Piala Dunia 1990, Roger Milla membuat geger

Piala Dunia 1990 di Italia menjadi Piala Dunia yang mencatat bahwa kartu merah yang keluar 16 kali dari saku wasit.

Ibnu Siena
Oleh Ibnu Siena - Reporter
Piala Dunia 1990, Roger Milla membuat geger
Logo Piala Dunia 1990. ©2014 Merdeka.com

Piala dunia 1990 mungkin dianggap sebagai turnamen yang paling membosankan. Permainan bertahan ala tuan rumah yang dikenal dengan sebutan Cattenaccio, ternyata memengaruhi hampir ke seluruh kontestan. Dampaknya permainan bertahan atau sering disebut sebagai permainan negatif seperti ini hanya menghasilkan jumlah gol yang sangat sedikit dan banyaknya pertandingan yang harus ditentukan dengan adu penalti. Di partai final juga hanya menghasilkan satu gol saja, itupun juga melalui penalti. Padahal, sejak pertama kalinya Piala Dunia digelar, paling tidak ada tiga gol tercipta di partai final.

Namun di lain sisi, cerita menarik datang dari dua negara, Belanda dan Kamerun. Marco van Basten dkk tampil jauh dari harapan. Bagaimana tidak, Belanda lolos ke perdelapan final tanpa kemenangan sekalipun di penyisihan grup. Padahal Der Oranje saat itu diperkuat tiga pemain mereka yang sedang melambung namanya yakni Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit

Sebuah kejutan justru dibuat oleh Kamerun. Wakil dari Afrika datang dengan predikat sebagai Underdog langsung menggebrak di laga pembuka. Juara bertahan Argentina berhasil dijinakkan, ditambah mereka hanya bermain dengan 9 pemain saja karena Andre Biyick dan Benjamin Massing mendapat kartu merah. Selanjutnya di perdelapan final, dua gol Roger Milla berhasil menaklukkan perlawanan Kolombia. 

Namun, langkah Kamerun harus terhenti di perempat final setelah kalah 2-3 dari Inggris. Kamerun pun tercatat sebagai negara Afrika pertama yang berhasil menembus perempat Final.  Mungkin bagi sebagian orang masih ingat atas selebrasi unik nan menggelitik Milla yang selalu berjoget di sudut lapangan, kabarnya tarian tersebut menjadi buah bibir dan menjadi trend setelah Piala Dunia tersebut. 

Sekadar catatan, penampilan Roger Milla di Piala Dunia 1990 kali ini sebenarnya adalah semata-mata karena keinginan presiden Kamerun, Paul Biya, bukan karena kebutuhan tim. Roger Milla pada ketika itu sudah berumur 38 tahun.

Partai final yang tersuguh di Stadion Olimpico, Roma, sepertinya menjadi partai final yang tidak menarik. Sebanyak 73 ribu lebih penonton hanya menyaksikan satu gol yang tercipta dari titik putih. Partai final yang mempertemukan Jerman Barat vs Argentina ini juga digunakan untuk partai balas dendam tim Panser.  Mereka kalah dari Argentina di final Piala Dunia 1986. Der Panzer dilatih Franz Beckenbauer waktu itu yang juga sebagai kapten tim Jerman Barat saat menjadi juara dunia 1974. Franz Beckenbauer ternyata menjadi orang kedua setelah Mario Zagallo asal Brasil yang bisa membawa timnya menjadi juara saat masih menjadi pemain dan menjadi pelatih.

Piala Dunia 1990 di Italia juga menjadi Piala Dunia yang mencatat bahwa kartu merah yang keluar dari saku wasit berjumlah 16 kali. Ini merupakan kartu merah terbanyak yang dikeluarkan sejak Piala Dunia pertama 1930.

Tuan Rumah: Italia

Waktu: 8 Juni – 8 Juli 1990

Jumlah Peserta: 24

Juara Dunia: Jerman Barat

Runner-up: Argentina

Posisi ketiga        : Italia

Posisi keempat        : Inggris

Top Skor        : Salvatore Schillaci (6)

Jumlah Pertandingan: 52

Total gol        : 115 (2,21/pertandingan)

Penonton: 2.516.348 (48,391/pertandingan)

Rekomendasi