6 Cara Membuat Berita untuk Pemula yang Baik dan Benar, Mudah Dipraktikkan
Merdeka.com - Perkembangan teknologi membuat berita memiliki berbagai macam bentuk penyajian meskipun pada prinsip penulisannya tetap berpegang pada aturan-aturan terdahulu atau sebenarnya tidak ada aturan yang pasti namun berbasis pada kebenaran dan fakta.
Dulunya media lumrah disajikan dalam lembaran koran yang lebar dan dibaca dengan membelinya terlebih dahulu di pedagang di sepanjang jalan. Namun dunia bergerak begitu cepat, berita muncul di radio, di televisi, bahkan kini berita muncul beberapa detik di layar ponsel ketika kita membutuhkannya tanpa mengeluarkan biaya kecuali paket data.
Tak hanya itu, muncul media alternatif yang semakin massif beserta orang-orang individu yang menyebarkan berita langsung dari apa yang mereka alami tanpa harus mereka menjadi seorang jurnalis maupun wartawan di sebuah media. Sebenarnya ini bukan hal baru, namun wadahnya yang semakin mudah dan beragam semakin banyak memunculkan jurnalisme warga.
Jurnalisme warga melibatkan individu pribadi, yang biasanya konsumen jurnalisme, menghasilkan konten berita mereka sendiri. Warga mengumpulkan, melaporkan, menganalisis, dan menyebarkan berita dan informasi, seperti yang dilakukan jurnalis profesional, menciptakan apa yang dikenal sebagai konten buatan pengguna.
Namun meski demikian, cara membuat berita yang baik dan benar tidak bisa sembarangan. Berikut merdeka.com merangkum cara membuat berita untuk pemula yang baik dan benar:
Judul
Cara menulis berita yang benar dan baik bisa dimulai dari judul atau topiknya, meski ini bisa direvisi sepanjang kepenulisan. Judul berita harus menarik dan to the point.
Selain singkat, padat, dan jelas, judul hendaknya bisa menggelitik rasa penasaran seseorang untuk mau membaca berita tersebut. Misalnya saja sebagai berikut:
Mongol Ternyata Bekas Penyembah Setan, Bongkar Rahasia Organisasi Satanic di Dunia Tak Bisa Kembali ke Luar Negeri, 40 Ribu PMI di Jatim Jadi Pengangguran BaruMenulis Lead
Bagian terpenting dari setiap berita adalah lead, yang merupakan kalimat pertama dari sebuah berita. Di dalamnya, penulis merangkum poin-poin yang paling layak diberitakan dari cerita dalam sapuan kuas yang luas.
Jika sebuah lead ditulis dengan baik, itu akan memberi pembaca ide dasar tentang apa cerita itu, bahkan jika mereka melewatkan sisa cerita.
Contoh: Dua orang tewas dalam kebakaran rumah petak di Northeast Philadelphia tadi malam.
Jelas ada lebih banyak cerita ini, apa yang menyebabkan kebakaran? Siapa yang dibunuh? Di mana alamat rumah petak itu? Tapi dari lede ini, Anda mendapatkan dasar-dasarnya: dua orang tewas, kebakaran rumah petak, dan Philadelphia timur laut.
"5 W dan H"
Cara membuat berita selanjutnya adalah tidak lupa memasukkan semua unsur 5W + H. Siapa, apa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Cerita tentang siapa? Tentang apa ini? Di mana itu terjadi? Dan seterusnya.
Terkadang, salah satu jawaban itu akan lebih menarik daripada yang lain. Katakanlah Anda sedang menulis cerita tentang seorang selebriti yang terluka dalam kecelakaan mobil. Jelas, yang membuat cerita ini menarik adalah fakta bahwa seorang selebriti terlibat. Sebuah kecelakaan mobil dalam dan dari dirinya sendiri adalah umum. Jadi dalam contoh ini, Anda ingin menekankan aspek "siapa" dari cerita di lead Anda seperti yang dilansir dari Thought.Co.
Format Piramida Terbalik
Setelah lead, sisa berita ditulis dalam format piramida terbalik. Ini berarti bahwa informasi yang paling penting berada di bagian atas (awal berita) dan detail yang paling tidak penting berada di bagian bawah.
Kita melakukan ini karena beberapa alasan. Pertama, pembaca memiliki waktu yang terbatas dan rentang perhatian yang pendek, jadi masuk akal untuk menempatkan berita terpenting di awal cerita, meskipun ada jenis-jenis berita yang memang ditulis panjang untuk memberikan informasi yang lengkap.
Kedua, format ini memungkinkan editor untuk mempersingkat cerita dengan cepat jika diperlukan. Jauh lebih mudah untuk memangkas sebuah berita jika Anda tahu bahwa informasi yang paling tidak penting ada di bagian akhir.
Sertakan Tautan ke Situs Web Anda dan Halaman Utama Lainnya
Buat tautan cepat ke situs web departemen/kantor Anda dan halaman bermanfaat lainnya, misalnya, halaman sebuah jurnal maupun sumber informasi terkait.
Ingat bahwa beberapa pembaca mungkin melihat posting di tempat lain di Web melalui RSS (Really Simple Syndication), artinya mereka mungkin memerlukan tautan kembali ke situs web Anda untuk informasi lebih lanjut.
Tautkan ke situs web luar jika bermanfaat bagi audiens Anda, tetapi ingat bahwa Anda mungkin mengarahkan mereka menjauh dari situs web Anda.
Mengutip
Kutipan pertama dalam berita idealnya harus berada di paragraf keempat tetapi tidak lebih dari paragraf kelima. Ini adalah tempat yang tepat untuk menempatkan kutipan karena membantu menyeimbangkan fakta dari paragraf pembuka dengan kutipan emotif.
Anda harus membuka kutipan dengan nama orang yang membuat pernyataan, diikuti dengan judul yang relevan. Sebagai contoh:
“Kami sangat senang dengan investasi baru ini," kata John Smith, seorang dosen Universitas London
Jangan lupa untuk menuliskan latar orang yang dikutip dengan lengkap, misalnya dia adalah seorang dosen di universitas x atau pun seorang peneliti di institusi y demikian menurut laman spajournalism.com.
(mdk/amd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya