Pembukaan partai perdana grup B telah bergulir. Partai yang mempertemukan finalis Piala Dunia empat tahun lalu ini dimenangkan oleh Belanda dengan skor telak 5-1.Belanda yang datang dengan berani meninggalkan kebiasaan lama dan menggunakan skema baru, berhasil mengunci titik permainan Spanyol, yang selama ini dikenal dengan tiki-taka.Berikut empat alasan hancurnya Spanyol di tangan Belanda yang berhasil dirangkum merdeka.com:
Advertisement
Tiki-taka mandek
Permainan ciri khas Spanyol sepertinya sudah mulai terbaca. Bermain dengan menguasai bola sepenuhnya ternyata tidak membuat Belanda kepayahan.
Justru sebaliknya, bahkan Belanda berhasil balas dendam saat mereka dikalahkan di final Piala Dunia 2010.De Oranje sukses menang telak 5-1. Sebenarnya Spanyol sempat unggul lebih dulu melalui Penalti Xabi Alonso setelah Diego Costa dijatuhkan di kotak penalti.
Namun anak asuh Louis van Gaal mampu membalikkan keadaan melalui dua gol Robin van Persie dan Arjen Robben, serta satu gol dari Stefan De Vrij.
Advertisement
Tak siap hadapi serangan balik
Dengan menumpuk lima gelandang di tengah yang sesekali bisa lima bek saat bertahan lebih dalam. Terbukti Spanyol tampak kesulitan menembus pertahanan Belanda.Lalu Spanyol juga sepertinya tidak siap menghadapi serangan balik cepat Belanda. Serangan balik yang mengandalkan bola-bola jauh terbukti ampuh.
Tercatat terdapat tiga gol Belanda dicetak melalui proses tersebut.
Advertisement
Lini tengah Spanyol diredam Belanda
Trio lini tengah Spanyol Xabi Alonso, Sergio Busquets, dan Xavi Hernandez benar-benar kelimpungan menghadapi lima gelandang Belanda.Andres Iniesta dan David Silva pun demikian. Ditambah Diego Costa yang tak mampu berbuat apapun kecuali hanya dijatuhkan oleh Stefan de Vrij.
Advertisement
Casillas blunder
Alih-alih mengejar ketertinggalan. Kiper Spanyol, Ilker Casillas justru malah berbuat hal yang tak perlu.
Alhasil van Persie yang berada tak jauh dari sang kiper dengan sigap merebut bola dari kaki Casillas dan menceploskan bola ke gawang. Kedudukan menjadi 4-1.