Depresi hingga keguguran, efek buruk 'bergantung' pada pain killers

Senin, 23 November 2015 07:02 Reporter : Febrianti Diah Kusumaningrum
Depresi hingga keguguran, efek buruk 'bergantung' pada pain killers Ilustrasi obat. Shutterstock/JENG_NIAMWHAN

Merdeka.com - Saat rasa sakit datang pada tubuh dan terkadang menjadi tidak tertahankan, Anda memilih untuk mengonsumsi obat pain killers atau pembunuh rasa sakit. Hal ini disebabkan karena Anda sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit yang timbul.

Kemudian hal ini berlanjut terus hingga setiap kali Anda mengeluh kesakitan, Anda mengonsumsi pain killers. Lama-kelamaan hal ini pun menjadi kebiasaan yang membahayakan. Sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa mengonsumsi pain killers berlebihan malah bisa menurunkan kondisi tubuh Anda. Dilansir dari boldsky.com, berikut adalah efek buruk dari konsumsi pain killers secara berlebihan.

Iritasi lambung

Salah satu efek samping yang paling umum dari konsumsi pain killers berlebihan adalah iritasi lambung, terutama jika Anda mengonsumsi dalam keadaan perut masih kosong. Kemudian iritasi lambung ini akan berakhir dengan Anda muntah karena hyperacidity atau kelebihan asam lambung.

Kerusakan lever

Obat penghilang rasa sakit terutama parasetamol mampu menyebabkan kerusakan pada hati. Hal ini disebabkan karena peroksida yang dibentuk oleh metabolisme parasetamol tubuh bisa menjadi racun bagi hati. Agar bahaya ini tidak terjadi, Anda harus membatasi konsumsi parasetamol maksimal 500mg per hari.

Kerusakan lapisan perut

Obat penghilang rasa sakir seperti ibuprofen, aspirin, dan naproxen bisa menyebabkan iritasi dan kerusakan lapisan dalam perut. Kemudian saat lapisan dalam perut Anda rusak, maka akan timbul benjolan seperti bisul dan pendarahan lambung.

Memperburuk depresi

Obat penghilang rasa sakit ternyata mampu memperburuk depresi yang terjadi. Oleh karena itu orang yang sedang stres atau depresi dini, sebaiknya menghindari konsumsi obat pain killers.

Gagal ginjal

Obat-obatan seperti ibuprofen dan naproxen ternyata dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan gagal ginjal terutama bagi mereka yang memiliki diabetes dan tekanan darah tinggi.

Keguguran

Ibu hamil sebaiknya tidak terlalu sering mengonsumsi obat penghilang rasa sakit terutama jika usia kandungan mereka masih terlalu dini. Sebab salah satu penelitian menunjukkan bahwa obat penghilang rasa sakit mampu mengganggu hormon selama kehamilan yang mampu menginduksi terjadinya keguguran secara dini.

Pendarahan dalam

Obat seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen memiliki manfaat untuk mengencerkan pembekuan darah pada pasien penyakit jantung. Namun jika terlalu banyak ternyata bisa menyebabkan pendarah dalam tubuh.

Dari depresi hingga iritasi lambung, itulah efek buruk dari konsumsi obat pain killers atau penghilang rasa sakit secara berlebihan. Untuk itu, sebaiknya Anda tidak memiliki kebiasaan untuk mengonsumsi obat ini secara sering. Selain dapat menimbulkan bahaya di atas, tubuh Anda pun akan menciptakan efek toleransi dari obat jenis ini.

[feb]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini