Selembar Kertas Struk Ternyata Simpan Bahaya Lebih Besar Dibanding Botol Plastik

Rabu, 19 Juni 2019 12:02 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Selembar Kertas Struk Ternyata Simpan Bahaya Lebih Besar Dibanding Botol Plastik Kertas Thermal. ©plasticpollutioncoalition.org

Merdeka.com - Ketika usai melakukan transaksi melalui ATM, salah satu hal yang biasa kita dapat adalah kertas struk. Kadang kita menyimpan struk tersebut di dalam dompet atau saku, namun tak jarang kita juga langsung meremas dan membuangnya.

Namun, siapa sangka bahwa ternyata sentuhan yang kita lakukan dengan kertas struk tadi ternyata bisa membahayakan kesehatan. Kertas yang digunakan tersebut biasa disebut sebagai kertas thermal dan kadang juga digunakan sebagai struk di tempat perbelanjaan.

Dibanding kertas lain, kertas thermal ini memiliki permukaan yang lebih halus ketika disentuh. Selain sebagai struk, kertas ini juga biasa digunakan sebagai kertas faksimile.

Dilansir dari doktersehat.com, thermal paper atau kertas thermal ini ternyata mengandung bahan kimia yang berpotensi jadi penyebab kanker. Salah satu bahan kimia yang dapat ditemui pada kerta ini adalah BPA atau Bisphenol A.

Sebelumnya kandungan BPA ini pernah ditemui pada beberapa botol plastik. Karena risiko kanker yang mungkin dikandungnya, penggunaan botol plastik yang mengandung bahan ini sudah cukup dibatasi. Namun rupanya bahan ini masih bisa ditemui pada kertas struk yang kita terima sehari-hari.

"Terdapat jumlah BPA yang lebih banyak pada selembar struk berbahan kertas thermal dibanding jumlah keseluruhan yang diperoleh dari botol plastik yang telah digunakan selama bertahun-tahun," jelas John Warner, Ph.D., presiden dari Warner Babcock Institute for Green Chemistry dilansir dari consumerreports.org.

Penelitian sebelumnya menyebut bahwa BPA berperan dalam meningkatnya risiko kanker prostat dan payudara. Selain kanker, masalah kesehatan lain yang mungkin ditimbulkan berupa penyakit kardiovaskular, serta perkembangan abnormal pada otak dan reproduksi.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Taiwan coba melihat seberapa banyak penggunaan kertas thermal pada kehidupan sehari-hari. Terdapat 20 sampel yang diambil dan berasal dari kertas struk ATM, beberapa lembar kertas struk belanja, tujuh jenis kertas faksimile dan beberapa kertas dari kantor pos untuk dicek kandungan kimianya.

Diketahui bahwa ternyata sekitar 60 persen dari sampel tersebut mengandung bahan kimia BPA. Kandungan yang terdapat ini bersifat karsinogenik dan merupakan penyebab munculnya kanker.

Sekitar 18 hingga 28 sampel yang diambil diketahui bahwa kandungan kimia di dalam kertas mencapai 10 hingga 50 ppm atau parts per million. Kandungan yang ada ini tergolong tinggi dan bisa menyebabkan masalah seperti pubertas dini, obesitas, serta kanker.

Membuang kertas ini juga masih menimbulkan masalah kesehatan terutama ketika kamu meremasnya. Penelitian lain menyebut bahwa ketika menyentuh kertas ATM selama 10 detik saja, kita bakal terpapar 2,5 mikrogram BPA. Ketika meremasnya, risiko ini akan meningkat sebanyak 1,5 kali lipat.

Mengingat bahaya yang muncul ini maka sebaiknya sebisa mungkin hindari sentuhan dengan berbagai macam struk atau kertas berbahan thermal paper ini. Jika memang terpaksa melakukan sentuhan, sebaiknya lakukan secepat dan seminim mungkin untuk mengurangi bahayanya. [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini