Catat Beberapa Hal yang Perlu Anda Siapkan Saat Isolasi Mandiri

Pasien positif COVID-19 yang tidak memiliki gejala maupun memiliki gejala ringan, seperti demam dan batuk diimbau untuk melakukan isolasi mandiri. Isolasi mandiri merupakan tindakan mengasingkan diri dalam suatu ruangan atau rumah sendiri untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Catat Beberapa Hal yang Perlu Anda Siapkan Saat Isolasi Mandiri
Isolasi mandiri pasien Covid-19 di Stadion Patriot. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Keberadaan varian omicron yang muncul dan menyebar membuat jumlah kasus penularan COVID-19 menjadi tidak terkendali. Setelah sempat menurun, angka penularan COVID-19 akhir-akhir ini naik secara drastis.

Pasien positif COVID-19 yang tidak memiliki gejala maupun memiliki gejala ringan, seperti demam dan batuk diimbau untuk melakukan isolasi mandiri. Isolasi mandiri merupakan tindakan mengasingkan diri dalam suatu ruangan atau rumah sendiri untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Rumah dapat menjadi salah satu titik penyebaran COVID-19. Jika tidak menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, isolasi mandiri dapat berubah menjadi petaka.Maka dari itu, Isolasi mandiri tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Apa saja hal tersebut? Simak pembahasannya di bawah ini.

1. Ruangan

Ruangan yang digunakan untuk isolasi mandiri harus mempunyai aliran udara dan pencahayaan yang baik. Hal ini ditujukan agar udara dapat berputar sehingga virus tidak menumpuk di dalam ruangan.

Jika berada dalam satu ruangan dengan pengasuh yang tidak terinfeksi, maka beri jarak tempat tidur minimal 2 meter. Dengan begitu, risiko penularan COVID-19 menjadi lebih rendah.

2. Gunakan Kamar Mandi secara Terpisah

Untuk kamar mandi, sebaiknya menggunakan kamar mandi secara terpisah untuk meminimalisir adanya penularan virus melalui udara. Jika tidak memungkinkan, maka Anda dapat menggunakan kamar mandi yang sama setelah disemprot dengan disinfektan.

3. Alat Mandi dan Alat Makan Terpisah

Penderita yang terpapar dan keluarga juga harus menggunakan alat mandi dan alat makan yang berbeda. Tidak bisa menggunakan alat makan yang sama karena akan meningkatkan risiko penularan COVID-19.

4. Alat Kesehatan

Siapkan beberapa alat kesehatan untuk memantau kesehatan secara berkala. Dengan begitu, Anda bisa mencegah berbagai masalah kesehatan yang tidak terdeteksi sebelumnya. Alat-alat kesehatan yang perlu disiapkan antara lain adalah termometer, oximeter (pengukur saturasi oksigen), dan jam untuk mengukur frekuensi napas.

5. Fasilitas Cuci Tangan dan Tempat Sampah Tertutup

Anda perlu menyiapkan fasilitas cuci tangan, seperti air bersih, sabun dan hand sanitizer untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Gunakan juga tempat sampah tertutup agar virus dan bakteri tidak menyebar keluar dari tempat sampah.

6. Masker dalam Jumlah yang Cukup

Saat menjalani isolasi mandiri ataupun ketika ada keluarga yang terpapar COVID-19, sebaiknya selalu gunakan masker di dalam rumah. Pastikan Anda tidak kehabisan persediaan masker untuk kebutuhan isolasi mandiri di rumah.

7. Obat-obatan dan Vitamin

Konsumsi obat dapat menjadi salah satu cara meredakan penyakit. Obat dan vitamin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga bisa melawan infeksi virus yang ada di dalam tubuh.

Terdapat beberapa obat yang perlu disiapkan ketika Anda menjalani isolasi mandiri, yaitu parasetamol, vitamin C, vitamin D3, dan zinc. Konsumsi obat dan vitamin tersebut secukupnya dan jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter.

Untuk mendapatkan obat-obatan selama isolasi mandiri, Anda bisa menghubungi puskesmas terdekat. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan link https://farmaplus.kemkes.go/id untuk memantau ketersediaan obat di apotek

8. Ketentuan untuk Pengasuh Saat Isolasi Mandiri

Orang tua atau pengasuh negatif COVID-19 yang dapat mengasuh anak adalah orang yang tidak memiliki komorbid dan bukan kelompok lanjut usia. Pengasuh harus menjalankan protokol kesehatan dan memberikan dukungan psikologis kepada anak.

Jika orang tua dan anak berbeda status COVID-19, maka disarankan untuk memberikan jarak tidur sebesar 2 meter dengan kasur terpisah. Orang tua atau pengasuh juga turut melakukan isolasi dan tidak disarankan untuk berganti orang.

Melakukan isolasi mandiri merupakan hal yang tampak mudah. Namun, jika tidak melaksanakannya dengan benar dapat membuat proses penyembuhan semakin lama. Bahkan keluarga lain dapat tertular apabila selama isolasi mandiri protokol kesehatan tidak dijalankan dengan tertib. Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam melakukan isolasi mandiri.

Reporter: Aulia Fitriana 

Rekomendasi