Sosok Carlos Caszely, Penerima Kartu Merah Pertama di Piala Dunia
Merdeka.com - Piala Dunia 2022 di Qatar segera dimulai. Ini merupakan Piala Dunia ke-22 yang bakal digelar. Banyak cerita dan sejarah menarik untuk diulas, seperti penggunaan kartu kuning dan merah.
Saat pertama kali digelar tahun 1930 di Uruguay, pertandingan Piala Dunia tidak menggunakan sistem kartu kuning atau kartu merah. Penggunaan kartu merah, baru diperkenalkan pada Piala Dunia 1970 di Meksiko. Namun tidak ada satu pemain pun yang menerimanya.
Adalah Carlos Caszely dari Chili menjadi orang pertama yang menerima kartu merah pada Piala Dunia 1974. Carlos Caszely menerima kartu merah setelah kartu kuning keduanya saat melawan Jerman Barat karena menjatuhkan Berti Vogts. Wasitnya adalah Dogan Babacan. Saat itu, Chile kalah 1-0.
Di Piala Dunia 1982 Carlos Caszely gagal mengeksekusi penalti melawan Austria. Pada Juni 1976, Carlos Caszely bermain untuk tim nasional Catalonia dalam pertandingan persahabatan melawan Uni Soviet, memberikan assist kepada Johan Neeskens.
Caszely dihormati oleh banyak orang Chili sebagai pendukung kiri di bawah kediktatoran Pinochet dan sebagai salah satu dari sedikit pesepakbola Chili terkemuka yang menyatakan penentangannya terhadap rezim. Di luar sepak bola, dia kini bekerja sebagai pembawa acara untuk beberapa TV yang berhubungan dengan olahraga.
Sementara itu, Pierluigi Collina, siapa yang tidak kenal namanya. Ketegasan dalam memimpin pertandingan membuat dirinya menjadi wasit terbaik dunia enam kali berturut-turut versi IFFHS. Namun, Collina pensiun jadi pengadil di lapangan hijau sejak Agustus 2005.
Kali ini, Collina kembali bertugas di Piala Dunia 2022 Qatar. Tetapi, bukan sebagai wasit, melainkan menjalankan tugasnya sebagai Ketua Komite Wasit FIFA.
Collina mulai bekerja jauh-jauh hari, yang paling populer ialah saat mengumumkan kehadiran tiga orang wasit wanita yang bakal bertugas di Piala Dunia 2022.
Menurutnya, hal tersebut merupakan terobosan baru.Ia memastikan ketiganya memiliki kualitas yang tidak kalah dari wasit-wasit pria yang akan memimpin pertandingan Piala Dunia 2022 ini.
"Seperti biasa, kriteria pertama yang kami gunakan adalah kualitas. Kami hanya memilih perangkat pertandingan dengan level tertinggi di dunia perwasitan, dan kami menegaskan bahwa kualitas jadi aspek paling penting bagi kami dan bukannya jenis kelamin seorang wasit,"
"Untuk bisa mencapai tahap ini kami melalui proses yang panjang, di mana wasit wanita pertama kali digunakan di pertandingan pria dari level junior lalu perlahan ke tim senior,"
"Saya pribadi berharap di masa depan, pemilihan perangkat pertandingan wanita untuk laga-laga penting sepakbola pria bisa dianggap normal dan tidak sesensasional sekarang," ujarnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya