Benarkah tato bikin orang lebih agresif?
Merdeka.com - Tato atau seni merajah tubuh menjadi hal yang tidak lagi tabu saat ini. Atas nama seni dan lambang ekspresi diri, banyak orang yang berani untuk merajah tubuhnya dengan gambar yang mereka sukai. Tak hanya pria, para wanita pun saat ini juga berani untuk memasang tato.
Terlepas dari seni dan segala macamnya, sebuah penelitian yang dilansir dari dailymail.co.uk mengatakan bahwa orang yang bertato cenderung untuk lebih agresif. Selain itu mereka yang bertato juga lebih defensif. Benarkah demikian?
"Penelitian kami menemukan bahwa orang dewasa yang memiliki tato cenderung memiliki jiwa menjadi pemberontak yang lebih tinggi di dalam dirinya dibandingkan dengan mereka yang tidak. Mereka yang bertato akan jadi lebih reaktif dan seakan 'menantang' segala macam pandangan yang tertuju pada mereka," ungkap Professor Viren Swami dari Anglia Ruskin University.
"Kesimpulan kami adalah mereka yang berjiwa pemberontak dan bereaksi tinggi disebabkan karena mereka seringkali memiliki pendapat berbeda dari orang kebanyakan. Karena seringnya tertimpa dengan stigma ini, mereka pun jadi lebih reaktif dan agresif," lanjutnya. "Selain hal tersebut, temuan ini pun didukung dengan serangkaian tes yang kami lakukan pada orang bertato dan kami menemukan bahwa tato membuat indikator tentang agresivitas jadi naik sekitar 2 tingkat."
"Kabar baiknya, meskipun orang bertato lebih agresif namun kami menemukan bahwa mereka jarang sekali melakukan interaksi fisik dengan orang lain. Bentuk pemberontakan mereka sebenarnya lebih condong ke arah pemikiran," terang penelitian yang juga diterbitkan dalam jurnal Body Image ini.
Well, apakah Anda sendiri setuju dengan hal tersebut?
(mdk/feb)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya