Berkenalan Dengan Prolaps Uteri yang Kerap Dialami Wanita: Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Mencegahnya

Prolaps Uteri atau yang akrab dengan bahasa turun pernakan, merupakan kondisi di mana organ panggul perempuan turun melalui liang vagina.

Titah Mranani
Oleh Titah Mranani - Reporter
Berkenalan Dengan Prolaps Uteri yang Kerap Dialami Wanita: Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Mencegahnya
Berkenalan Dengan Prolaps Uteri yang Kerap Dialami Wanita: Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Mencegahnya (Merdeka.com)

Prolaps uteri mungkin masih terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, tetapi seringkali dikenal dengan sebutan turun peranakan. 

Prolaps uteri mungkin masih terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, tetapi seringkali dikenal dengan sebutan turun peranakan. 
Dok. Istimewa

Apa sebenarnya prolaps uteri? Ini adalah kondisi di mana organ panggul perempuan turun melalui liang vagina, disebabkan oleh kelemahan struktur penyokong dasar panggul.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dokter obstetri dan ginekologi, Nuring Pangastuti seperti dikutip dari Liputan6.com, menjelaskan bahwa organ dasar panggul melibatkan rahim, kandung kemih, dan saluran cerna bagian bawah.

Prolaps uteri memiliki berbagai penyebab, yang dapat dikelompokkan menjadi faktor intrinsik dan ekstrinsik. 

Prolaps uteri memiliki berbagai penyebab, yang dapat dikelompokkan menjadi faktor intrinsik dan ekstrinsik. 
Dok. Istimewa

Faktor intrinsik melibatkan karakteristik yang melekat pada perempuan dan tidak dapat diubah, seperti struktur kolagen, faktor genetik, proses penuaan, dan menopause. 

Faktor intrinsik melibatkan karakteristik yang melekat pada perempuan dan tidak dapat diubah, seperti struktur kolagen, faktor genetik, proses penuaan, dan menopause. 
Dok. Istimewa

Menurut Nuring, faktor genetik dapat meningkatkan risiko prolaps, misalnya, perempuan yang ibunya mengalami prolaps memiliki kemungkinan empat kali lipat lebih tinggi.

Di sisi lain, faktor ekstrinsik melibatkan kondisi di luar tubuh perempuan yang dapat dikendalikan. Ini mencakup jumlah persalinan, berat badan, tekanan pada indra rongga perut, dan mengangkat beban berat dalam waktu yang lama. 

Di sisi lain, faktor ekstrinsik melibatkan kondisi di luar tubuh perempuan yang dapat dikendalikan. Ini mencakup jumlah persalinan, berat badan, tekanan pada indra rongga perut, dan mengangkat beban berat dalam waktu yang lama. 
Dok. Istimewa

Peningkatan tekanan pada otot panggul dapat menyebabkan prolaps uteri, dan faktor-faktor ini dapat diatasi atau dikurangi untuk mengurangi risiko.

Risiko mengalami prolaps uteri meningkat seiring bertambahnya usia dan penurunan kadar estrogen. Estrogen adalah hormon yang membantu menjaga kekuatan otot panggul.

Risiko mengalami prolaps uteri meningkat seiring bertambahnya usia dan penurunan kadar estrogen. Estrogen adalah hormon yang membantu menjaga kekuatan otot panggul.
Dok. Istimewa

Wanita yang pernah melahirkan melalui vagina atau yang sudah menopause memiliki risiko lebih tinggi. Selain itu, aktivitas sehari-hari yang memberikan tekanan pada otot panggul, obesitas, batuk kronis, dan sembelit kronis juga dapat meningkatkan risiko prolaps uteri.

Prolaps uteri terbagi menjadi dua jenis utama: inkomplit, ketika rahim hanya melorot sebagian ke dalam vagina. Ada juga prolaps uteri total, ketika rahim turun terlalu jauh sehingga beberapa jaringan menonjol keluar vagina. Keadaan ini berkembang secara bertahap melalui empat tahap, mulai dari turunnya rahim ke bagian atas vagina hingga seluruh rahim keluar dari vagina.

Gejala Prolaps Uteri dan Tahapannya

Gejala Prolaps Uteri dan Tahapannya
Dok. Istimewa

Gejala prolaps uteri bervariasi, mulai dari tidak ada gejala hingga gejala yang cukup mengganggu. 

Wanita dengan prolaps uteri mungkin merasakan benjolan saat duduk, pendarahan vagina, rahim menonjol keluar, perasaan berat pada panggul, inkontinensia urin, kesulitan buang air besar, hingga ketidaknyamanan pada panggul atau punggung bawah. 

Tahapan prolaps uteri berkembang dari turunnya rahim ke bagian atas vagina hingga seluruh rahim keluar.

Pencegahan dan Pengobatan

Pencegahan dan Pengobatan
Dok. Istimewa

Meskipun prolaps uteri umum terjadi, langkah-langkah dapat diambil untuk mengurangi risiko dan mencegahnya. 

1. Pertahankan berat badan yang sehat,
2. Berolahraga secara teratur,
3. Lakukan senam Kegel untuk memperkuat otot dasar panggul,
4. Berhenti merokok untuk mengurangi risiko batuk kronis,
5. Hindari sembelit atau buang air besar secara terpaksa.

Jika seseorang sudah mengalami prolaps uteri, pengobatan dapat dilakukan tanpa pembedahan, terutama untuk derajat prolaps rendah. Terapi yang umum dilakukan adalah senam Kegel. Namun, pencegahan tetap menjadi langkah terbaik, termasuk membatasi jumlah anak dan menjaga berat badan agar tetap ideal.

Prolaps uteri dapat memiliki dampak signifikan pada kesehatan dan kualitas hidup wanita.

Prolaps uteri dapat memiliki dampak signifikan pada kesehatan dan kualitas hidup wanita.
Dok. Istimewa

Nuring menjelaskan bahwa keluhan yang muncul melibatkan gangguan berkemih, saluran cerna, fungsi vagina, dan keluhan umum terkait prolaps. Gejala termasuk kesulitan buang air kecil, nyeri saat berhubungan seksual, dan rasa berat pada vagina.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Penting bagi perempuan untuk memahami prolaps uteri, mengenali gejalanya, dan mengambil langkah-langkah pencegahan. Dengan memahami faktor risiko dan melakukan perubahan gaya hidup yang sehat, perempuan dapat mengurangi risiko prolaps uteri dan menjaga kesehatan panggul mereka. 

Pencegahan adalah kunci, dan upaya untuk menjaga berat badan, berolahraga, dan menjalani hidup sehat dapat membantu menjaga organ panggul tetap kuat dan mendukung kesehatan reproduksi perempuan.

Pencegahan adalah kunci, dan upaya untuk menjaga berat badan, berolahraga, dan menjalani hidup sehat dapat membantu menjaga organ panggul tetap kuat dan mendukung kesehatan reproduksi perempuan.
Dok. Istimewa
Rekomendasi