Dijuluki si Peluru dari Medan, Ini Kisah di Balik PO Medan Jaya yang Melegenda

Terkenal dengan perjalanan yang cepat sampai tujuan, kisah di balik berdirinya PO Medan Jaya ini tak lepas dari sosok Kim Tarigan.

Adrian  Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Dijuluki si Peluru dari Medan, Ini Kisah di Balik PO Medan Jaya yang Melegenda
PO Medan Jaya, perusahaan bus dengan waktu tempuh perjalanan yang cepat. (© 2023 merdeka.com)

Medan Jaya merupakan salah satu perusahaan bus legendaris yang ikut menjadi bagian sejarah perkembangan moda transportasi lintas Sumatra bahkan hingga Pulau Jawa.

Terkenal dengan perjalanan yang cepat sampai tujuan, kisah di balik berdirinya PO Medan Jaya ini tak lepas dari sosok Kim Tarigan.

Penasaran dengan kisah sejarah PO Medan Jaya ini? Simak rangkumannya yang dihimpun dari kanal Youtube Mr Hendi berikut ini.

Perusahaan Otobus (PO) Medan Jaya berdiri pada tahun 1988.

Perusahaan ini didirikan secara mandiri oleh Kim Tarigan, adik dari Kamcan Tarigan, pendiri PO Liberty yang sukses membuka rute hingga Pulau Jawa.

Alih-alih menjalankan bisnis PO Liberty, Kim Tarigan memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut lalu mendirikan PO sendiri yang bernama PO Medan Jaya yang kita kenal sekarang ini.

Kim Tarigan langsung membeli dua perusahaan bus yaitu Jasa dan Jaya yang kemudian merger menjadi PO Medan Jaya. Dalam merintis perusahaan ini, PO Medan Jaya mengoperasikan 8 armada bus Mercedes-Benz untuk tujuan Medan-Jakarta.

PO Bus Medan Jaya terkenal dengan waktu tempuh perjalanan yang cukup cepat.

Alasan utama cepatnya waktu perjalanan PO Medan Jaya adalah karena terbatasnya armada yang digunakan. Sehingga mereka menetapkan setiap armada untuk menempuh waktu perjalanan maksimal 48 jam dari Medan ke Jakarta dan sebaliknya.

Bukan soal ugal-ugalan di jalanan, dengan memangkas waktu jarak tempuh merupakan dari efesiensi waktu yang tidak lepas dari pelayanan yang memadai bagi penumpang.

<b>Semakin Berjaya</b>
© 2023 merdeka.com

Dua tahun usai didirikan, PO Medan Jaya menambah armada sebanyak 8 unit bus Mercedes-Benz baru.

Pencapaian ini tak terlepas dari pelayanan dan efisiensi waktu yang baik yang membuat mereka berhasil berkembang.

PO Medan Jaya juga mengeluarkan bus PATAS Ekonomi Non AC dengan seat 2-1 dan juga seat 1-1-1 Non AC. Dari seluruh kelas bus PO Medan Jaya, bus PATAS Ekonomi Non AC seat 2-1 yang menjadi andalannya.

Banyak penumpang yang memilih kelas bus tersebut untuk melakukan perjalanan ke Jakarta.

Pada 2001, pendiri perusahaan ini, Kim Tarigan mengembuskan napas terakhir. Perusahaan ini kini dipegang oleh anaknya yaitu Lubuk Menarasinta Tarigan.

Lubuk merupakan generasi kedua penerus PO Medan Jaya sampai sekarang ini. Ia melanjutkan perusahaan dengan penuh sejarah dalam moda transportasi darat di Sumatera, khususnya di Medan.

Rekomendasi