Kabar duka datang dari dunia hiburan Asia. Barbie Hsu, aktris asal Taiwan yang dikenal luas melalui perannya sebagai Sancai dalam drama legendaris Meteor Garden (2001), dikonfirmasi meninggal dunia pada usia 48 tahun.
Kepergian mendadaknya terjadi saat ia sedang berlibur bersama keluarganya di Jepang dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek. Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis oleh agensinya, penyebab kematian Barbie Hsu adalah pneumonia yang dipicu oleh influenza. Mengapa kondisi flu yang dialaminya bisa secepat itu menjadi pneumonia dan menyebabkan kematian?
Advertisement
Flu yang Bisa Berujung Kematian
Banyak orang menganggap flu sebagai penyakit ringan yang akan sembuh dalam beberapa hari. Namun, dalam kasus tertentu, flu dapat berkembang menjadi komplikasi serius, seperti pneumonia, yang berakibat fatal. Dilansir dari Healthline, "Kebanyakan orang yang terserang flu pulih dalam waktu seminggu. Sebagian orang, seperti anak kecil, orang dewasa yang lebih tua, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, mungkin berisiko meninggal karena flu."
Influenza musiman adalah infeksi virus yang menyebar dengan cepat, terutama saat musim gugur dan puncaknya di musim dingin. Meskipun kebanyakan kasus flu sembuh dengan sendirinya, beberapa orang mengalami komplikasi serius yang berakibat fatal. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pada musim flu 2017–2018, diperkirakan terdapat 61.100 kematian akibat influenza di Amerika Serikat.
Namun, sulit untuk melacak jumlah pasti kasus flu yang menyebabkan kematian karena tidak semua negara atau daerah melaporkan data lengkap tentang kematian akibat flu. Banyak orang dewasa yang tidak menjalani tes flu ketika sakit, sehingga penyebab kematian mereka sering kali dikaitkan dengan penyakit lain yang berhubungan dengan flu, seperti pneumonia.
Advertisement
Bagaimana Flu Bisa Mematikan?
Gejala awal flu sering kali disalahartikan sebagai pilek biasa karena kemiripannya, seperti batuk, bersin, hidung tersumbat, suara serak, dan sakit tenggorokan. Namun, flu dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti pneumonia atau memperburuk penyakit kronis yang sudah ada, seperti chronic obstructive pulmonary disease (COPD) dan gagal jantung kongestif.
Flu bisa langsung menyebabkan kematian ketika virus memicu peradangan parah di paru-paru, mengakibatkan kegagalan pernapasan karena paru-paru tidak mampu mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Selain itu, flu juga dapat menyebabkan peradangan di otak, jantung, atau otot, yang berisiko menyebabkan sepsis, suatu kondisi darurat medis yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Komplikasi lain yang dapat mematikan adalah infeksi sekunder. Jika seseorang mengalami infeksi bakteri tambahan saat sedang flu, bakteri tersebut bisa masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan sepsis yang dapat berujung pada kegagalan organ.
Advertisement
Gejala Flu yang Bisa Berbahaya
Gejala flu yang mengindikasikan kondisi gawat darurat meliputi:
Sesak napas atau kesulitan bernapas
Kebingungan atau disorientasi
Pusing secara tiba-tiba
Nyeri perut atau dada yang parah
Muntah berulang yang tak kunjung reda
Gejala Bahaya pada Bayi dan Anak
Sementara itu, pada bayi dan anak-anak, tanda bahaya yang harus diwaspadai antara lain:
Demam lebih dari 38°C pada bayi berusia di bawah 3 bulan
Berkurangnya frekuensi buang air kecil
Sulit makan atau minum
Tidak bisa menangis dengan normal (tidak mengeluarkan air mata)
Kejang atau kejang demam
Napas cepat dan sulit
Kulit kebiruan
Sulit dibangunkan atau kurang responsif
Advertisement
Siapa yang Berisiko Tinggi Meninggal Akibat Flu?
Meskipun flu bisa menyerang siapa saja, kelompok tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius hingga kematian. Mereka yang paling rentan terhadap dampak fatal flu meliputi:
Anak-anak di bawah 5 tahun, terutama yang berusia di bawah 2 tahun
Lansia di atas 65 tahun
Anak-anak dan remaja yang mengonsumsi obat berbasis aspirin atau salisilat
Wanita hamil atau yang baru melahirkan dalam dua minggu terakhir
Penderita penyakit kronis seperti diabetes, asma, atau gangguan jantung
Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita kanker, HIV/AIDS, atau penerima transplantasi organ
Orang dengan indeks massa tubuh (BMI) di atas 40
Mereka yang tinggal di lingkungan padat seperti panti jompo, asrama, atau barak militer
Bagi lansia, flu lebih berbahaya karena sering kali mereka memiliki penyakit kronis yang memperburuk kondisi tubuh saat terinfeksi. Sementara itu, anak-anak rentan mengalami respons imun yang berlebihan terhadap flu yang belum pernah mereka alami sebelumnya, yang dapat menyebabkan komplikasi serius.
Advertisement
Cara Mencegah Komplikasi Flu
Agar terhindar dari komplikasi flu yang bisa berujung kematian, penting untuk mengenali gejala flu yang memburuk dan segera mencari pertolongan medis. Merasa sesak napas bukanlah gejala flu biasa, dan jika kondisi tubuh semakin memburuk, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Gejala flu biasanya berlangsung selama seminggu dan bisa diatasi dengan perawatan di rumah, seperti mengonsumsi obat pereda nyeri, demam, dan hidung tersumbat. Namun, jika gejala semakin parah atau berlangsung lebih lama dari biasanya, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis.
Dalam beberapa kasus, dokter dapat meresepkan obat antivirus jika flu terdiagnosis lebih awal. Obat ini dapat mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius.
Meskipun flu sering kali dianggap sebagai penyakit ringan, kenyataannya flu dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia, yang berakibat fatal. Mencegah flu dengan vaksinasi tahunan adalah langkah terbaik untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar kita.