Menpora sayangkan penghentian ISL sebab jutaan penggemar bola rugi

"Kenapa federasi (PSSI) mengorbankan jutaan penggemar gara-gara dua klub?" kata Nahrawi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menpora sayangkan penghentian ISL sebab jutaan penggemar bola rugi
Nahrawi di Bandung. ©2015 Merdeka.com/Aditya

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kembali menegaskan tidak pernah menghentikan Kompetisi Indonesia Super League (ISL). Ia pun menyayangkan dengan penghentian tersebut justru mengorbankan jutaan penggemar sepak bola Tanah Air."Kalau kompetisi saya tidak pernah menghentikan, tolong dicatat. Pemerintah hanya meminta dua klub untuk diverifikasi. Kenapa harus mengorbankan klub lain dan jutaan penonton lain? Berarti ada sesuatu yang mereka simpan," kata Imam di sela-sela Kejurnas Olahraga Gate Ball, di Pusdik Ajen, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (2/10).Ke depan Imam berharap tidak ada lagi kecurangan serta monopoli dari satu pihak yang memiliki kepentingan pribadi."Kenapa federasi (PSSI) mengorbankan jutaan penggemar gara-gara dua klub? Berarti pemerintah melihat ini ada soal tidak beres. Sehingga ke depan tidak boleh lagi ada dominasi, monopoli operator, monopoli klub. Silakan masyarakat memiliki semua," ujarnya.Sementara soal kedatangan FIFA ke Indonesia, politisi PKB itu mengatakan akan memberikan fakta dan harapan pemerintah. Namun, dia belum dapat memastikan kapan perwakilan federasi sepak bola tertinggi di dunia itu akan datang."Tapi bahwa komitmen pemerintah untuk mendatangkan FIFA itu sudah lama, sudah kami perbincangkan, sudah dilaporkan juga ke presiden. Saya kira ketika mereka datang ke Indonesia nanti, kita akan memberikan fakta, realita, sekaligus harapan dari pemerintah," ujarnya.Imam menuturkan, sepak bola merupakan salah satu alat negosiasi antar negara. Oleh karenanya federasi sepak bola Indonesia, yaitu PSSI, tidak memiliki kewenangan penuh tanpa dukungan dari pemerintah.

Rekomendasi