Cara Mengatasi Kecanduan Kafein, Ini Gejalanya yang Jarang Disadari
Merdeka.com - Kafein adalah stimulan yang umum ditemukan dalam minuman bersoda, kopi, teh, minuman berenergi, dan banyak lainnya. Jika digunakan dengan bijak, kafein adalah alat yang dapat membantu untuk siaga dan berkonsentrasi.
Kafein adalah zat putih pahit yang ditemukan secara alami di lebih dari 60 tanaman, termasuk biji kopi, daun teh, dan buah kakao yang digunakan untuk membuat cokelat. Food and Drug Administration (FDA) AS menganggap kafein sebagai aditif makanan dan obat.
Kafein akan meningkatkan energi Anda dan mengurangi kelelahan. Menggunakannya secara tidak bertanggung jawab akan menyebabkan seseorang kecanduan dan ketergantungan kafein.
Berikut selengkapnya Merdeka.com merangkum cara mengatasi kecanduan kafein yang ampuh dicoba:
Apa itu Kecanduan Kafein
Kecanduan kafein terjadi ketika seseorang telah mengonsumsi kafein secara teratur. Kebanyakan orang yang rutin mengonsumsi minuman berkafein setidaknya sudah familiar dengan beberapa gejala ini.
Jika mereka melewatkan kopi pagi, kemungkinan mereka mulai merasakan beberapa efek tidak menyenangkan hanya beberapa jam kemudian. Efek tersebut dapat berkisar dari yang cukup ringan hingga yang lebih parah, tergantung pada asupan kafein reguler harian.
Sakit kepala mungkin merupakan satu-satunya tanda kecanduan kafein yang paling umum. Iritabilitas dan kelelahan juga sering terjadi. Gejala negatif ini kemudian mengarahkan orang untuk minum minuman berkafein untuk mencari kelegaan.
Gejala Kecanduan Kafein
Penelitian telah menunjukkan bahwa ini adalah beberapa gejala paling umum kecanduan kafein. Berikut di antaranya:
Sakit kepala
Gejala kecanduan kafein yang khas adalah sakit kepala. Menurut DSM-5, sakit kepala bisa datang secara bertahap, disertai dengan berdenyut, dan parah.
Sakit kepala akibat kecanduan kafein mungkin tampak mirip dengan migrain, dan banyak gejala ketergantungan kafein lainnya serupa dengan yang dialami selama migrain.
Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan bagaimana keduanya berhubungan.
Mual dan muntah
Mual dan sakit perut adalah gejala kecanduan kafein yang jauh lebih umum daripada muntah, tetapi keduanya dikenali sebagai gejala yang mungkin terjadi.
Suasana Hati Negatif
Kecanduan kafein menyebabkan berbagai keadaan suasana hati negatif (kadang-kadang disebut sebagai disforia ) mulai dari perasaan tertekan hingga perasaan cemas atau mudah tersinggung. Ingatlah bahwa perasaan ini biasanya bersifat sementara dan harus berlalu begitu kecanduan berakhir.
Kabut Mental
Kabut mental adalah ketika otak tidak bekerja seefisien saat Anda mengonsumsi kafein. Tes laboratorium menunjukkan bahwa ini lebih dari sekadar perasaan; dalam satu penelitian, kecanduan kafein ditemukan terkait dengan kewaspadaan mental yang lebih rendah dan kinerja yang lebih buruk pada waktu reaksi dan tugas memori.
Kabut mental adalah efek rebound dari efek stimulasi dan peningkatan kinerja kafein. Minum lebih banyak kafein hanya akan melanggengkan siklus.
Pusing
Rasa pusing adalah gejala kecanduan kafein yang umum. Mengurangi secara bertahap daripada tiba-tiba akan membantu, tetapi jangan memaksakan diri.
Cobalah untuk mengambil hal-hal sedikit lebih mudah saat Anda mengurangi kafein, dan duduk atau berbaring jika Anda merasa perlu.
Gejala kecanduan biasanya mulai dalam 12 hingga 24 jam setelah dosis terakhir, dan seluruh proses penarikan dapat berlangsung antara dua dan sembilan hari.
Berapa banyak kafein yang terlalu banyak?
Food and Drug Administration mengatakan orang dewasa yang sehat tidak boleh mengonsumsi lebih dari 400 miligram kafein per hari, yang setara dengan empat atau lima cangkir kopi.
Tetapi American Medical Association Council on Scientific Affairs merekomendasikan tidak lebih dari 250 miligram (atau sekitar tiga cangkir kopi) per hari.
Jika Anda sedang hamil, Anda harus lebih berhati-hati dengan kafein. Organisasi Kehamilan Amerika merekomendasikan membatasi asupan kafein hingga 200 miligram sehari (termasuk makanan dengan kafein). Dan anak-anak dan remaja harus menjauhi kafein dan stimulan lainnya sepenuhnya.
Cara Mengatasi Kecanduan Kafein
Sebuah studi tentang konsumsi kafein telah menemukan bahwa orang yang sangat bergantung pada kafein belum menemukan banyak pilihan pengobatan yang tersedia bagi mereka secara profesional.
Langkah pertama adalah berbicara dengan dokter tentang mengurangi ketergantungan kafein. Anda juga dapat mencoba langkah-langkah ini untuk menurunkan ketergantungan pada kafein:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya