Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang sederhana. Bahkan Dia memiliki sikap Zuhud atau tidak mementingkan urusan yang bersifat duniawi.Seperti yang dikisahkan dalam buku Percikan Kisah Nabi Muhammad SAW ditulis Line Production, Rasulullah menolak diberi hadiah kasur sutera oleh wanita kaum Anshar.Kala itu, ada seorang wanita kaum Anshar berkunjung ke rumah Rasulullah di Madinah. Kebetulan Rasulullah tidak berada di rumah. Wanita Anshar itu bertemu dengan istri Rasulullah, Aisyah. Tanpa sengaja wanita tersebut melihat tempat tidur Rasulullah. "Ya Allah," pekik wanita Anshar itu sangat terkejut. "Seperti itu kah kasur Rasulullah?," gumamnya pada diri sendiri."Ada apa?," tanya Aisyah. "Apakah Rasulullah tidur di atas kasur seperti itu?,"
"Iya,"jawab Aisyah.Wanita Anshar itu baru mengetahui bahwa Nabi yang diagungkannya tidur di atas anyaman pelepah daun kurma yang dibentangkan di atas lantai. Wanita itu terharu dengan kehidupan Nabi seperti itu. Karena tidur di tempat tersebut jelas keras dan menimbulkan bekas di kulit tubuh.Wanita Anshar kemudian bergegas pulang. Dia memerintahkan anak buahnya untuk membawa kasur sutra ke rumah Rasulullah menggantikan kasur pelepah daun kaun kurma.Ketika Rasulullah pulang, beliau melihat kasur sutra terbentang di kamarnya. Beliau terkejut dan bergegas menanyakan hal tersebut kepada Aisyah."Aisyah, dari mana memperoleh kasur sebagus dan semahal ini?," seru Rasulullah.
"Seorang wanita Anshar menghadiahkannya untuk Engkau, ya Rasulullah,"jawab Aisyah.
"Apa? Tidak. Aku tidak terima, Aisyah. Kembalikan kasur itu,".
"Dikembalikan?," tanya Asiyah tidak percaya.
"Ya. Demi Allah, seandainya aku mau, Allah akan menjadikan gunung-gunung emas dan perak untukku,".Setelah diperintah Rasulullah, Aisyah kemudian mengembalikan kasur itu kepada pengirimnya. Dia meminta maaf karena Rasulullah menolak pemberian tersebut. Aisyah menjelaskan, bukan Rasulullah tidak suka melainkan beliau lebih memilih tidur di atas pelepah kurma.Jangankan kasur sutra, seandainya Rasulullah mau, Allah akan menciptakan gunung emas dan perak untuknya. Namun, Rasulullah lebih memilih hidup sederhana lantaran tak mau dikuasai oleh urusan dunia.