Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gejala demam berdarah pada anak-anak, remaja, dewasa dan pertolongan pertamanya

Gejala demam berdarah pada anak-anak, remaja, dewasa dan pertolongan pertamanya ilustrasi demam berdarah. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit yang cukup sering terjadi di Indonesia. Sebabnya penyakit ini muncul karena gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sering ditemui di daerah tropis seperti Indonesia.

Sebenarnya demam dengue dan demam berdarah adalah 2 hal yang berbeda. Menurut beberapa penelitian, demam berdarah dengue diawali dari demam dengue yang kemudian memunculkan komplikasi menjadi dengue hemorrhagic fever atau demam berdarah dengue atau DBD.

ilustrasi nyamuk

Ilustrasi nyamuk Shutterstock/Gallinago_media

Ketika tidak ditangani dengan baik, demam dengue akan memunculkan beberapa gejala. Umumnya gejala demam berdarah yang terjadi adalah naiknya suhu tubuh menjadi sangat tinggi, sakit kepala, nyeri sendi dan nyeri otot. Dalam level yang parah, gejala demam berdarah meliputi kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah darah, keluarnya darah dari gusi dan hidung, sulit bernapas, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri di perut.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa gejala demam berdarah menurut kelompok usia.

Gejala demam berdarah pada balita dan anak

Penyakit demam berdarah pada balita dan anak cukup sering terjadi. Bahkan seringkali penyakit ini merenggut nyawa balita dan anak-anak yang tidak ditangani dengan baik.

Gejala demam berdarah yang muncul pada balita dan anak ada yang berlevel ringan hingga komplikasi. Gejala demam berdarah di level ringan berupa demam tanpa diikutin dengan gejala tertentu yang biasanya munculnya sekitar 4-7 hari setelah digigit nyamuk penyebab demam berdarah atau nyamuk Aedes aegypti.

Jika di level ringan ini, demam berdarah tak kunjung diobati, bisa muncul gejala demam berdarah berikut ini:

  • Demam tinggi hingga mencapai 40 derajat celcius
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan pada kelenjar
  • Nyeri di bagian belakang mata
  • Nyeri pada tulang, otot, dan sendi
  • Bintik-bintik merah di beberapa bagian tertentu
  • Pada kondisi tertentu, gejala demam berdarah di level tinggi ini akan memicu sindrom syok dengue yang dapat mengancam nyawa karena rawan terjadi kebocoran pembuluh darah dan penurunan jumlah trombosit. Sindrom ini disertai dengan gejala demam berdarah seperti pendarahan di gusi dan hidung, sulit bernapas, lemah, muntah, keringat dingin, dan nyeri parah di bagian perut.

    Gejala demam berdarah pada remaja

    ilustrasi demam

    Ilustrasi demam Shutterstock/Ronald Sumners

    Remaja pun tak luput dari serangan demam berdarah. Apalagi jika tinggal di area dimana banyak nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Saat gigitan nyamuk menyerang tubuh, terjadi masa inkubasi selama 7-14 hari dan menimbulkan gejala demam berdarah berikut ini:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Tubuh lemas dan munculnya bintik-bintik merah
  • Nyeri di beberapa bagian tubuh seperti tulang, sendi, dan bagian belakang mata
  • Kesulitan untuk bernapas dengan lega
  • Gejala demam berdarah pada orang dewasa

    Meski dianggap memiliki sistem kekebalan tubuh yang tinggi, orang dewasa pun bisa terserang demam berdarah. Sebab gigitan nyamuk Aedes aegypti tak pandang bulu ketika menyerang.

    Sebenarnya ada 3 jenis demam dengue yang menjadi cikal bakal gejala demam berdarah.

    1. Gejala demam berdarah klasik

    Gejala demam berdarah klasik biasanya dimulai setelah masa inkubasi dari gigitan nyamuk yang terinfeksi berlangsung selama 4-7 hari. Gejala demam berdarah klasik ini meliputi:

  • Demam tinggi, hingga 40 derajat C
  • Sakit kepala parah
  • Nyeri pada retro-orbital (bagian belakang mata)
  • Nyeri otot dan sendi parah
  • Mual dan muntah
  • Ruam yang kemudian muncul di sekujur tubuh sekitar 3-4 hari setelah demam
  • 2. Gejala dengue hemorrhagic fever

    Gejala dengue hemorrhagic fever muncul saat gejala demam berdarah klasik berlanjut. Sehingga gejala dengue hemorrhagic fever ini sama dengan gejala demam berdarah klasik namun ditambah dengan kerusakan di pembuluh darah dan kelenjar getah bening serta pendarahan di gusi, hidung, atau bawah kulit yang menyebabkan memar. Jenis gejala ini bisa berlanjut pada kematian.

    3. Gejala dengue shock syndrome

    Gejala dari dengue shock syndrome bisa berlanjut menjadi jenis penyakit dengue yang paling parah. Gejalanya meliputi semua gejala demam berdarah klasik dan dengue hemorrhagic fever namun ditambah dengan pendarahan yang parah, kebocoran di luar pembuluh darah, hingga tekanan darah menjadi sangat rendah.

    Umumnya gejala ini muncul pada mereka yang mengalami infeksi dengue untuk kedua kalinya. Biasanya anak-anak yang paling sering mengalami jenis dengue yang ketiga ini.

    ilustrasi minum air

    Ilustrasi minum air BT.com

    Pertolongan dengue pertama

    Begitu gejala demam berdarah atau infeksi dengue muncul, tidak panik adalah hal yang harus kamu lakukan. Memang kamu perlu untuk mendapatkan pertolongan medis segera. Namun saat pertolongan medis itu belum kamu dapatkan, kamu bisa melakukan pertolongan dengue pertama kali dengan perawatan ringan berikut ini:

  • Minum banyak cairan, sebab saat suhu tubuh meningkat maka cairan tubuh akan berkurang banyak. Sehingga kamu harus banyak minum agar tidak mengalami dehidrasi.
  • Minumlah obat penurun demam dan bisa meringankan rasa sakit yang terjadi di sekujur tubuh karena infeksi dengue. Contohnya seperti Paracetamol. Namun hindari obat penghilang rasa sakit yang bisa meningkatkan risiko pendarahan seperti aspirin dan ibuprofen.
  • Lanjutkan dengan istirahat yang cukup.
  • Pertolongan pertama ini hanya dilakukan untuk meringankan rasa sakit yang kamu rasakan. Selanjutnya, pergilah ke rumah sakit untuk kemudian mendapatkan perawatan demam berdarah lebih lanjut yang meliputi pemeriksaan di laboratorium.

    (mdk/feb)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP
    Penyebab Kejang Demam pada Anak, Begini Cara Mengatasinya
    Penyebab Kejang Demam pada Anak, Begini Cara Mengatasinya

    Kejang demam pada anak adalah kondisi yang seringkali mengkhawatirkan bagi orangtua dan pengasuh.

    Baca Selengkapnya
    Mengenal Gejala Selesma pada Anak, Begini Cara Mencegahnya
    Mengenal Gejala Selesma pada Anak, Begini Cara Mencegahnya

    Gejala selesma pada anak biasanya meliputi bersin, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, hingga demam ringan. Namun kondisi ini bisa membaik dengan sendirinya.

    Baca Selengkapnya
    Deretan Jamu yang Baik Diminum untuk Anak, Mudah Ditemui dan Bisa Bantu Jaga Kesehatan
    Deretan Jamu yang Baik Diminum untuk Anak, Mudah Ditemui dan Bisa Bantu Jaga Kesehatan

    Sejumlah jenis jamu bisa dikonsumsi oleh anak-anak dan memiliki manfaat kesehatan setelah usia tertentu.

    Baca Selengkapnya
    Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
    video untuk kamu.
    SWIPE UP
    Untuk melanjutkan membaca.
    8 Cara Mencegah DBD pada Anak, Lakukan Sejak Dini
    8 Cara Mencegah DBD pada Anak, Lakukan Sejak Dini

    Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk melakukan pencegahan DBD.

    Baca Selengkapnya
    Gejala Bayi Tersedak dan Cara Menanganinya, Wajib Tahu
    Gejala Bayi Tersedak dan Cara Menanganinya, Wajib Tahu

    Mengenali gejala tersedak pada bayi sangat penting untuk memberikan tindakan cepat dan tepat guna.

    Baca Selengkapnya
    Tak Boleh Disepelekan, Waspadai Dampak Masalah Makan pada Anak
    Tak Boleh Disepelekan, Waspadai Dampak Masalah Makan pada Anak

    Keengganan anak untuk makan bisa disebabkan oleh sejumlah hal dan perlu diperhatikan dengan serius agar tak berlarut.

    Baca Selengkapnya
    Penyebab Anak Terlambat Bicara, Kenali Ciri-Cirinya
    Penyebab Anak Terlambat Bicara, Kenali Ciri-Cirinya

    Keterlambatan bicara pada anak dapat dapat menjadi sumber kekhawatiran bagi orang tua.

    Baca Selengkapnya
    Cara Mencegah dan Mengatasi Anak Rewel pada Perjalanan Darat dan Udara
    Cara Mencegah dan Mengatasi Anak Rewel pada Perjalanan Darat dan Udara

    Pada musim liburan, banyak orangtua mengajak anak mereka untuk berlibur. Dalam perjalanan, tak jarang anak mengalami rewel. Begini cara menenangkannya.

    Baca Selengkapnya
    Tumbuh Gigi Bisa Menyebabkan Munculnya Demam pada Anak
    Tumbuh Gigi Bisa Menyebabkan Munculnya Demam pada Anak

    Sejumlah kondisi kesehatan bisa menyebabkan demam pada anak, salah satunya adalah kondisi tumbuh gigi.

    Baca Selengkapnya