Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banjir Peminat, Omzet Penjual Pakkat Khas Mandailing Natal Naik 2 Kali Lipat

Banjir Peminat, Omzet Penjual Pakkat Khas Mandailing Natal Naik 2 Kali Lipat Pakkat. ©2017 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi para pedagang makanan. Pasalnya, produk-produk makanan yang mereka jual begitu dinantikan sebagai santapan berbuka puasa. Seperti halnya para pedagang pakkat, makanan khas Mandailing Natal yang banjir peminat.

Omzet penjualan mereka meningkat tajam pada bulan Ramadan kali ini. Tak tanggung-tanggung, para penjual di Medanmengaku permintaan pakkat naik dua kali lipat selama bulan suci ini.

"Alhamdulillah, pada awal Ramadan ini penjualan Pakkat sangat meningkat yang mencapai 100 persen dari hari biasanya, karena bahan ini dijadikan lalapan untuk berbuka puasa," ujar salah satu penjual Pakkat, Dani dikutip dari Antara (26/3).

Habiskan 1.000 Batang

mencicipi pakkat kuliner khas sumut yang banyak diburu saat ramadhan

medaninside.com ©2020 Merdeka.com

Dijelaskan Dani, biasanya ia hanya menghabiskan sekitar 300 batang atau setara dengan dua ikat pakkat. Sementara itu pada bulan Ramadan, dirinya bisa menghabiskan 10 ikat atau mencapai 1.000 batang rotan muda.

"Saat Ramadan banyak peminatnya, karena sangat enak kalau dijadikan lalapan untuk makan setelah berbuka puasa," katanya.

Untuk memenuhi seluruh permintaan tersebut, ia bahkan memesan batang rotan muda tersebut sampai ke kawasan Langga Payung, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, dan Gunung Tua yang berada di Kabupaten Padang Lawas Utara.

Hadapi Kendala

isn

©2017 merdeka.com/yan muhardiansyah

Sementara itu pedagang lainnya bernama Putra Siregar mengaku omzet penjualan Pakkat selama bulan Ramadan sangat baik. Namun, dirinya mengalami kendala bahan baku lantaran tempat produksi batang rotan mudan sedang banjir.

"Kendala yang kami hadapi para penjual pakkat ada itu bahan baku dari Kota Pinang yang sementara mengalami banjir. Jadi para pengambil bambu rotan memiliki kendala. Alhasil permintaan terus melambung," ujarnya.

Selalu Diburu Masyarakat

mencicipi pakkat kuliner khas sumut yang banyak diburu saat ramadhan

medcom.id ©2020 Merdeka.com

Pakkat merupakan makanan khas Mandailing Natal yang terbuat dari batang rotan. Namun, tidak semua batang rotan bisa digunakan sebagai bahan makanan ini. Hanya bagian ujung batang rotan saja yang digunakan sebagai olahan makanan yang satu ini.

Tak hanya itu, pakkat hanya dapat dijumpai ketika Bulan Ramadan saja. Tak heran jika kuliner yang satu ini selalu diburu dan menjadi favorit masyarakat sebagai lalapan saat berbuka puasa.

Biasanya, para pedagang pakkat akan menjajakan dagangannya di pinggir-pinggir jalan ataupun pusat keramaian. Sehingga untuk menemukan pakkat saat bulan Ramadan tidaklah sulit, bahkan hampir di semua daerah di Sumatra Utara juga menjual makanan yang unik ini.

(mdk/adj)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP