Ketahui Waktu untuk Sholat Dhuha yang Tepat, Ini Bacaan Niat dan Doa Setelah Sholat
Merdeka.com - Mengetahui waktu untuk sholat yang tepat menjadi bagian penting dalam melaksanakan ibadah. Sebab setiap ibadah sholat memiliki aturannya masing-masing. Menaati aturan waktu sholat menjadi penentu dan pertimbangan apakah ibadah diterima atau tidak.
Salah satu sholat sunnah yang biasa dilakukan sehari-hari yakni sholat dhuha. Waktu untuk sholat dhuha dijelaskan di dalam sebuah hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim; “Sholatu al-‟awwabin hina tarmudhu alfishal” (Waktu mengerjakan sholat „awwan (dhuha) adalah ketika hari panas).BACA JUGA: Waktu Sholat Dhuha Yang Sesuai Hadis Juga Niat Dan Doanya
Imam Muslim meriwayatkan dari Zaid bin Arqam bahwa ia berkata: “Rasulullah SAW keluar menuju penduduk Quba‟ ketika mereka akan mengerjakan sholat. Lalu beliau berkata: “Sholat „awwabin ketika hari mulai panas”. Imam al-Nawawi di dalam kitab al-Majmu berkata: “Waktunya ketika matahari meninggi (condong).”
Lalu jam berapa tepatnya waktu untuk sholat dhuha yang paling baik? Berikut merdeka.com merangkumnya:
Niat Sholat Dhuha
Mengucapkan niat sholat dhuha sebelum takbirotul ihram hukumnya sunnah menurut madzhab Syafi’i dan Hambali. Fungsi dari mengucap niat sholat dhuha sendiri adalah untuk mengingatkan hati sehingga lebih mantap dan khusyu’ dalam menjalankan sholatnya.
Sedangkan menurut madzhab Maliki dan Hanafi, mengucap niat sholat dhuha sebelum mengangkat tangan dan takbirotul ihram tidak disyariatkan, kecuali bagi orang yang was-was (ragu-ragu dengan niatnya) seperti yang dilansir dari laman Fimela.
Kedua madzhab tersebut menyebutkan bahwa niat sholat dhuha cukup dilafalkan di dalam hati saja. Karena mengucap niat sholat dhuha adalah khilaful aula (menyalahi keutamaan) dan bid'ah (tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam).
Terlepas dari perbedaan tersebut, bacaan niat sholat dhuha pada umumnya adalah:
usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala.”
Waktu untuk Sholat Dhuha
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, waktu untuk sholat dhuha berlangsung beberapa jam, dimulai sejak matahari terbit (naik) hingga condong ke barat. Waktu sholat dhuha terbagi menjadi dua bagian:
1. Awal Waktu untuk Sholat Dhuha
Untuk awal waktu sholat dhuha ini dimulai 20 menit setelah Matahari terbit. Ini sesuai dengan keterangan hadis yang diriwayatkan oleh ‘Amr bin ‘Abasah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kerjakanlah sholat subuh kemudian tinggalkanlah sholat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud (menyembah Matahari).” (HR. Muslim)
2. Akhir Waktu untuk Sholat Dhuha
Akhir waktu sholat dhuha ini adalah 15 menit sebelum masuk waktu sholat dzuhur.
Namun waktu terbaik atau utama mengerjakan sholat dhuha adalah di waktu yang akhir atau seperempat siang, yaitu dalam keadaan yang semakin panas. Itu sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam.
Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan sholat dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa sholat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sholat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’.” (HR. Muslim)
Tata Cara Salat Dhuha 2 Rakaat
©2020 Merdeka.com
Untuk tata cara salat duha 2 rakaat adalah sebagai berikut:- Niat salat duha
- Takbirotul Ihram
- Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
- Membaca Surah Al-Fatihah
- Membaca Surah Ad-Duha
- Ruku’ dengan tuma’ninah
- I’tidal dengan tuma’ninah
- Sujud dengan tuma’ninah
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
10. Sujud kedua dengan tuma’ninah
11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
12. Membaca Surah Al-Fatihah
13. Membaca Surah As-Syams
14. Ruku’ dengan tuma’ninah
15. I’tidal dengan tuma’ninah
16. Sujud dengan tuma’ninah
17. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
18. Sujud kedua dengan tuma’ninah
19. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
20. Salam
21. Membaca doa salat duha
Demikianlah tata cara salat duha 2 rakaat. Setelah selesai mengerjakan salat dhuha dianjurkan untuk banyak berdoa.
Tata Cara Salat Dhuha 4 RakaatBagaimana tata cara salat duha 4 rakaat? Tata cara mengerjakan salat duha 4 rakaat sebenarnya sama dengan yang 2 rakaat. Salat duha dikerjakan dua rakaat salam, setelah itu dua rakaat salam. Begitu juga dengan salat duha 8 rakaat dan seterusnya.
Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha
©Shutterstock
اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal 'ismata 'ismatuka.
اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.
Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.
Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah.
Apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.
Keutamaan Salat Duha Yang Perlu Diketahui
1. Merupakan Pesan Rasulullah
“Salat duha adalah wasiat khusus dari Nabi kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berkata, "Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, salat duha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan salat witir.” (Muttafaqun ‘Alaih. Al-Bukhari no. 1981. Muslim no. 721)
2. Dibangunkan Sebuah Rumah di SurgaMereka yang rajin mengerjakan salat duha maka akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini sesuai dengan isi hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: “ Barang siapa yang salat duha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami’ No. 634)
3. Berpahala Seperti Orang Pergi Haji dan UmrohKeutamaan salat duha yang sebelumnya telah didahului salat subuh berjamaah dan dzikir hingga terbit Matahari adalah seperti mendapat pahala seperti orang pergi haji dan umroh.
Diriwayatkan Anas bin Malik ra, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: " Barangsiapa melaksanakan salat subuh berjama’ah kemudian ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga terbit Matahari, lalu ia mengerjakan salat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahalanya haji dan umroh.” (HR. Tirmidzi No. 586)
4. Termasuk Salat AwwabinDiantara keutamaan salat duha yang lain adalah termasuk dalam salat awwabin, yaitu salatnya orang-orang yang taat. Rutin mengerjakan salat duha menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang yang taat.
Abu Hurairah ra meriwayatkan hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “ Tidaklah seseorang menjaga salat sunnah duha melainkan ia adalah awwab (orang yang kembali taat). Salat duha ini adalah salat awwabin." (HR. Ibnu Khuzaimah)
5. Dicukupkan RezekiDalam hadits qudsi, Allah akan mencukupkan rezeki hamba-hamba-Nya yang mengerjakan salat duha secara rutin.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad).
Sungguh luar biasa keutamaan salat duha jika dilakukan secara rutin. Ini semua menunjukkan bahwa salat duha sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
(mdk/amd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

