Candi Sipamutung, Bukti Peninggalan Kerajaan Bandar Panai di Padang Lawas
Merdeka.com - Hampir setiap daerah di Sumatra Utara mempunyai kisah sejarahnya masing-masing. Hal ini tidak lepas dari bukti-bukti peninggalan masa lampau yang menandai pengaruh budaya dari luar bumi Nusantara.
Peninggalan ini biasanya berupa candi, arca, prasasti, dan bahkan kumpulan tulisan-tulisan.
Salah satu peninggalan sejarah di Sumatra Utara kali ini yaitu Cani Sipamutung yang berada di Desa Siparau, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas. Ya, candi ini dikelilingi oleh rangkaian perbukitan dipinggir Sungai Barumun yang membelah dataran Padang Lawas.
Simak peninggalan-peninggalan yang ada di Candi Sipamutung, Padang Lawas dirangkum dari beberapa sumber.
Satu-Satunya Candi yang Didirikan Umat Buddha

kebudayaan.kemdikbud.go.id ©2022 Merdeka.com
Melansir dari direktoripariwisata.id, Candi Sipamutung merupakan satu-satunya candi yang didirikan Umat Buddha dan paling megah di antara candi yang tersebar di Kabupaten Padang Lawas.
Meskipun di Padang Lawas cenderung banyaknya peninggalan dari Umat Hindu, Candi Sipamutung ini begitu jelas ciri khas candi Umat Buddha dengan bentuk dan ukurannya yang terdiri dari biara induk yang menghadap ke Timur dengan bujur sangkar beraturan.
Aktivitas Perdagangan
Keberadaan Candi Sipamutung ini secara langsung tidak lepas dari ajaran agama Buddha aliran Vajrayana yang letak persebarannya sampai ke Pulau Sumatra.
Melansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, kehadiran ajaran agama Buddha ini masih erat kaitannya dengan aktivitas perdagangan zaman dahulu yang menghubungkan Sriwijaya dengan Cola (India) melalui jalur Panai-Barus dan Panai-Pesisir Timur Selat Malaka.
Adanya jalur perdagangan yang sangat penting di sungai-sungai Panai dengan komoditas berupa Barus, Damar, Kemenyan, dan Emas itu mampu mendorong kehadiran masyarakat Buddha Vajrayana diantara kekuasaan politik Sriwijaya.
Ada Arca dan Makara
Di situs Candi Sipamutung terdapat satu bangunan induk, enam bangunan perwara yang menghadap ke Timur, enam biaro kecil, satu gapura, dan artefak.
Situs ini juga ditemukan beberapa arca-arca yang dalam kondisi utuh maupun tidak utuh atau hanya sebagian saja. Selain itu, ditemukan beberapa hiasan sulur daun di bagian luar bangunan candi.
Pada halaman candi ini juga ditemukan dua arca yang besar dengan tinggi 1,5 meter. Arca tersebut bernama arca Mahakala dan Nandiswara.
Melansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, dengan bukti peninggalan ini diperkirakan candi ini berada pada abad ke-9 sampai ke-13 Masehi.
Penetapan Sebagai Cagar Budaya
Saat ini kompleks Candi Sipamutung di Padang Lawas sudah resmi ditetapkan sebagai cagar budaya yang dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh.
Dengan ditemukannya peninggalan sejarah di Padang Lawas ini bisa menjadi sumber pembelajaran dan gambaran mengenai megahnya kerajaan Bandar Panai di masa lampau.
Selain itu, Candi Sipamutung ini menjadi sumber ilmu pengetahuan tentang arsitektur bangunan yang secara tipologi berbeda dengan candi lainnya yang ada diseluruh di Nusantara.
(mdk/adj)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya