Dokter spesialis bedah umum onkologi, Bajuadji, menjelaskan bahwa gejala awal kanker payudara dapat bervariasi. Tanda yang paling umum adalah munculnya benjolan di area payudara atau ketiak. Namun, Bajuadji juga menekankan pentingnya untuk memperhatikan gejala kanker payudara lainnya, seperti:
- Penebalan di payudara atau ketiak
- Perubahan ukuran dan bentuk payudara
- Puting yang tertekan ke dalam atau mengeluarkan cairan yang tidak normal
- Perubahan pada kulit payudara, seperti kemerahan, berkerut, atau tampak seperti kulit jeruk.
- Rasa nyeri yang tidak kunjung reda di area payudara.
“Jika mengalami gejala ini, segera periksakan diri ke dokter untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat,” ungkap dokter yang berpraktik di RS Bethsaida Hospital Gading Serpong, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber pada, Rabu(9/4/2025).
Advertisement
Pemeriksaan Tambahan diperlukan untuk Memastikan Diagnosis Kanker Payudara
1. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan ini dilakukan pada payudara dan ketiak untuk mendeteksi adanya benjolan atau perubahan mencurigakan lainnya.
2. Mammografi
Pemindaian dengan menggunakan sinar-X bertujuan untuk mendeteksi kelainan atau massa yang tidak normal pada jaringan payudara.
3. USG Payudara
Pemeriksaan ini digunakan untuk membedakan antara benjolan berisi cairan (kista) dan massa padat yang memiliki potensi kanker.
4. Biopsi
Prosedur yang dilakukan untuk mengambil sampel jaringan dari payudara. Tujuannya adalah untuk memeriksa sampel tersebut di laboratorium guna memastikan apakah terdapat sel kanker atau tidak.
5. MRI Payudara
Berfungsi untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi jaringan payudara. "Digunakan untuk memberikan gambaran lebih rinci tentang kondisi jaringan payudara, terutama jika hasil pemeriksaan lain masih meragukan," kata Bajuadji dalam keterangan tertulis.
Advertisement
Pemeriksaan Rutin dapat Menyelamatkan Nyawa dari Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling umum di Indonesia pada tahun 2022, berdasarkan data dari Globocan. Oleh karena itu, Bajuadji mengingatkan pentingnya melakukan skrining secara rutin. Skrining dapat dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan payudara secara mandiri (SADARI) setiap bulan setelah menstruasi. Selain itu, sangat dianjurkan untuk menjalani skrining medis secara teratur, seperti mammografi atau USG. Apabila terdapat gejala yang mencurigakan, pemeriksaan lebih lanjut seperti biopsi atau MRI bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis.
"Deteksi dini adalah kunci utama dalam penanganan kanker payudara. Dengan skrining rutin seperti mammografi dan USG payudara, kita dapat menemukan kanker dalam tahap awal sehingga peluang kesembuhan lebih tinggi," ujar Bajuadji. Melalui langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan payudara mereka. Kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan ini dapat membantu menurunkan angka kejadian kanker payudara dan meningkatkan kualitas hidup para pasien.
Advertisement
Peluang Kesembuhan Kanker Payudara Stadium I mencapai 98 Persen
Deteksi dini kanker payudara meningkatkan peluang kesembuhan. Pada stadium awal, seperti stadium I, tingkat kesembuhan dapat mencapai 98 persen. Penting untuk memahami berbagai stadium kanker payudara serta metode penanganannya:
- Stadium 0 (Karsinoma in situ) -- Pada tahap ini, sel kanker hanya terdapat di saluran susu. Penanganan yang umum dilakukan adalah lumpektomi atau mastektomi untuk mencegah perkembangan lebih lanjut.
- Stadium I -- Tumor berukuran 2 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening. "Dapat diatasi dengan Breast Conserving Surgery (BCS) atau mastektomi parsial, dengan tingkat kesembuhan 98-99%," ujar Bajuadji.
- Stadium II -- Tumor lebih besar dari 2 cm atau telah menyebar ke kelenjar getah bening. Penanganan yang dilakukan meliputi BCS, kemoterapi, atau radiasi, dengan tingkat kesembuhan berkisar antara 70 hingga 80%.
- Stadium III -- Tumor berukuran 4-6 cm dengan penyebaran yang lebih luas ke kelenjar getah bening atau jaringan di sekitarnya. Pengobatan yang dilakukan biasanya mencakup kemoterapi, radiasi, dan mastektomi, dengan tingkat kesembuhan 40-60%.
- Stadium IV -- Pada tahap ini, kanker telah menyebar ke organ lain (metastasis) seperti paru-paru, hati, tulang, dan otak. Penanganan yang diterapkan meliputi kemoterapi, radiasi, serta pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi pasien, dengan tingkat kesembuhan 20-30%.
Advertisement
Kondisi Pasien Kanker Payudara Bervariasi
Bajuadji menekankan bahwa setiap pasien yang menderita kanker payudara memiliki kondisi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pengobatan yang diberikan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. "Setiap pasien memiliki kondisi yang unik, sehingga pengobatan kanker payudara harus disesuaikan dengan stadium dan karakteristik penyakitnya. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter spesialis sangat penting untuk menentukan terapi terbaik bagi pasien," ungkap Bajuadji.
Deteksi dini menjadi faktor kunci dalam penanganan kanker payudara. Untuk itu, keberadaan layanan onkologi yang menyeluruh, mulai dari skrining, diagnosis, hingga pengobatan yang komprehensif, sangat penting. "Klinik Bedah Umum Onkologi di Bethsaida Hospital Gading Serpong telah dilengkapi dengan fasilitas canggih untuk mendukung deteksi dini, diagnosis, hingga pengobatan kanker payudara secara komprehensif," tambah dokter Pitono, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.