Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Fakta tentang 'vampirisme,' kondisi manusia ingin minum darah

5 Fakta tentang 'vampirisme,' kondisi manusia ingin minum darah Ilustrasi Vampir modern. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Dalam kisah-kisah vampir yang sering digambarkan dalam berbagai media, seringkali seorang vampir adalah orang yang hobi mengonsumsi darah, dan dia pergi ke setiap penjuru kota untuk meneror masyarakat. Hal ini memang fiksi, namun ternyata ada sebuah kondisi di mana seseorang akan menjadi vampir. Tentu orang-orang ini tak akan jadi penjahat yang berkeliaran untuk cari darah segar.

Meski hal ini adalah sebuah hal yang 'unik,' seseorang yang 'menikmati' minum darah, ternyata berbentuk normal-normal saja. Tidak perlu membayangkan sosok mengerikan layaknya drakula yang berwajah 'psikopat,' karena orang biasa pun bisa jadi punya kondisi seperti ini. Mungkin tetangga Anda yang berwajah keseharian berperilaku kalem, bisa jadi adalah seorang peminum darah.

Apa saja fakta di balik kecenderungan seseorang untuk meminum darah, dan apa saja penyebab dan dampaknya? Mari kita simak penjabarannya dalam uraian berikut ini.

Asal usul istilah vampirisme

istilah vampirismeRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Jika Anda mengira meminum darah adalah hal yang gila, well, hal ini ada istilah medisnya. Clinical vampirism, atau Renfield Syndrome, adalah sebutan bagi obsesi seseorang terhadap minum darah. Awalnya, vampirisme muncul di berbagai literatur psikiatri, di mana dijabarkan kalau hal ini diasosiasikan dengan kepuasan seksual. Bahkan kajian ini sudah ada sejak 1892, di mana publikasi medis tentang vampirisme sudah muncul di berbagai literatur psikiatri forensik.

Sementara istilah Renfield syndrome yang juga mendefinisikan 'keanehan' ini, ternyata diambil dari karakter fiksi dari novel "Dracula" karya Bram Stoker. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Richard Noll, yang merupakan seorang psikolog klinis yang menulis sebuah buku dan meletakkan istilah 'Renfield syndrome' di bukunya. Istilah ini diakui oleh dunia pskiatri yang telah memperbarui klasifikasi statistik manual dan diagnosis dari berbagai penyakit metal atau disebut DSM.

Uniknya, istilah Renfield syndrome justru lebih sering muncul di budaya pop ketimbang di dunia nyata. Di acara televisi, film, kisah novel, video maupun media lain.

Banyak juga yang mempertanyakan adanya diagnosa dan klasifikasi dari vampirisme ini. Hal ini dikarenakan terlalu sedikitnya kasus yang naik ke permukaan. Kasus yang naik kebanyakan adalah aksi minum darah dalam hal supranatural.

Vampirisme bukan hal supranatural

hal supranaturalRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Mungkin ini adalah kejadian yang aneh, namun dilansir dari Medical Daily yang melansir The Washington Post, terdapat 5.000 orang 'vampir' di setiap kota besar yang ada di Amerika Serikat. Jika diklasifikasi, mereka adalah remaja-remaja yang sadang mengalami masa puber, di mana keinginan mereka adalah meminum darah.

Masa puber memang mengejutkan, namun minum darah adalah hal yang sangat jauh dari pikiran masyarakat tentang puber. Namun hal ini bisa dijelaskan oleh Dr. John Edgar Browning, seorang peneliti dari Georgia Institute of Technology yang menginvestigasi sendiri soal vampirisme. Sang dokter dalam studinya yang dihelat tahun 2015, bahkan mendatangi sebuah komunitas vampir di New Orleans dan Buffalo Amerika Serikat. Jika Anda membayangkan bahwa komunitas vampir ini adalah orang-orang yang mengerikan, Anda salah. Karena menurut sang dokter, komunitas ini jauh dari praktik supranatural.

Menurut Dr Browning, para anggotanya adalah remaja yang sedang puber, di mana mereka sedang merasa kurang berenergi. Dan entah mengapa ketika mereka mengonsumsi darah, mereka merasa kembali sehat.

Menurut analisis sang dokter, para peminum 'vampir modern' ini memiliki sebuah penyakit misterius yang obatnya adalah darah. Tanpa meminum darah, mereka akan lemah, susah berjalan, pusing, bahkan kesakitan di berbagai titik di tubuhnya.

Penjelasan medis tentang vampirisme

tentang vampirismeRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Hingga detik ini, belum ada bukti medis atau penjelasan yang tepat untuk vampirisme, meskipun sudah berabad-abad dunia medis mengenal hal ini.

Awalnya, para dokter memiliki teori tentang vampirisme, yakni ada kemungkinan vampirisme punya hubungan erat dengan penyakit tubercolosis. Hal ini disimpulkan secara dangkal karena pasien TBC seringkali batuk darah, dan hal ini menunjukkan bahwa darah telah jadi bagian dari pencernaan penderitanya. Teori lain datang dari seorang peneliti bernama Nick Lane yang memperkirakan bahwa penderita porphyria, yakni sebuah penyakit langka terkait kondisi hemoglobin aneh dalam darah yang membuat penderitanya tak bisa berada terpapar sinar matahari, membuat penderitanya ingin minum darah di malam harinya.

Meski belum ada penjelasan empiris tentang hal ini, gejala dan 'hausnya' penderita vampirisme akan darah, sudah jadi bukti tersendiri bahwa penyakit ini nyata.

'Vampir modern' ini ada dan butuh pertolongan

ini ada dan butuh pertolonganRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Meski tak pernah terekspos, mereka ada dan membutuhkan pertolongan secara medis. Pada dasarnya mereka bukan ingin minum darah, tapi tidak bisa jika tidak. Seperti dikutip The Daily Beast, seorang vampir bernama alias Merticus menyatakan bahwa dia akan merasa lesu, sakit-sakitan, depresi, dan merasa tidak nyaman setiap saat.

Selain itu seorang vampir lain dengan nama alias CJ, mengungkapkan pada BBC bahwa pada kondisi tertentu perutnya akan sakit. Jika nyeri di perutnya terjadi, hal tersebut hanya bisa disembuhkan dengan 7 sloki hingga satu cangkir darah.

Dr. Browning bahkan pernah mengungkapkan cerita tentang vampir yang dia teliti kepada The Washington Post, yang akhirnya harus menginap di rumah sakit karena tidak dapat darah yang dibutuhkannya. Dia seketika sembuh pasca sang suami akhirnya rela memberikan beberapa bagian dari darahnya untuk diminum sang istri.

Menurut Dr. Browning, para vampir mendapatkan suplai darah yang dibutuhkannya melalui para pendonor yang benar-benar memahami kondisi mereka bagaimana. Seluruh anggota komunitas vampir ini pasti sudah pernah memeriksakan diri ke dokter, namun mereka selalu mendapat hasil yang sama: tidak ada kondisi atau keanehan yang ditemukan.

Resiko medis dari mengonsumsi darah

dari mengonsumsi darahRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Meminum darah sendiri sebenarnya sudah melanggar berbagai norma. Tak hanya itu, ternyata resiko medis juga akan dipanggul oleh para vampir.

Pertama, manusia tak seharusnya meminum darah. Dilansir dari Live Science, meminum darah mungkin tak berbahaya jika dalam kuantitas kecil, namun jika banyak, darah sifatnya beracun.

Hal ini dikarenakan darah sangat tinggi dalam zat besi. Memang zat besi baik bagi tubuh, tapi tubuh tak bisa menyaring zat besi yang berlebih. Kondisi di mana tubuh mengandung terlalu banyak zat besi dinamakan haemochromatosis. Kondisi ini menyebabkan berbagai penyakit serius seperti dehidrasi, kelebihan cairan di paru-paru, kerusakan hati, hingga kematian.

Tak hanya tekstur darah dan kandungannya yang berpotensi berbahaya bagi tubuh, ternyata bakteri patogen seringkali terdapat pada darah, bisa jadi sesuatu yang bahaya untuk tubuh vampir. Menurut National Institutes of Health, mengonsumsi darah dapat meningkatkan resiko Hepatitis B dan C, serta sebuah virus berbahaya bernama Creutzfeld-Jakob, yang merupakan versi manusia dari penyakit sapi gila. Belum lagi penyakit HIV yang memang transmisinya melalui darah.

Namun semua resiko penyakit ini telah diantisipasi oleh para anggota di komunitas vampir. Mereka memproteksi kesehatan mereka dengan berbagai cara. Pertama dengan memeriksa kondisi pendonornya, agar tidak terjadi transmisi bakteri patogen di antara mereka. Dr. Browning juga menyatakan bahwa meski mereka meminum darah, mereka sama sekali tak pernah minum terlalu banyak darah. Mereka hanya meminum secukupnya.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP