Mengenal Apa itu Fortifikasi Pangan, Beserta Manfaat dan Risikonya

Jumat, 11 Juni 2021 09:01 Reporter : Ani Mardatila
Mengenal Apa itu Fortifikasi Pangan, Beserta Manfaat dan Risikonya Ilustrasi gandum. ©Shutterstock/Elena Schweitzer

Merdeka.com - Di seluruh dunia, lebih dari 2 miliar orang mengalami defisiensi mikronutrien karena mereka tidak mendapatkan cukup vitamin dan mineral esensial setiap hari.

Di Indonesia sendiri masih memiliki tiga beban masalah gizi (triple burden) yaitu stunting, wasting dan obesitas. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa 25,7% remaja usia 13-15 tahun dan 26,9% remaja usia 16-18 tahun dengan status gizi pendek dan sangat pendek.

Kondisi Covid-19 semakin memperparah keadaan ini karena terhambatnya akses dan distribusi pangan ke seluruh pelosok.

Makanan yang difortifikasi menjadi salah satu jalan keluar selama ini. Makanan fortifikasi diperkenalkan pada 1930-an dan 1940-an. Mereka dimaksudkan untuk membantu meningkatkan asupan vitamin dan mineral dengan makanan yang sudah dimakan orang dewasa dan anak-anak, seperti biji-bijian dan susu.

Apa itu sebenarnya fortifikasi pangan? Berikut merdeka.com merangkum selengkapnya beserta manfaatnya:

Baca Selanjutnya: Apa itu Fortifikasi Pangan?...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini