5 Takjil Ramah Penderita Asam Lambung, Aman dan Menyehatkan

Menekan risiko peningkatan kadar asam lambung, berbagai pilihan takjil aman untuk berbuka puasa dapat menjadi alternatif bagi yang mengalami masalah lambung.

Eka Fadhila K. P.
Oleh Eka Fadhila K. P. - Reporter
5 Takjil Ramah Penderita Asam Lambung, Aman dan Menyehatkan
5 Takjil Ramah Penderita Asam Lambung, Aman dan Menyehatkan (Merdeka.com)

5 Takjil Ramah Penderita Asam Lambung, Aman dan Menyehatkan

Menekan risiko peningkatan kadar asam lambung, berbagai pilihan takjil aman untuk berbuka puasa dapat menjadi alternatif bagi yang mengalami masalah dengan asam lambung. Mari lihat apa saja!

Mencicipi beragam hidangan takjil saat berbuka puasa memang selalu menarik untuk dicoba.

Namun, sayangnya, bagi sebagian orang yang mengalami masalah kesehatan tertentu, seperti gangguan asam lambung, hal ini tidaklah mudah.

Pasalnya, beberapa jenis hidangan takjil berpotensi meningkatkan kadar asam lambung.


Meskipun begitu, bagi para individu yang berjuang dengan masalah asam lambung, tidak perlu terlalu cemas.

Ada lima jenis makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi dengan aman saat berbuka.

Berikut ini informasinya, yang dikutip dari beberapa sumber pada hari Kamis, 28 Maret 2024.

1. Buah Kurma

<b>1. Buah Kurma</b><br>
Dok. Istimewa

Kurma telah menjadi ikon bulan Ramadhan di mana konsumsinya sangat dianjurkan saat berbuka puasa. Selain anjuran agama, manfaat kesehatan dari kurma ternyata sangat beragam, salah satunya adalah kemampuannya dalam mencegah naiknya asam lambung.

Menurut laporan dari situs siloamhospitals.com, kurma mengandung kalium dan magnesium yang dapat mengurangi produksi asam lambung. Tidak hanya itu, kandungan antioksidan dalam kurma juga dapat menjaga kerongkongan dan lambung dari peradangan yang mungkin muncul akibat kenaikan asam lambung.

2. Air Kelapa Muda

<b>2. Air Kelapa Muda</b><br>
Dok. Istimewa

Air kelapa tidak hanya memberikan rasa segar, tetapi juga memiliki manfaat dalam mencegah naiknya asam lambung.

Hal ini disebabkan oleh sifat basanya yang dapat menurunkan tingkat keasaman lambung sehingga mencegah terjadinya reflux asam.

Selain itu, air kelapa juga dikenal sebagai minuman elektrolit yang dapat membantu mengembalikan cairan tubuh yang berkurang selama berpuasa ketika dikonsumsi saat berbuka.

3. Smoothies

<b>3. Smoothies</b>
Dok. Istimewa

Dengan kandungan serat yang melimpah, minuman smoothies yang terbuat dari buah-buahan rendah asam seperti pisang, apel, serta melon dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dan menghindari munculnya gejala asam lambung yang kambuh.

Sebagai alternatif makanan ringan saat berbuka, smoothies diyakini dapat dengan cepat mengembalikan stamina tubuh setelah berpuasa sepanjang hari, tanpa menimbulkan tekanan berlebih pada lambung.

4. Wedang Jahe

<b>4. Wedang Jahe</b><br>
Dok. Istimewa

Jahe memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan, terutama dalam menjaga kesehatan lambung. Konsumsi minuman jahe ketika berbuka puasa dapat membantu meredakan ketegangan lambung setelah berpuasa seharian tanpa makanan.

Berdasarkan informasi dari hellosehat.com, jahe mengandung senyawa fenolik yang bermanfaat dalam mengurangi iritasi saluran pencernaan serta mengurangi kontraksi otot lambung. Selain itu, sifat antiinflamasi jahe juga efektif dalam mencegah berbagai peradangan, termasuk radang lambung yang disebabkan oleh produksi asam lambung yang berlebihan.

5. Kolak Pisang

<b>5. Kolak Pisang</b><br>
Dok. Istimewa

Sebagai hidangan ringan tradisional Indonesia, kolak pisang sering kali menjadi pilihan yang umum di bulan Ramadhan.

Kekhasan rasanya yang lezat dan kandungan gizinya yang tinggi, membuatnya menjadi sumber energi yang baik untuk mengembalikan stamina setelah berpuasa.

Dari perspektif kesehatan, kolak pisang diyakini memiliki manfaat bagi penderita masalah lambung saat berbuka puasa. Buah pisang yang kaya serat dapat membantu melindungi dinding lambung dari kerusakan yang disebabkan oleh asam lambung.

Selain itu, beberapa sumber juga menyebutkan bahwa pisang mengandung pati resisten yang merangsang pertumbuhan bakteri sehat dalam usus, yang berkontribusi pada kesehatan pencernaan.

Gula aren dalam kuah kolak juga mengandung lemak sehat dan elektrolit, yang tidak hanya memberikan rasa manis tetapi juga mengembalikan energi tubuh tanpa memicu peningkatan produksi asam lambung.






Rekomendasi