Ketahui Kapan Pasien COVID-19 Bisa Usai Menjalani Isolasi Mandiri

Senin, 12 Juli 2021 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ketahui Kapan Pasien COVID-19 Bisa Usai Menjalani Isolasi Mandiri Aktivitas Pasien Covid-19 Saat Isolasi Mandiri di Rumah. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Pada pasien COVID-19 kondisi ringan dan tanpa gejala, melakukan isolasi mandiri di rumah merupakan hal yang paling mudah dilakukan. Walau begitu, banyak yang bertanya-tanya kapankah bisa mengakhiri isolasi mandiri ini.

Beberapa orang bertanya-tanya apakah isolasi mandiri bisa berhenti dilakukan setelah hasil swab PCR negatif, ataukah ketika sudah lewat waktu tertentu. Praktisi klinik, edukator pengamat kesehatan dan relawan COVID-19 dr. Muhamad Fajri Adda'i mengatakan bahwa pasien COVID-19 bisa melepas masa isolasi atau dikatakan "sembuh" jika sudah 10 hari plus 3 hari gejala hilang.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada ini mengatakan penetapan jumlah hari isolasi tersebut merupakan pedoman terbaru yang dipakai oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sedangkan untuk pasien COVID-19 dengan gejala berat bisa mengatakan waktu yang lebih lama.

"Pertanyaannya, kalau gejalanya 5 hari sudah hilang, terus PCR-nya negatif harus tetap karantina? Dia tetap harus nunggu sampai 10 terus ditambah 3 hari, baru hari ke-14 dia baru boleh selesai isolasi, walaupun enggak pakai tes PCR lagi," ujar dr. Fajri dilansir dari Antara.

Pedoman kesehatan yang dikeluarkan oleh CDC juga menyebutkan bahwa untuk mengakhiri masa isolasi tidak dibutuhkan lagi tes usap. Akan tetapi, idealnya seorang pasien COVID-19 harus berkonsultasi dulu kepada dokter khususnya yang melakukan isolasi mandiri sebelum dinyatakan bebas virus corona.

"Dasarnya kenapa enggak perlu dicek ulang, karena kalau udah lebih dari 14 hari, resiko penularannya itu kecil. CT value atau PCR positif bisa sampai 3 bulan kedepan," kata dr. Fajri.

"Kecuali ada gejala. Misalnya hari ke-10 udah sembuh eh hari ke-15 batuk lagi, demam lagi, menggigil lagi, itu harus dicek, boleh dicek ulang asal ada indikasinya, kalau normal-normal aja ya sudah," imbuhnya.

Baca Selanjutnya: Bedakan Gejala Ringan dan Gejala...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini