Arema FC Ganti Mazhab: Dulu Argentina, Sekarang Brasil

Arema FC Ganti Mazhab: Dulu Argentina, Sekarang Brasil

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Arema FC Ganti Mazhab: Dulu Argentina, Sekarang Brasil
Arema FC Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Arema FC mencoba mengbah mazhab atau aliran. Lama mengandalkan nama-nama dari Argentina, kini manajemen klub bakal berharap banyak pada figur-figur dari Brasil.

Musim ini Arema sempat kental dengan aroma Argentina karena ada dua pemain asing dan dua pelatih yang berasal dari negara tersebut. Yakni Mario Gomez dan Marcos Gonzales di sektor pelatih.

Sementara pemain ada duet Jonathan Bauman dan Elias Alderete. Namun, dominasi itu luntur karena pandemi virus corona.

Hanya Alderete yang bersedia melanjutkan kontrak dengan pemangkasan gaji 50 persen seperti regulasi yang dibuat PSSI. Kini, dominasi asing di Arema bergeser.

Sosok dari Brasil yang akan bakal mendominasi menyusul kabar bahwa Carlos Carvalho de Oliveira, pelatih asal Brasil, akan menduduki posisi pelatih.

Sebelumnya, sudah ada pelatih kiper Felipe Americo yang juga bersama dari Brasil. Ia memutuskan untuk bertahan meski Mario Gomez memilih mundur dari Arema FC.

Mungkin Rekrut Pemain dari Brasil

Matias Malvino dan Oh In-Kyun saat jelang pertandingan lawan Persib Bandung di Malang. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bisa jadi saat putaran kedua nanti, Arema mengisi slot pemain asing yang ditinggalkan Bauman juga berasal dari negara yang sama. Selain Brasil, ada masing-masing pemain asing berasal dari negara yang beda. Oh In-Kyun dari Korea Selatan, dan Matias Malvino dari Uruguay.

Manajemen Arema sebenarnya tidak merencanakan perubahan dominasi Argentina ke Brasil. Intinya, mereka ingin mencoba merasakan kepelatihan dari Amerika Latin.

“Intinya, kami coba ganti mazhab atau aliran. Itu saja,” jelas General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Cuma Ganti Gaya Kepelatihan

Pelatih Arema FC, Mario Gomez (berambut putih), saat briefing tim jelang latihan. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Ganti aliran yang dimaksud bukan dari Argentina ke Brasil. Melainkan dari kepelatihan Eropa ke Amerika Latin. Karena karakter pelatih Argentina dan Brasil secara garis besar tidak terlalu jauh berbeda.

Tapi jika melihat pengalaman melatihnya, Carlos Oliveira lebih banyak berkiprah di Benua Amerika dan Asia. Dia sempat ke Eropa tepatnya Finlandia, tapi hanya sebagai asisten pelatih.

Sedangkan Mario Gomez justru lama di Eropa sebagai asisten pelatih tim besar seperti Valencia dan Inter Milan. Tapi dia pernah membawa klub besar Malaysia, Johor Darul Takzim sebagai juara AFC Cup.

Sebelum gabung Arema, Gomez juga sudah punya pengalaman melatih di Persib Bandung dan Borneo FC.

Video

Rekomendasi