Benarkah hamil di usia 50 tahun berbahaya?

Kamis, 17 November 2016 00:40 Reporter : Yoga Tri Priyanto
Benarkah hamil di usia 50 tahun berbahaya? hamil di usia tua. © boldsky.com

Merdeka.com - Anda mungkin pernah melihat seorang wanita paruh baya tengah hamil. Lantas amankah jika hamil di usia tua? Bagaimana dengan kondisi sang ibu dan calon bayi yang dikandungnya?

Nah, itulah yang akan kita bahas di sini.

Pada umumnya, setelah usia 42 tahun, kualitas telur akan menurun dan membuat wanita sulit hamil. Namun jumlah telur bisa juga menurun drastis ketika berada di usia 47 tahun. Beberapa metode menggunakan donasi telur dan vitro fertilisasi biasanya dapat membantu wanita hamil meski di usia 50 tahun.

Jadi, amankah wanita hamil di usia 50 tahun?

Pada dasarnya, penggunaan donasi telur memiliki risiko tertentu. Misalnya saja hipertensi dan diabetes yang tidak dapat dikesampingkan. Selain itu, ada juga kemungkinan cacat lahir bagi si jabang bayi dan kelahiran prematur. Selain itu, keterlambatan pertumbuhan bayi juga dapat terjadi.

Wanita yang berumur di atas 50 tahun akan kesulitan membawa rahim berisi janin ketimbang wanita yang lebih muda. Risiko kelainan genetik tentu tidak dapat dianggap sepele, bahkan untuk wanita yang berusia 45 tahun.

Jika Anda berusia 50 tahun dan tetap ingin hamil, lantas bagaimana?

Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui segala jenis risiko dan kekhawatiran hamil di usia tersebut. Dokter mungkin akan merekomendasikan tes untuk menganalisis fungsi ovarium dan tuba falopi. Juga, kualitas telur akan dianalisis. Akan tetapi Anda pun juga harus terbebas dari beberapa penyakit, seperti anemia, masalah kardiovaskular, diabetes, dan juga tekanan darah tinggi. [ega]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini