Mau Tidur Lebih Nyenyak? Coba Jalan Nyeker di Pagi atau Sore Hari Bisa Membantu Tidur Lebih Baik

Berjalan tanpa alas kaki di alam, atau grounding, dipercaya membantu tidur lebih nyenyak dan mengurangi stres secara alami.

Rahma Aisy
Oleh Rahma Aisy - Reporter
Mau Tidur Lebih Nyenyak? Coba Jalan Nyeker di Pagi atau Sore Hari Bisa Membantu Tidur Lebih Baik
Mau Tidur Lebih Nyenyak? Coba Jalan Nyeker di Pagi atau Sore Hari Bisa Membantu Tidur Lebih Baik (Merdeka.com)

Pernahkah Anda merasakan ketenangan yang tak terduga saat berjalan tanpa alas kaki di atas rumput pagi hari? Atau merasa lebih ringan ketika berdiri di bibir pantai, membiarkan kaki Anda terendam air laut? Jika iya, bisa jadi Anda telah melakukan apa yang kini populer disebut sebagai grounding atau earthing—praktik menyentuhkan tubuh langsung ke permukaan bumi yang diyakini memberikan manfaat bagi kesehatan, termasuk meningkatkan kualitas tidur.

Di era modern, hubungan kita dengan alam semakin terputus oleh lantai semen, aspal, dan sepatu karet yang kita gunakan setiap hari. Ironisnya, ketika teknologi berkembang pesat, justru melalui media sosial seperti TikTok, praktik kuno ini kembali populer dengan berbagai klaim kesehatan yang menyertainya. Salah satunya adalah kemampuan grounding untuk membantu tidur lebih nyenyak, mengurangi stres, bahkan mempercepat pemulihan tubuh.

Meski terdengar seperti tren viral semata, benarkah praktik jalan nyeker bisa menjadi solusi alami bagi masalah sulit tidur? Apa kata sains soal kebiasaan sederhana ini? Berikut ulasan lengkapnya berdasarkan riset ilmiah terkini dan pandangan para ahli.

Grounding: Menghubungkan Tubuh ke Bumi untuk Tidur Lebih Nyenyak

Grounding atau earthing merujuk pada praktik menyentuhkan kulit—terutama telapak kaki, tangan, atau tubuh—langsung ke permukaan bumi seperti tanah, rumput, pasir, atau air alami. Konsep ini berakar dari pandangan bahwa tubuh manusia bersifat konduktif, sehingga mampu menyalurkan arus listrik halus dari dan ke permukaan bumi. Dalam konteks medis, ini diyakini dapat menyeimbangkan sistem biologis tubuh.

Beberapa ilmuwan dan peneliti mengemukakan bahwa grounding membantu mengurangi ketegangan otot, peradangan, dan stres oksidatif. Bahkan, sebagian besar pendukung teori ini mengklaim bahwa grounding memiliki efek menenangkan sistem saraf dan membantu mengatur ritme sirkadian—jam biologis tubuh yang berperan penting dalam siklus tidur dan bangun.

Dalam sebuah studi terbaru dari Korea pada tahun 2025, peneliti merekrut 60 peserta dan membagi mereka menjadi dua kelompok. Setengahnya menggunakan alas tidur khusus yang memiliki teknologi grounding, sementara sisanya menggunakan alas serupa tanpa kemampuan konduktif. Setelah 31 hari, kelompok yang menggunakan alas grounding diketahui mengalami peningkatan durasi tidur yang lebih panjang dibanding kelompok kontrol.

Studi tersebut juga mengamati tingkat insomnia, kualitas tidur, rasa kantuk di siang hari, dan tingkat stres. Hasilnya, meskipun kedua kelompok menunjukkan peningkatan secara keseluruhan, hanya kelompok yang menggunakan alas grounding yang menunjukkan penurunan signifikan dalam keparahan insomnia—meskipun perbedaan tersebut telah muncul sejak awal studi.

Jalan Nyeker dan Alam Terbuka: Alternatif Murah dan Alami

ilustrasi jalan kaki tanpa alas kaki
ilustrasi jalan kaki tanpa alas kaki google/fordem

Jika membeli teknologi seperti alas tidur grounding terasa memberatkan (harga pasarannya bisa mencapai Rp300.000 hingga jutaan rupiah), sebenarnya ada cara sederhana dan gratis yang bisa Anda lakukan: berjalan tanpa alas kaki di pagi atau sore hari. Aktivitas ini memungkinkan tubuh Anda melakukan kontak langsung dengan bumi, persis seperti yang dilakukan leluhur kita sebelum sepatu dan rumah modern ditemukan.

Banyak individu yang rutin melakukan jalan kaki tanpa alas kaki melaporkan berkurangnya stres, suasana hati yang lebih tenang, dan perasaan rileks menjelang tidur. Meskipun bukti ilmiah untuk grounding di luar ruangan belum sepenuhnya kuat, kegiatan ini tetap memberikan manfaat lain yang signifikan. Paparan sinar matahari pagi atau senja membantu tubuh memproduksi melatonin secara alami—hormon yang berperan penting dalam mengatur siklus tidur.

Selain itu, interaksi dengan alam secara langsung memiliki efek psikologis yang positif. Beberapa studi menunjukkan bahwa berada di ruang terbuka hijau dapat menurunkan kadar hormon stres (kortisol), memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan fokus mental. Kombinasi efek tersebut turut memperbaiki kualitas tidur secara keseluruhan, menjadikan jalan nyeker sebagai ritual sehat sebelum tidur.

Bukti Ilmiah Lain: Tidur Lebih Nyenyak dan Pemulihan Lebih Cepat

Tak hanya soal tidur, grounding juga dikaitkan dengan pemulihan tubuh pasca olahraga atau aktivitas fisik berat. Sebuah studi tahun 2019 menunjukkan bahwa peserta yang tidur menggunakan alas grounding setelah latihan intens mengalami nyeri otot yang lebih ringan dan penurunan tingkat peradangan dalam darah dibandingkan kelompok yang tidak melakukan grounding.

Dalam konteks tidur, studi lainnya dari Taiwan pada tahun 2022 juga menemukan hasil serupa. Penelitian ini melibatkan pasien Alzheimer yang menggunakan alas grounding selama 30 menit lima kali seminggu. Hasilnya, pasien menunjukkan peningkatan kualitas tidur yang signifikan. Meski tidak ada perubahan signifikan dalam kecemasan atau depresi, efek menenangkan dari grounding terbukti berdampak pada durasi dan kedalaman tidur.

Meskipun hasil riset ini menjanjikan, para peneliti tetap menekankan bahwa penelitian tentang grounding masih dalam tahap awal. Banyak variabel yang belum dijelaskan secara mendalam, dan hasilnya belum dapat digeneralisasi pada seluruh populasi. Namun, yang pasti, tidak ditemukan efek samping negatif dari praktik ini.

Tidak Harus Teknologi Mahal, Bisa Dimulai dari Langkah Kecil

Bagi Anda yang ingin mencoba grounding, tidak perlu langsung membeli peralatan mahal. Cobalah mulai dari langkah-langkah kecil namun konsisten. Misalnya, alokasikan waktu 15-30 menit setiap pagi atau sore untuk berjalan tanpa alas kaki di halaman rumah, taman kota, atau pinggir pantai. Gunakan waktu itu untuk benar-benar hadir dan merasakan sentuhan bumi di bawah kaki Anda—latihan mindfulness alami yang efektif.

Jika Anda tertarik mencoba teknologi seperti alas grounding, pastikan produk tersebut telah diuji secara aman dan memiliki koneksi ground yang benar melalui terminal listrik. Namun, ingat bahwa efektivitasnya masih dalam tahap penelitian, dan manfaat terbesar tetap datang dari gaya hidup sehat secara keseluruhan: tidur cukup, makan bergizi, olahraga rutin, serta manajemen stres yang baik.

Penting juga untuk diingat bahwa jika Anda mengalami gangguan tidur yang berlangsung lama, seperti insomnia berat, sering terbangun tengah malam, atau rasa kantuk ekstrem di siang hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter atau ahli tidur. Grounding bisa menjadi pendukung, tetapi bukan pengganti perawatan medis.

Mencari tidur nyenyak di tengah tekanan hidup modern memang tidak mudah. Banyak orang beralih ke obat, teknologi canggih, atau terapi mahal demi menemukan kembali tidur alami yang menenangkan. Namun siapa sangka, solusi itu bisa jadi hanya sejauh selangkah kaki—secara harfiah.

Dengan berjalan nyeker di pagi atau sore hari, tubuh Anda berkesempatan untuk kembali terhubung dengan bumi. Praktik sederhana ini tak hanya menenangkan pikiran, tetapi juga berpotensi mendukung kualitas tidur. Meski sains belum sepenuhnya selesai membuktikannya, manfaat psikologis dan biologis dari menyentuh tanah tetap terasa nyata.

Jadi, sebelum Anda mengeluh susah tidur malam ini, mungkin sudah waktunya melepas sepatu, melangkah ke luar, dan membiarkan bumi membantu Anda beristirahat lebih baik.

Rekomendasi