5 Penyebab dan Cara Mencegah Lansia Sering Sembelit

Dokter mengungkap lima penyebab umum sembelit pada lansia serta tips pencegahan yang dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan kualitas hidup.

Ade Nasihudin Al Ansori
5 Penyebab dan Cara Mencegah Lansia Sering Sembelit
5 Penyebab Umum Sembelit pada Lansia, Salah Satunya Kebiasaan Tahan BAB. Foto dibuat oleh AI. (© 2026 Liputan6.com)

Sembelit pada lansia biasanya tidak muncul secara mendadak. Berbagai perubahan fisik dan kebiasaan yang terjadi seiring bertambahnya usia dapat mempengaruhi kondisi ini. Menurut Lucrezia Renata, seorang dokter spesialis penyakit dalam di RS EMC Cibitung dan Pekayon, terdapat lima penyebab utama sembelit pada lansia, yaitu:

Perlambatan Kerja Usus Akibat Penuaan

Seiring bertambahnya usia, fungsi otot-otot dalam saluran cerna mengalami penurunan secara alami. Hal ini menyebabkan gerakan peristaltik usus kontraksi yang mendorong tinja keluar menjadi lebih lambat. Akibatnya, tinja menghabiskan waktu lebih lama di usus besar dan menjadi lebih keras karena penyerapan air yang berlebihan.

Penurunan Aktivitas Fisik

Banyak lansia yang mengalami penurunan aktivitas fisik disebabkan oleh keterbatasan mobilitas, nyeri sendi, atau kondisi kesehatan tertentu. Padahal, aktivitas fisik sangat penting untuk merangsang fungsi usus. "Kurangnya pergerakan dapat memperlambat sistem pencernaan dan memicu sembelit," ungkap Lucrezia, seperti yang dikutip dari laman EMC pada Sabtu (17/1).

Perubahan Pola Makan dan Asupan Cairan

Asupan serat yang rendah dan kurangnya cairan juga menjadi penyebab umum sembelit pada lansia. Banyak lansia yang cenderung mengurangi makan karena nafsu makan yang menurun, kesulitan saat mengunyah, atau adanya pantangan terhadap makanan tertentu. Kekurangan serat dan cairan ini membuat tinja menjadi keras dan sulit untuk dikeluarkan.

Sensitivitas Rektum yang Menurun

Seiring bertambahnya usia, kemampuan rektum untuk merespons rangsangan dari tinja cenderung menurun. Akibatnya, lansia mungkin tidak merasakan dorongan untuk buang air besar meskipun tinja sudah berada di dalam rektum, sehingga proses buang air besar menjadi tertunda.

Kebiasaan Menahan Buang Air Besar dapat memperburuk masalah sembelit, terutama jika dilakukan secara terus-menerus. Menahan buang air besar bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti ketidaknyamanan, keterbatasan mobilitas, atau kurangnya akses ke toilet yang layak. Jika kebiasaan ini berlangsung lama, refleks untuk buang air besar akan semakin melemah, sehingga sembelit menjadi lebih sulit diatasi. "Dengan mengenali penyebabnya sejak dini, Anda dapat membantu lansia menerapkan pola hidup yang lebih sehat dan mencegah komplikasi yang dapat mengganggu kualitas hidup," ujar Lucrezia.

Upayakan Pencegahan Sembelit pada Lansia

Pencegahan dan penanganan awal terhadap sembelit pada lansia sangat krusial untuk menghindari keluhan yang berulang serta komplikasi yang lebih serius. Ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk membantu mengatasi sembelit pada kelompok usia ini.

Meningkatkan Asupan Serat dan Cairan

Lansia disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh. Dengan memenuhi kebutuhan serat yang memadai, sistem pencernaan dapat berfungsi lebih efisien dan teratur. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa asupan cairan harian, terutama air putih, cukup agar tinja tetap lunak dan mudah dikeluarkan.

Meningkatkan Aktivitas Fisik Ringan

Aktivitas fisik yang ringan, seperti berjalan kaki, senam untuk lansia, atau melakukan peregangan secara rutin, dapat membantu merangsang kerja usus. Pergerakan tubuh sangat berperan dalam memperlancar proses pencernaan. Pastikan untuk melakukan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuan dan kondisi kesehatan lansia agar tetap aman dan nyaman.

Biasakan Punya Jadwal Rutin dalam BAB

Membiasakan diri untuk buang air besar secara teratur sangat penting untuk melatih refleks alami usus. Umumnya, waktu yang paling tepat untuk melakukannya adalah setelah makan, terutama di pagi hari. Sebaiknya, jangan menunda keinginan untuk buang air besar, karena kebiasaan menahan diri dapat memperburuk masalah sembelit.

Konsultasi Medis Bila Sembelit Berulang Jika sembelit terjadi secara berulang, berlangsung dalam waktu yang lama, atau disertai dengan gejala lain seperti nyeri perut yang parah, penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, atau adanya perdarahan saat buang air besar, segera lakukan konsultasi dengan dokter. Dokter akan membantu mendiagnosis penyebabnya dan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi lansia.

Rekomendasi