Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Edukasi dini stop generasi stunting di Indonesia

Edukasi dini stop generasi stunting di Indonesia Edukasi dini stop generasi stunting di Indonesia. ©shutterstock

Merdeka.com - Kebutuhan gizi seimbang menjadi hal yang penting untuk membangun generasi Indonesia yang cerdas, tinggi, dan berprestasti. Sayangnya, hal ini masih belum sepenuhnya menjadi perhatian utama. Faktanya, masih banyak balita yang belum terbebas dari masalah gizi kronis. Salah satunya adalah stunting atau yang biasa disebut juga sebagai balita pendek. Sejauh apa fenomena stunting yang terjadi di tanah air? Simak dulu beberapa informasinya di sini, yuk!

Mengenal Istilah Stunting

Dilansir dari jurnal SITUASI BALITA PENDEK yang dipublikasikan oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI tahun 2016, stunting merujuk pada balita pendek yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi seimbang dalam waktu lama. Status balita pendek ini bisa diketahui jika sudah diukur panjang atau tinggi badannya, lalu dibandingkan dengan standar yang ada. Jika hasilnya di bawah normal, ada kemungkinan sang anak mengalami kondisi stunting.

Fakta yang mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat adalah bahwa stunting bisa mulai terjadi sejak bayi masih di dalam kandungan. Data ini disampaikan oleh Millenium Challenge Account Indonesia (MCA-I) lewat jurnalnya yang berjudul STUNTING DAN MASA DEPAN INDONESIA. Awalnya, bayi mungkin tampak baik-baik saja, tapi sebenarnya dia mengalami masalah gizi kronis. Kondisi stunting ini sendiri baru bisa dideteksi saat anak menginjak usia 2 tahun. Tak hanya mempengaruhi perkembangan fisik, stunting juga bisa menyebabkan berkurangnya perkembangan kognitif yang nantinya dapat menurunkan tingkat kecerdasan dan menghambat anak untuk berprestasi.

Riset Kesehatan Dasar 2013 menemukan angka stunting di Indonesia sudah mencapai 37,2%. Hal ini berarti jumlah anak di Indonesia yang mengalami pertumbuhan tak maksimal adalah sekitar 8,9 juta. Angka ini juga terus meningkat setiap tahunnya yang membuat prevalensi stunting di tanah air lebih tinggi dari negara lain di Asia Tenggara.

Mencegah Terjadinya Stunting Sejak Dalam Kandungan

Stunting menjadi salah satu kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan di Indonesia. Meski demikian, upaya pencegahan stunting sebenarnya bisa dilakukan sejak bayi dalam kandungan. Dalam jurnal yang sama, Kementerian Kesehatan menyarankan agar ibu hamil melakukan perbaikan gizi untuk mencegah janinnya mengalami stunting.

Jika ibu hamil mengalami kondisi tubuh yang sangat kurus, disarankan untuk memberikan makanan tambahan kepada mereka. Ibu hamil juga perlu mengonsumsi tablet penambah darah, minimal 90 tablet selama kehamilan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Memperhatikan Gizi Seimbang Pada Masa Perkembangan Bayi

Sementara itu, mencegah stunting pada bayi baru lahir bisa dilakukan dengan asupan ASI eksklusif hingga usianya mencapai 6 bulan. Jika bayi sudah berusia 6 bulan, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) juga disarankan yang memiliki kandungan gizi seimbang. Pemberian ASI juga harus tetap dilakukan hingga anak berusia 2 tahun. Jangan lupa agar bayi dan anak mendapatkan asupan kapsul vitamin A dan imunisasi dasar lengkap.

Ibu juga perlu memantau perkembangan bayi secara teratur. Membawa bayi ke posyandu adalah langkah yang tepat untuk mendeteksi jika ada gangguan pertumbuhan. Jadi, orang tua bisa segera menemukan upaya penanganan untuk mengatasi masalah tersebut.

Gaya Hidup yang Perlu Diterapkan untuk Stop Stunting

Menerapkan gaya hidup dengan gizi seimbang adalah hal yang penting untuk mencegah generasi stunting di Indonesia. Makanan bergizi seimbang adalah yang memenuhi komposisi pas untuk kebutuhan nutrisi sehari-hari, yaitu terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Selain memperhatikan komposisi makanan, kamu juga perlu menerapkan gaya hidup pendukung lainnya agar tetap sehat dan mencegah stunting. Misalnya saja dengan menerapkan perilaku hidup bersih lewat menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Dalam jurnal yang dipubliksasikan oleh MCA-I, kebersihan lingkungan sangat berpengaruh pada kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak. Bayi di bawah usia 2 tahun rentan terserang berbagai infeksi dan penyakit. Selain itu, kebiasaan olahraga secara rutin dan memantau kondisi tubuh sendiri adalah salah satu langkah stop stunting yang bisa dilakukan generasi muda.

Menjadi generasi yang #SadarStunting sangat penting untuk membangun kesehatan bangsa yang lebih baik. Lewat memperhatikan asupan gizi seimbang sehari-hari, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, hingga olahraga secara teratur, kamu bisa membantu mewujudkan generasi bangsa yang cerdas, tinggi, dan berprestasi. Saatnya stop generasi stunting di Indonesia mulai sekarang! Terapkan #SadarStunting!

Artikel ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

edukasi dini stop generasi stunting di indonesia (mdk/ayu)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP