Menikmati 'Nasi Jaha', sajian warga Minahasa sambut Idul Fitri

Setelah masak, nasi jaha akan disantap bersama oleh para perantau yang pulang dan masyarakat setempat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menikmati 'Nasi Jaha', sajian warga Minahasa sambut Idul Fitri
nasi jaha khas minahasa. ©2014 merdeka.com/tommy a lasut

Indonesia dikenal memiliki beragam makanan khas yang sangat menarik untuk dicoba. Salah satunya tradisi Binarundak bagi warga Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.Tradisi Binarundak adalah makan 'Nasi Jaha' secara massal yang dilakukan secara turun-temurun warga Bolaang. Binarundak akan dilakukan beberapa hari menjelang Idul Fitri. Nasi bambu atau dikenal dengan sebutan 'Nasi Jaha' oleh warga Minahasa merupakan penganan khas yang 'wajib' saat perayaan Pengucapan syukur di Minahasa, Sulawesi Utara. Pengucapan syukur merupakan tradisi tahunan yang dijaga turun temurun oleh warga Minahasa sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan atas berkat yang diberikan dalam bentuk hasil panen. Cara masaknya yang masih tradisional yaitu dengan memasukkan bahan nasi dalam batang bambu berlapis daun pisang dan dibakar menggunakan serabut kelapa. Membuat makanan ini serasa masih begitu kental budayanya.Setelah masak, nasi jaha akan disantap bersama oleh para perantau yang pulang dan masyarakat setempat. Sambil menyantap nasi jaha, masyarakat di sana juga diiringi oleh musik rebana serta syair-syair pujian dan doa.Biasanya warga akan membakar nasi jaha di sepanjang jalan depan rumah mereka atau di tempat-tempat terbuka lainnya. Makanan ini menjadi pengganti ketupat ataupun buras yang kerap disantap oleh orang Sulawesi.Selain tradisi Binarundak, umat islam di Sulawesi Utara juga menggelar tradisi Lebaran Ketupat yang selalu dilaksanakan pada 7 Syawal atau seminggu setelah Idul Fitri.

Rekomendasi