecehan seksual pada masa kanak-kanak

- Adanya riwayat cedera kepala saat masa kanak-kanak

- Adanya kelainan pada otak/neurobiologis

Ciri-Ciri Pedofil

Pedofilia sebenarnya tidak berbahaya asalkan orang yang mengidapnya tidak melakukan tindakan untuk memenuhi hasratnya. Namun jika sudah berani mengambil tindakan, maka hal tersebut sudah dikategorikan sebagai tindak kriminal.

Sebagai tindakan pencegahan, para orang tua perlu mengetahui ciri-ciri seorang pedofil. Dengan begitu, tindakan pedofil bisa dikenali dan anak akan terhindar dari kemungkinan kejahatan seksual oleh orang dewasa.

Adapun ciri-ciri seorang pedofil adalah sebagai berikut.

- Populer di kalangan anak-anak dan orang dewasa

- Terlihat terhormat dan dapat dipercaya

- Lebih senang ditemani oleh anak-anak, khususnya anak laki-laki dan perempuan pra remaja.

- Punya banyak tempat untuk menyendiri dengan anak-anak

- Mayoritas pedofil adalah laki-laki, maskulin, punya latar belakang pendidikan yang baik, tampak religius, dan berusia tiga puluhan.

- Seorang pedofil biasanya pernah menjadi korban dari beberapa bentuk pelecehan seksual masa kanak-kanak.

- Kerap memanjakan anak-anak dengan video game, hadiah, bahkan uang

- Mempunyai reputasi yang baik di masyarakat

- Mendekati anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang

- Seringkali menjalin hubungan atau menikahi wanita yang mempunyai anak seusia dengan korban pilihannya.

- Jarang memaksa anak untuk melakukan kontak seksual. Kontak fisik dilakukan secara bertahap, mulai dari menyentuh, mengangkat, berpegangan pada pangkuan, hingga berciuman.

Penanganan untuk Pedofil

Penanganan terhadap perilaku pedofilia biasanya dilakukan agar pelaku pedofilia lebih mampu dalam menguasai perasaannya dan hasrat seksualnya terhadap anak-anak. Sehingga para pedofil tidak serta merta meneruskan hasratnya menjadi tindakan seksual.

Berikut adalah jenis-jenis perawatan yang bisa dilakukan untuk menangani pasien dengan pedofilia, antara lain:

1. Terapi perilaku kognitif

Terapi ini merupakan salah satu bentuk terapi bicara yang dilakukan untuk memodifikasi pikiran dan perasaan seorang pedofil terhadap anak-anak. Terapi ini dilakukan dengan cara meningkatkan rasa simpati pedofil terhadap anak-anak yang merupakan korban kekerasan seksual.

Melalui terapi ini, pelaku pedofilia akan belajar untuk tidak melakukan hal yang sama seperti pelaku kekerasan seksual terhadap anak lainnya. Selain itu, pelaku pedofilia juga akan dilatih untuk mengantisipasi situasi yang berpotensi meningkatkan risiko pelecehan seksual terhadap anak.

2. Obat-obatan

Selain psikoterapi, psikiater juga akan meresepkan obat-obatan, seperti medroxyprogesterone acetate dan leuprolide acetate. Pengobatan ini dilakukan untuk menekan produksi hormon testosteron, sehingga gairah seksual pelaku pedofilia bisa menurun.

Meski kebanyakan perbuatan pedofil mengerikan dan sulit untuk diterima, perlu diingat juga bahwa ada juga pedofil yang frustasi dengan kondisi yang ia alami. Beberapa sadar jika hal ini salah, tetapi merasa kesulitan untuk menahannya.

Maka dari itu, bila ada seseorang yang Anda kenal merupakan seorang pedofil atau mungkin Anda sendiri merasa terganggu karena mengalami ketertarikan terhadap anak-anak, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater guna mendapatkan penanganan yang tepat.

(mdk/amd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP