Kesuksesan Islandia membantai Inggris di Euro 2016, adalah buksi bahwasanya jumlah penduduk tak memiliki korelasi dengan prestasi olahraga, khususnya sepakbola. Ini juga menjadi bukti bahwa kualitas kompetisi tak melulu berdampak ke prestasi Tim Nasionalnya.Menurut manajer Madura United, Haruna Soemitro, ada sebuah pandangan unik di masyarakat sepakbola Indonesia. "Yang dilihat oleh orang banyak, dari 250 juta orang, milih 11 pemain saja tidak bisa. Islandia yang penduduknya hanya 350 ribu bisa mengalahkan Inggris," ucapnya.Haruna meluruskan, jumlah penduduk sebuah negara tak ada sangkut pautnya dengan prestasi negara tersebut di bidang olahraga. Khususnya sepakbola."Jumlah penduduk sama dengan prestasi, itu logika yang tidak nyambung. Kalau seperti itu, China bisa menjadi juara dunia. Amerika yang jumlah penduduknya nomor dua atau tiga di dunia, itu mungkin nomor dua di Piala Dunia," jabarnya.Kegagalan Inggris di Euro 2016 juga menjadi bukti bahwa kualitas kompetisi dalam negeri, tak selalu bersinergi dengan prestasi Timnas-nya."Seperti di level Timnas. Inggris yang memiliki kompetisi nomor satu di dunia, tapi Timnas-nya tidak masuk perdelapan final, ya dianggap gagal. Bisnis di kompetisinya jalan luar biasa, tapi Timnas-nya kalah," tutup Haruna. (faw/asa)