9 Gejala Bronkitis yang Perlu Dikenali dan Cara Mudah Pencegahannya
Merdeka.com - Bronkitis merupakan salah satu penyakit yang cukup berbahaya bagi tubuh. Bukan tanpa alasan, penyakit ini secara langsung menyerang tubuh bagian paru-paru yang berfungsi dalam sistem pernapasan. Penyakit ini sering kali ditandai dengan gejala batuk berkepanjangan, yang terus menerus dan tidak kunjung sembuh.
Bahkan batuk yang biasanya dialami oleh penderita bronkitis menghasilkan lendir dengan warna kuning keabu-abuan hingga kehijauan. Hal ini bisa terjadi karena bronkus atau pipa tabung pernapasan yang bertugas membawa oksigen ke paru-paru kiri dan kanan terjadi infeksi dan peradangan. Akibatnya dinding bronkus memproduksi banyak lendir untuk menangkap bakteri atau virus penyebab infeksi.
Dalam kondisi tersebut, tubuh secara langsung bereaksi dengan batuk untuk mengeluarkan kelebihan lendir di dalam bronkus. Inilah yang menjadi penyebab mengapa penderita bronkitis mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh. Jika Anda mengalami kondisi batuk seperti ini, Anda tidak boleh menganggap remeh sebab ini bisa menjadi salah satu gejala bronkitis.
Untuk itu, Anda perlu mengenal beberapa gejala bronkitis yang bisa muncul. Dilansir dari Liputan6.com, berikut beberapa gejala bronkitis yang perlu Anda ketahui serta cara mudah pencegahannya, Senin (30/3/2020).
Mengenal tentang Bronkitis
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bronkitis merupakan penyakit yang muncul akibat adanya infeksi pada area bronkus di paru-paru. Infkesi ini kemudian menyebabkan iritasi atau peradangan pada bronkus atau pipa tabung pernapasan yang menghubungkan ke paru-paru kanan dan kiri.
Infeksi tersebut akan membuat pipa tabung perpanasan atau bronkus memproduksi lebih banyak lendir untuk menangkap bakteri dan virus penyebab infeksi. Virus ini akan dengan mudah menular dari satu orang ke orang lain. Terutama ketika seseorang terkena batuk atau bersin dari penderita bronkitis. Virus yang terdapat pada percikan droplet tersebut dapat masuk ke tubuh orang di sekitar dan menginfeksi.
Selain virus dan bakteri, bronkitis juga bisa disebabkan oleh polusi udara yang bisa menginfeksi saluran pernapasan. Seperti kabut asap, asap rokok, asap rumah tangga, butiran debu, tekstil atau serat kain, ammonia, asam kuat, dan klorin. Rokok bisa dikatakan sebagai penyebab utama penyakit bronkitis kronis. Bukan hanya menyerang perorok aktif, penyakit ini juga dapat mengancam perokok pasif yang sering terpapar asap rokok.
Tiap isapan rokok berpotensi merusak bulu-bulu kecil di dalam paru-paru yang disebut rambut silia. Rambut silia ini berfungsi untuk menghalau dan menyapu keluar debu, iritasi, dan lendir yang berlebihan. Setelah beberapa lama, kandungan rokok bisa menyebabkan kerusakan permanen pada silia dan lapisan dinding bronkus.
Saat ini sedang terjadi, kotoran jadi tidak bisa dikeluarkan dan dibuang dengan normal. Lendir dan kotoran yang menumpuk di dalam paru-paru membaut sistem pernapasan menjadi lebih rentan terserang infeksi.
Gejala Bronkitis

medicalnewstoday.com
Pada dasarnya, seorang penderita bronkitis akan mengalami gejala utama berupa batuk secara terus menerus dan tidak kunjung sembuh. Gejala batuk ini biasanya disertai dengan produksi lendir berwarna kuning keabu-abuan hingga kehijauan. Di samping itu, gejala penyakit bronkitis lain yang muncul adalah sebagai berikut :
Jika sudah timbul beberapa gejala tersebut, termasuk sesak napas dan batuk berdarah, Anda lebih baik segera periksa ke dokter untuk bisa mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Sebelum gejala-gejala tersebut semakin mengarah ke kondisi yang lebih buruk.
Cara Pencegahan

Pixabay
Pada dasarnya risiko penyakit bronkitis bisa diminimalisir dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pertama, rajin mencuci tangan bisa menjadi cara mudah yang pertama agar terhindar dari risiko penyakit bronkitis. Tangan yang bersih akan menghindarkan tubuh dari bakteri, kuman atau virus yang bisa masuk secara langsung ketika menyentuh hidung, mulut, atau mata. Bukan hanya itu, cara ini juga mengurangi risiko menempelnya kuman. bakteri dan virus pada makanan yang kita makan dengan menggunakan tangan.
Cara yang kedua dengan rajin menggunakan masker ketika bepergian, baik dengan kendaraan motor maupun dengan angkutan umum. Hal ini bisa menghindarkan polusi asap kendaraan yang langsung masuk ke dalam tubuh tanpa penyaringan. Bukan hanya itu, pemakaian masker ini juga sebaiknya dilakukan bagi orang-orang yang bekerja di pabrik atau di tempat yang banyak terdapat bahan iritan seperti serat kain atau asap.
Ketiga dengan menghentikan kebiasaan merokok. Seperti kita tahu bahwa merokok merupakan penyebab paling utama pada bronkitis kronis. Asap dan bahan kimia yang terdapat pada rokok akan semakin memperparah bronkitis jika tidak segera dihentikan. Bahkan bagi perokok pasif yang sering terpapar, akan lebih baik menghindari area-area yang banyak mendapatkan paparan asap rokok. Hal ini untuk menghindari risiko terjadinya penyakit bronkitis akibat asap rokok pasif.
(mdk/ayi)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya