11 Kartun Anak yang Mengasah Otak, Kepekaan, Sekaligus Menghibur
Merdeka.com - Media visual seperti film dan serial kartun anak bisa menjadi wahana pembelajaran yang menarik sekaligus menghibur. Film terutama dapat digunakan untuk mendidik anak-anak dan memprovokasi proses berpikir kreatif mereka. Meski begitu, disarankan agar Anda selalu mengecek konten film yang akan ditonton anak Anda.
Film kartun anak membantu memperluas kosa kata. Anak-anak mendengarkan dengan sangat baik, mereka menangkap semuanya dengan cepat. Saat mereka tumbuh, kosa kata mereka berkembang.
Jika mereka sudah tahu cara membaca, dorong mereka untuk mencari artinya di kamus. Dengan begitu, mereka tidak hanya akan mempelajari kata baru, tetapi mereka juga akan tahu cara menulisnya.
Berikut merdeka.com merangkum kumpulan kartun anak yang mengasah otak, kepekaan sekaligus menghibur mereka:
My Neighbor Totoro (1988)

©2020 Merdeka.com/ IMDB
Kartun anak ini mengisahkan dua anak gadis dan ayah mereka, yang pindah ke sebuah rumah tua, yang lebih dekat ke rumah sakit tempat ibu gadis-gadis itu dirawat karena penyakit jangka panjang.
Ini adalah film yang dapat ditonton berulang kali, dan tidak kehilangan kekuatannya untuk menginspirasi keajaiban. Anak-anak pasti akan menyukainya karena suguhan grafis yang memanjakan mata mereka.
Bagaimana kita menggunakan fantasi untuk menghadapi kenyataan selalu menjadi tema hiburan anak-anak, tetapi Miyazaki dan Ghibli tidak menganggap fantasi itu murni sebagai pelarian.
Mereka melihatnya sebagai sesuatu yang penting bagi kehidupan manusia, sesuatu yang di luar kendali kita namun lebih penting daripada imajinasi belaka. Totoro tetap menjadi salah satu karakter paling ikonik dari animasi modern. Kamu bisa menonton film ini di Netflix.
Ponyo (2008)

©2021 Merdeka.com
Film kartun anak lucu bahasa Indonesia yang satu ini adalah film animasi yang ditulis dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki dan diproduksi oleh Studio Ghibli. Ini dirilis oleh Toho pada 19 Juli 2008, di bioskop di seluruh Jepang.
Film ini tersedia di Netflix dengan audio berbahasa Indonesia sehingga mudah ditonton untuk anak-anak. Ada kata untuk menggambarkan film "Ponyo", dan kata itu adalah "ajaib". Karya yang puitis dan menakjubkan secara visual oleh animator terhebat ini memiliki pesona yang begitu dalam sehingga orang dewasa dan anak-anak akan tersentuh.
Film ini menceritakan ikan mas bernama Ponyo yang sangat ingin menjadi manusia. Dalam mengejar tujuannya, dia berteman dengan seorang anak manusia berusia lima tahun, Sōsuke. Film ini dibuka dengan urutan tanpa kata yang memukau di bawah laut, menunjukkan ubur-ubur mengambang dan penghuni bawah yang berlarian.
Wall- E (2008)

©2021 Merdeka.com
Dengan dialog yang cenderung minim, film kartun anak yang diproduksi oleh Pixar ini tetap menjadi salah satu film terbaik pada masanya. Rilis pada tahun 2008, Wall- E menceritakan tentang masa depan di mana manusia telah meninggalkan bumi karena ditutupi oleh sampah.
Satu-satunya obyek pada animasi ini adalah robot tua bernama Wall-E yang merupakan robot pembantu untuk mendaur ulang sampah di pabrik daur ulang. Hidup Wall-E sontak berubah semenjak ia bertemu dengan robot lain bernama Eve. Dari sinilah petualangan dimulai untuk mencari tanda-tanda kehidupan di bumi.
Wall-E merupakan film edukasi yang baik untuk anak-anak. Sebab, film ini mengandung pesan tentang apa yang akan terjadi jika manusia tidak merawat bumi dengan baik. Selain itu, film Wall-E juga dibungkus dengan sedikit unsur komedi sehingga menarik untuk ditonton bersama keluarga.
Inside Out (2015)

©2021 Merdeka.com
Kartun anak seru lainnya yang penuh pesan yaitu Inside Out. Film ini banyak digemari karena memiliki alur cerita yang unik sekaligus mengedukasi si kecil. Film kartun anak yang dirilis pada tahun 2015 ini menggambarkan tentang apa yang terjadi dalam pikiran seorang anak manusia bernama Riley.
Gadis kecil ini mengalami kegelisahan karena dirinya diharuskan ikut pindah ke San Fransisco mengikuti kepindahan kerja dari sang Ayah. Karena harus menyesuaikan diri di lingkungan baru, kondisi ini yang membuat Riley merasakan beragam emosi di dalam dirinya. Seperti bahagia, sedih, marah, takut, hingga perasaan jijik.
Emosi ini digambarkan dalam bentuk animasi yang menggemaskan sehingga bisa menghibur siapapun yang menontonnya. Tak hanya itu, Inside Out juga mengajarkan si kecil untuk mengenal jenis-jenis emosi, memberikan arahan dalam mengelola emosi yang baik, dan mengajarkan cara menyesuaikan emosi yang ingin disampaikan dalam situasi apapun.
Up (2009)
©Pixar
Siapa yang tak mengenal film kartun anak besutan Disney satu ini? Up menjadi film yang mengharukan bagi orang dewasa sekaligus mendidik untuk anak-anak. Film ini menceritakan tentang petualangan menuju Paradise Falls seorang kakek tua bernama Carl bersama anak kecil bernama Russel.
Petualangan dimulai saat Carl memutuskan untuk mengangkat rumahnya dengan bantuan ribuan balon dan membawanya dalam perjalanan.
Di balik lagu instrumentalnya yang indah, Up akan mengajarkan si kecil tentang usaha keras, sifat pantang menyerah, dan arti persahabatan yang tak kenal usia.
Nussa (2021)

©2021 youtube Nussa Official
Kartun anak karya pemuda bangsa ini juga mendapat respons yang baik sejak rilis di akun YouTube Nussa Official. Nussa berpusat pada kisah kaka beradik Nussa dan Rara yang sangat inspiratif.
Pesan dalam film kartun ini juga bisa mengedukasi anak-anak muslim untuk rajin beribadah. Selain itu, terdapat lagu-lagu Islami yang dikemas dengan baik sehingga mudah dihafal oleh anak-anak.
Curios George (2006)

©2021 Merdeka.com
Tokoh George dibuat untuk mewakili sifat anak-anak yang selalu ingin tahu. Nah, film kartun anak ini berpesan agar anak-anak tak perlu takut untuk bertanya. Sebab banyak hal baru yang kadang membutuhkan penjelasan dari orang dewasa.
Film ini juga mengajarkan kepada anak-anak untuk menumbuhkan jiwa kreativitas.
Zootopia (2016)

©2021 Merdeka.com
Film yang diproduksi oleh Disney ini mengisahkan tentang seekor kelinci bernama Juddy Hopps yang bercita-cita menjadi polisi di kota besar Zootopia. Dengan semangat dan kerja keras, pada akhirnya Juddy dan rekannya Nick Wilde berhasil membasmi kasus kejahatan. Jalan cerita film ini sangat menarik untuk anak-anak, karena terdapat kerja sama antara kelinci dan serigala yang notabene merupakan hewan yang tidak dapat berteman.
Pembelajaran untuk toleransi dan saling mempercayai kepada teman juga tergambar di film ini. Selain itu, film ini juga mengedukasi anak-anak untuk mengenali berbagai macam hewan yang ada di penjuru dunia.
Moana (2016)

©2021 Merdeka.com
Tak sulit menyimpulkan bahwa Moana adalah film yang menyenangkan untuk ditonton. Dari segi visual, palet warna, dan karakter yang hadir dalam film garapan duo sutradara Ron Clements dan Don Hall ini sangat manis di mata. Karakter yang dihadirkan pun mudah menggaet hati penonton, termasuk Hei Hei, si ayam jago yang pikirannya sedikit korsleting.
Film animasi Disney tak lengkap tanpa nyanyian, begitu pula Moana. Yang istimewa, lagu-lagu dalam film ini begitu kental dengan atmosfer pulau-pulau Oseania.
Moana (Auli'i Cravalho) adalah putri dari seorang kepala suku di pulau tropis yang sejak kecil terpesona pada laut. Sayang sang ayah selalu melarangnya berdekatan dengan laut lepas. Menurut sang kepala suku, hidup mereka telah digenapi oleh segala hasil kebun di pulau. Tak perlu menyusuri laut yang penuh dengan bahaya. Namun satu ketika, malapetaka hadir di pulau mereka.
Hasil panen gagal, ikan yang ditangkap di tepi pantai menghilang. Moana mempercayai kisah turun temurun dari sang nenek (Rachel House) bahwa bala ini datang karena sang ibu bumi, Te Fiti, telah kehilangan hatinya—sebuah batu hijau penuh tuah. Menurutnya, satu-satunya cara mencegah bencana meluas, adalah mengembalikan jantung tersebut pada Te Fiti.
Membangkang dari perintah ayahnya, Moana kemudian nekat berlayar di laut lepas.Tak hanya memenuhi panggilan jiwanya, ia juga meminta bantuan pada manusia setengah dewa bernama Maui yang kini hidup terasing untuk mengembalikan jantung Te Fiti.
Toy Story (1995)

©2012 Merdeka.com
Toy Story mengisahkan tentang petualangan Woodie dan kawan-kawannya. Tujuan awal dibuatnya film Toy Story sebenarnya adalah mengajarkan kepada anak-anak untuk mencintai dan merawat mainannya dengan baik.
Sebagaimana diperlihatkan dalam film, para mainan di Toy Story selalu bahagia ketika dimainkan oleh pemiliknya. Sebaliknya, para mainan juga akan sedih ketika ia rusak, diabaikan, dan dibuang.
Finding Nemo (2003)

©2021 Merdeka.com
Film animasi Finding Nemo juga cocok ditonton berbagai kalangan usia, termasuk anak-anak. Selain mengenalkan berbagai macam hewan-hewan laut, pesan dalam film ini juga inspiratif dan menggugah.
Film yang diproduksi oleh Pixar ini, berusaha memperlihatkan cinta kasih dari orang tua kepada anaknya. Hal ini tergambar pada karakter ikan badut bernama Marlin yang sanggup melintasi lautan demi mencari dan menyelamatkan anaknya, Nemo.
(mdk/amd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
