Berjalan Kaki Tanpa Alas Kaki Juga Bisa Munculkan Bahaya Berikut Ini

Rabu, 3 April 2019 13:11 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Berjalan Kaki Tanpa Alas Kaki Juga Bisa Munculkan Bahaya Berikut Ini Ilustrasi telanjang kaki. Shutterstock/Viktoria Minkova

Merdeka.com - Berjalan kaki tanpa alas kaki dipercaya memiliki sejumlah manfaat kesehatan bagi tubuh. Namun tetap hal tersebut tidak boleh dilakukan secara berlebihan dan pada kondisi tertentu karena dapat menyebabkan masalah.

Perlu diketahui bahwa di telapak kaki terdapat kulit, otot, jaringan ikat serta tulang dan saraf. Semakin banyak berjalan tanpa memakai alas kaki, maka kulit akan semakin tebal.

"Biasanya dikenal dengan istilah kapalan. Tujuannya adalah untuk melindungi jaringan ikat, sendi serta saraf di dalamnya. Namun jika terjadi penebalan di dalam justru bisa menimbulkan rasa sakit," ujar Manfaluthy Hakim, Dokter Spesialis Saraf di Jakarta.

Permukaan tanah yang kasar begitu juga dengan batuan tajam berisiko menyebabkan disfungsi saraf tepi atau neuropati. Rasa kebas dan kesemutan menjadi tanda awal dari penyakit tersebut.

Sangat disarankan untuk membatasi berjalan tanpa memakai alas kaki. Terutama pada saat berolahraga dengan medan yang berat seperti aspal dan tanah batuan agar tidak memicu cidera tendon, sendi, tulang serta saraf.

"Neuropati yang sudah akut menyebakan rusaknya sistem sensori. Pasien mulai tidak bisa merasakan bahwa lantai itu licin. Akibatnya posisi kaki yang harusnya mencengkram jadi lurus saja sehingga jalan menjadi tidak nyaman dan berisiko terpeleset," ujarnya.

Selain itu, neuropati yang dibiarkan dalam kurun waktu lama akan mematikan saraf secara permanen. Selain kehilangan kemampuan untuk merasa, kaki juga bisa mengecil dan kehilangan fungsi motorik.

Reporter: Annisa Mutiara Asharini
Sumber: Dream.co.id [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini