Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kiper Iran Alireza Beiranvand Cedera, Ini Profil dan Kisah Sedih Perjalanan Hidupnya

Kiper Iran Alireza Beiranvand Cedera, Ini Profil dan Kisah Sedih Perjalanan Hidupnya Kiper Timnas Iran Alireza Beiranvand. ©REUTERS

Merdeka.com - Nasib nahas harus diterima kiper Iran Alireza Beiranvand di laga perdana grup B Piala Dunia 2022. Bagaimana tidak, Alireza Beiranvard harus menyudahi laga lebih cepat karena mengalami cedera.

Alireza turun menjadi penjaga gawang utama Iran saat menjamu Inggris di Khalifa International Stadium, Qatar, pada Senin (21/11). Laga ini merupakan laga perdana grup B Piala Dunia Qatar 2022.

Laga baru berjalan tujuh menit petaka datang untuk Alireza. Dirinya bertabrakan dengan rekan sendiri dan harus mendapatkan perawatan.

Bahkan akibat insiden ini membuat laga dihentikan selama 13 menit. Kiper Iran Alireza sejatinya sempat memaksa untuk melanjutkan pertandingan. Namun dirinya harus rela ditarik keluar dan digantikan oleh Hosseini sebagai penjaga gawang Timnas Iran saat melawan Inggris di laga perdana Grup B Piala Dunia 2022 di menit ke-19.

Menilik perjalanan Alireza untuk menjadi penjaga gawang utama Timnas Iran memang penuh dengan lika-liku.

Bahkan kisah dia sempat menjadi perbincangan saat dirinya melakukan penyelamatan heroik dari eksekusi pemain terbaik di dunia, Cristiano Ronaldo pada Piala Dunia 2018.

Selain itu, untuk menjadi seorang penjaga gawang, Alireza harus melalui rintangan yang cukup berat.

Alireza datang dari keluarga gang kerap berpindah-pindah demi mendapatkan padang rumput untuk domba mereka.

Sebagai anak yang tertua, tentu mebuat Alireza harus bjsa membantu keluarga mencari nafkah.

Bahkan untuk menjadi seorang pesepakbola, Alireza sempat mendapat penolakan dari sang ayah karena dinilai sepak bola bukanlah pekerjaan.

"Ayah sama sekali tidak menyukai sepakbola dan meminta saya bekerja. Dia bahkan merobek seragam serta sarung tangan dan saya bermain dengan tangan kosong beberapa kali," ujarnya seperti yang dinukil dari The Guardian.

Meski tanpa restu sang ayah, Alireza tetap mengejar cita-citanya untuk menjadi pesepakbola profesional.

Untuk mengejar mimpinya, ia pun harus meninggalkan rumah dan pergi ke Tehran dengan modal pinjaman uang dari sanak saudara. Ia memutuskan untuk pindah ke ibu kota demi bisa bergabung dengan klub yang lebih besar.

Di perjalanan, ia bertemu dengan salah satu pelatih bernama Hossein Feiz, yang sedang menukangi sebuah klub lokal. Feiz mengatakan bahwa Beiranvand bisa berlatih bersama timnya jika bisa memberi 200.000 toman (30 paun).

Tak cukup di situ, dia pun harus rela tidur di depan pintu klub hingga disangka seorang pengemis.

"Saya tidur di depan pintu klub dan saat bangun pada pagi hari, saya menyadari bahwa orang-orang memberi saya recehan. Mereka berpikir saya adalah pengemis! Saya jadi bisa menikmati sarapan enak untuk pertama kalinya sejak lama," lanjutnya.

Pintu hati Feiz pun langsung terketuk dan memberikan kesempatan pada Alireza untuk berlatih secara gratis.

Alireza pun harus bergabung dengan beberapa klub agar bisa mencapai mimpinya. Dan kerja kerasnya pun akhirnya membuahkan hasil. Ia mulai bersinar dan mendapatkan tempat di dalam skuat timnas Iran U-23.

Tahun 2015, Alireza pun promosi ke skuat utama timnas senior dan membuat 12 clean sheet selama babak kualifikasi Piala Dunia. Dan berkat dirinya, Iran pun sukses mendapatkan jatah bermain di Rusia 2018.

Reporter: Zainal Hasan

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP