Format turnamen yang digunakan pada edisi ini memang tidak jauh berbeda dengan Piala Dunia sebelumnya, yang diselenggarakan di Spanyol. Di mana ke 24 tim dibagi dalam enam grup yang masing–masing terdiri atas 4 tim. Namun bedanya, pada babak selanjutnya, tidak lagi digunakan fase grup putaran kedua tetapi dipergunakan sistem gugur. Piala Dunia FIFA 1986 diselenggarakan di Meksiko, dari 31 Mei hingga 29 Juni 1986.
Meksiko terpilih menjadi tuan rumah penyelenggara edisi ini, menggantikan Kolombia yang mengundurkan diri, setelah melalui pemungutan suara Komite Eksekutif FIFA di Zurich, Swiss pada 20 Mei 1983. Ini untuk kedua kalinya Meksiko menjadi tuan rumah sekaligus menjadi negara yang pertama menyelenggarakan Piala Dunia dua kali, disusul Italia pada edisi selanjutnya dan Brasil pada 2014 ini.
Sebenarnya Meksiko sempat dilanda bencana alam yang menewaskan sekitar 30 ribu orang akibat gempa bumi berskala ritcher 8,1. Seketika Meksiko porak-poranda akibat bencana alam tersebut. Sehingga muncul banyak keraguan kepada Meksiko yang dinilai tidak bisa melanjutkan misinya untuk menggelar Piala Dunia di negara Amerika Utara tersebut. Namun ternyata bencana alam bukan halangan bagi Meksiko untuk tetap mewujudkan misinya. Setelah melalui pengecekan, ternyata stadion–stadion yang akan digunakan sebagai tempat penyelenggaraan tidak terkena dampak gempa yang terlalu signifikan, dan akhirnya ajang tetap dilaksanakan sesuai jadwal.
Maskot resmi Piala Dunia edisi ini diberi nama Pique, yang menggambarkan sebagai sebuah tumbuhan lada jalapeno. tumbuhan tersebut adalah ciri khas dari masakan Meksiko Pique digambarkan dengan kumis dan sebuah sombrero Colimote. Ia digambarkan menggunakan pakaian baju tim nasional Meksiko. Nama Pique berasal dari kata Picante dari bahasa Spanyol, dalam bahasa Indonesia berarti paprika atau saus pedas.
Mata dunia tertuju pada laga perempat final, di mana mempertemukan antara Argentina dan Inggris. Selain alasan kualitas kedua tim, pertarungan ini juga penuh aroma politik balas dendam. Betapa tidak, tentara Inggris mampu menumpas armada Argentina dalam perang yang memperebutkan Pulau Malvinas, di benua Amerika. Argentina pun balas dendam, tapi kali ini melalui pertandingan sepak bola. Mereka berhasil mengalahkan Inggris 2-1. Gol Gary Lineker dibalas dua gol 'luar biasa' dari Argentina. Dua-duanya hasil sulap pemain bertubuh mungil, Diego Armando Maradona.
Salah satu lewat gol dikenal dengan nama gol tangan Tuhan. Publik menamakan demikian. Namun baru hampir 20 tahun kemudian baru mengakui kalau gol yang ia ciptakan memang menggunakan tangannya. Gol kedua juga tak kalah hebat, dibuat melalui aksi skill individu dari tengah lapangan, setelah melewati lima sampai enam pemain Inggris, termasuk kiper Peter Shilton.
Argentina pun keluar sebagai juara dunia setelah mengalahkan Jerman Barat dalam pertarungan sengit dengan skor 3-2. Tiga gol Argentina dicetak oleh Maradona, Jorge Valdano, dan Jorge Burruchaga. Sedangkan gol Jerman Barat tercipta dari kaki pemain Karl-Heinz Rummenigge dan Rudi Voller. Dengan demikian Argentina berhasil menjadi juara untuk kedua kalinya.
Tuan Rumah: Meksiko
Waktu: 31 Mei – 29 Juli 1986
Jumlah Peserta: 24
Juara Dunia: Argentina
Runner-up: Jerman Barat
Posisi ketiga : Prancis
Posisi keempat : Belgia
Top Skor : Gary Lineker, Inggris dan Diego Maradona, Argentina (6)
Jumlah Pertandingan: 52
Total gol : 132 (2,54/pertandingan)
Penonton: 2.393.031 (46,020/pertandingan)