Mengenal lebih dekat apa itu Hypersexuality Disorder

Sabtu, 8 Oktober 2016 00:01 Reporter : Yoga Tri Priyanto
Mengenal lebih dekat apa itu Hypersexuality Disorder Ilustrasi seks. ©Shutterstock/conrado

Merdeka.com - Keinginan seksual atau berhubungan seks bagi manusia adalah hal yang wajar. Akan tetapi apa yang terjadi apabila keinginan tersebut ternyata sangat besar?

Beberapa orang menyebutnya sebagai Hypersexuality Disorder alias kecanduan seks. Dalam istilah medis, gangguan ini benar-benar susah sekali untuk dikendalikan orang penderitanya. Biasanya, orang yang terjangkit gangguan ini akan terus menerus sibuk dengan fantasi seksual dan selalu menyiapkan diri untuk berhubungan seks, entah dengan siapapun saat dia sedang ingin melakukan.

Hypersexuality disorder adalah gangguan kontrol impuls yang serius dan dapat mengakibatkan kerusakan besar pada kesehatan seseorang dan kehidupannya secara umum. Mereka yang menderita gangguan ini pun harus mendapatkan bantuan dari para ahli untuk memberikan dukungan emosional.

Nah, berikut ini adalah fakta-fakta dibalik Hypersexuality Disorder yang akan membuka mata Anda tentang keberadaan mereka.

1 dari 7 halaman

Fakta pertama

Ilustrasi seks. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Penderita hypersexuality disorder biasanya memang sangat menikmati tontonan berbau pornografi atau video porno. Bahkan tidak jarang dia melakukan masturbasi secara kompulsif. Hal ini terjadi akibat dirinya tidak dapat menemukan mitra ketika dorongan nafsu menguasai otaknya.

2 dari 7 halaman

Fakta kedua

Ilustrasi seks. ©2015 Merdeka.com

Biasanya penderita hypersexuality disorder mengalami depresi, kecemasan, dan kesepian karena mereka tidak mampu menemukan pasangan jangka panjang. Bagi mereka ini sangat menyiksa.

3 dari 7 halaman

Fakta ketiga

Ilustrasi seks. ©2015 Merdeka.com

Meskipun penyakit ini masuk dalam gangguan mental yang terpisah dalam dirinya, namun gejala hypersexuality disorder ternyata juga ditemukan pada orang yang menderita penyakit Parkinson. Wah, ini adalah fakta yang cukup unik, bukan?

4 dari 7 halaman

Fakta keempat

Ilustrasi seks. ©Shutterstock/conrado

Orang yang menderita gangguan ini bisanya berlagak sangat cool dan santai ketika melihat seseorang yang dirasa adalah 'target' atau sasaran fantasinya. Dia tidak akan sama sekali memperlihatkan keinginan seksualnya kepada orang tersebut.

Akan tetapi, dia berusaha memikat orang tersebut dalam diam dan meyakin bahwa orang tersebut suatu saat nanti akan menjadi miliknya. Jika tidak terjadi, maka dia cenderung menjadikan orang tersebut sebagai bahan fantasi seksnya.

5 dari 7 halaman

Fakta kelima

Ilustrasi seks. ©2015 Merdeka.com

Sayangnya, penyebab dari pengembangan hypersexuality disorder ini hingga sekarang masih belum ditemukan. Namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa gangguan mental tersebut bisa terjadi hasil dari ketidakseimbangan dalam kimia otak atau hormon dan juga akibat pelecehan seksual. Trauma masa kecil juga termasuk dalam dugaan penyebab penyakit ini.

6 dari 7 halaman

Fakta keenam

Ilustrasi seks. ©Shutterstock/Wallenrock

Orang dengan gangguan mental ini berada pada risiko pengembangan penyakit menular seksual. Hal ini disebabkan oleh seringnya mereka berhubungan seks dengan orang yang tidak dikenal, mungkin juga PSK, dan tidak menggunakan pengaman atau kondom.

7 dari 7 halaman

Faka ketujuh

Ilustrasi seks. ©Shutterstock/Vasilchenko Nikita

Kabar baiknya adalah, hypersexuality disorder ternyata dapat disembuhkan meskipun tidak sepenuhnya. Mungkin lebih tepatnya mengurangi saja. Beberapa caranya adalah dengan obat-obatan dan juga terapi perilaku.

  [ega]

Baca juga:
Apa itu Sexomnia? Benarkah Sexomnia benar-benar ada?
Apa kelainan seks bisa disembuhkan?
Apa itu kelainan seksual?
Ini tuntunan hubungan seks yang benar dalam agama

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini