Kunjungi Medan, Nadiem Makarim Dibikin Kagum dengan Sekolah Ini
Merdeka.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim melakukan kunjungan kerja ke Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut) pada Senin (25/10).
Dalam kunjungannya itu, Nadiem menghadiri Rapat Koordinasi bersama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution, membahas capaian vaksinasi Covid-19 pada pelajar di Kota Medan dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di kota tersebut.
Saat ini, para guru di bawah wewenang Dinas Pendidikan Kota Medan yakni TK/PAUD, SD dan SMP sudah sebanyak 86% yang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Sementara, dari 105.000 lebih pelajar di Kota Medan, 80% di antaranya telah mendapatkan suntikan vaksin.
Selain melakukan rapat koordinasi dengan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Nadiem juga melakukan kunjungan ke beberapa sekolah di Kota Medan untuk meninjau jalannya PTM terbatas.
Saat melakukan kunjungan ke sekolah Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda pada Selasa (26/10), Nadiem mengaku dibuat kagum dengan keberagaman yang ada di sekolah tersebut.
Punya Tempat Ibadah Berbagai Agama

Instagram/@bobbynst ©2021 Merdeka.com
Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda memiliki rumah ibadah dari berbagai agama. Sekolah ini ternyata dibangun oleh anggota DPR RI, Sofyan Tan.
Di sekolah tersebut, terdapat tempat ibadah berupa pura, masjid, kuil dan gereja. Hal ini sempat membuat Nadiem terkejut sekaligus kagum.
"Saya terkejut melihat tempat ibadah, pura, masjid, kuil, gereja dalam satu lokasi. Saya belum pernah melihat itu, baru pertama kali di sini," kata Nadiem.
Nadiem bahkan menyempatkan diri untuk mengunjungi satu persatu rumah ibadah yang ada di sekolah tersebut. Ia berharap, hal ini bisa dijadikan contoh untuk sekolah-sekolah yang lain.
Berdiri Sejak 1997
Dalam kesempatan itu, pendiri Yayasan Pendidikan Sultan Iskandar Muda, Sofyan Tan, bercerita bahwa sekolah tersebut berdiri pada sejak 1997 lalu. "Sekolah ini berdiri 25 Agustus 1997, mulai beroperasi 1998," katanya.Awalnya, sekolah tersebut hanya memiliki 11 ruangan. Namun kini sekolah tersebut telah berkembang dan memiliki 101 ruangan. Di mana jumlah siswanya kini mencapai 3.456 orang. "Jumlah siswanya dulu 171, saat ini sudah 3.456. Guru dari 150 orang menjadi 205. Sedangkan jumlah anak asuh di awal 17 orang, saat ini sudah 5.380," tambahnya.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya