Fatimah dan jabatan Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Fatimah dan Umar sama-sama tidak dapat berbahagia karena memegang amanah sebagai Khalifah.

Ahmad Baiquni
Oleh Ahmad Baiquni - Reporter
Fatimah dan jabatan Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Ilustrasi kepemimpinan. ©Shutterstock/Ivelin Radkov

Umar bin Abdul Aziz memiliki pendamping bernama Fatimah. Dia merupakan putri dari keluarga besar Khalifah yang bergelimang harta. Namun demikian, dia memilih menikah dengan Umar bin Abdul Aziz yang terkenal sangat sederhana. Saat diangkat menjadi Khalifah, Umar berkata kepada istrinya. "Wahai istriku, kini aku telah diangkat sebagai Amirul mukminin. Aku sangat khawatir berbuat durhaka kepada Tuhanku karena menyalahgunakan harta negara yang diamanahkan kepadaku. Tugas ini sangat berat dan pasti membebaniku," kata Umar.Umar kemudian memberikan kesempatan kepada istrinya untuk memilih apakah bersedia mendampinginya dengan kondisi penuh kesederhanaan ataukah memilih bercerai. Fatimah pun memilih tetap mendampingi sang suami.Fatimah ternyata memiliki pemikiran yang sama dengan Umar bin Abdul Aziz. Keduanya merasa tidak bisa bergembira atas amanat sebagai Khalifah yang dibebankan.Ketika perutnya kelaparan atau persendiannya gemetar karena kedinginan, dia selalu berucap, "Seandainya antara kami dan jabatan Khalifah berjarak sejauh timur dan barat. Karena, demi Allah kami tidak pernah bahagia sejak jabatan Khalifah masuk kepada kami."Fatimah menilai amanah yang dipegang Umar bin Abdul Aziz merupakan hal yang tidak ringan. Atas amanah itu, dia tidak pernah merasa nikmat, justru menjadi beban karena setiap hari terancam dengan laknat jika melakukan penyimpangan.

Rekomendasi