Bayi yang Lahir dari Ibu Usia Tua Lebih Berisiko Alami Masalah Jantung

Senin, 2 Desember 2019 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Bayi yang Lahir dari Ibu Usia Tua Lebih Berisiko Alami Masalah Jantung Ilustrasi ibu hamil. ©Shutterstock.com/Twonix Studio

Merdeka.com - Kondisi kesehatan serta risiko yang dimiliki seorang anak bisa sangat ditentukan dari kondisi mereka ketika berada dalam kandungan. Salah satu hal yang ternyata sangat berpengaruh adalah usia seorang ibu ketika mengandung.

Seorang wanita yang hamil di usia tua biasanya mengalami perubahan di plasenta. Hal ini bisa membuat bayi yang dikandung lebih rentan mengalami masalah jantung ketika dewasa.

Dilansir dari The Health Site, penelitian terbaru mengungkap bahwa perubahan di plasenta ibu usia tua yang hamil berujung pada tingginya kemungkinan masalah kesehatan pada anak laki-lakinya. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada jurnal Scientific Reports.

Pada ibu usia tua, baik janin laki-laki maupun perempuan tidak tumbuh sebesar biasanya. Namun pada perkembangan plasenta dan fungsi, terdapat perubahan yang terjadi berdasar jenis kelamin. Hal ini memainkan peran penting pada risiko meningkatnya masalah jantung dan tekanan darah tinggi pada anak laki-laki.

Wanita di atas usia 35 tahun tergolong berada pada usia kehamilan lanjut. Pada penelitian ini, dilihat bagaimana plasenta dari janin perempuan menunjukkan perubahan struktur dan fungsi yang bisa memaksimalkan dukungan terhadap pertumbuhan janin.

1 dari 1 halaman

Terdapat Perbedaan Efek pada Jenis Kelamin Janin yang Dikandung

Diketahui bahwa plasenta memberi dukungan lebih baik pada janin anak perempuan dibanding pada usia muda. Walau begitu, pada janin anak laki-laki, plasenta menunjukkan perubahan yang bisa membatasi pertumbuhan janin terutama pada usia tua.

Kehamilan pada ibu usia tua berhubungan dengan meningkatnya risiko komplikasi baik pada ibu dan bayi. Hal ini bisa menyebabkan preeklampsia, meningkatnya tekanan darah saat kehamilan, diabetes gestational, kematian saat lahir, serta berhentinya pertumbuhan janin.

Penelitian ini mengungkap bahwa usia kehamilan tua menurunkan efisiensi plasenta baik pada janin pria dan wanita. Hal ini mempengaruhi struktur dan fungsi plasenta lebih lanjut pada janin pria, menurunkan kemampuannya untuk pertumbuhan janin tersebut. [RWP]

Baca juga:
Waspadai Diabetes saat Hamil Karena Bisa Sebabkan Kelahiran Prematur
Mengungkap Mitos, Benarkah Konsumsi Nanas Bisa Sebabkan Keguguran?
Kehamilan Bisa Timbulkan Efek Setara Penuaan pada Wanita
Morning Sick Parah yang Dialami Ibu Hamil Bisa Sebabkan Masalah Autisme pada Anak
Hindari Anemia pada Ibu Hamil dengan Perbaiki Asupan Nutrisi yang Dimiliki

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini