Merdeka.com tersedia di Google Play


Ini cara Sunan Gresik kenalkan Allah kepada masyarakat Hindu
Reporter : Moch. Andriansyah | Jumat, 3 Juli 2015 18:23




Ini cara Sunan Gresik kenalkan Allah kepada masyarakat Hindu
Makam sunan gresik. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketika mengenalkan Allah SWT kepada masyarakat Hindu, Syekh Maulana Malik Ibrahim alias Sunan Gresik alias Kakek Bantal, tidak mengenal Allah sebagai tuhan yang memberi nikmat dan azab.

Saat santri bertanya, "Siapa Allah itu?". Sunan Gresik menjawab dengan penjelasan mudah, yaitu "Yang dinamakan Allah itu, sesungguhnya yang diperlukan ada-Nya."

"Nya (Allah) adalah filsafat ketuhanan yang kerap disebut-sebut Syekh Maulana Malik Ibrahim untuk mengenalkan nama Allah kepada murid-muridnya," terang salah satu pengurus makam Sunan Gresik, di Gapura Sukolilo, Kecamatan Kota Gresik, Jawa Timur, Abdul Wahab kepada merdeka.com, Jumat (3/7).

Setelah Sunan Gresik mendalami adat istiadat, budaya dan karakter penduduk di Gresik selama dua tahun, pengikutnya terus bertambah. Saat banyak penduduk yang ingin belajar agama Islam kepadanya, beliau mendirikan Masjid Pasucinan, di Desa Pasucinan, Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

"Di pesantren, ketika ada muridnya bertanya masalah agama, Syekh Maulana Malik Ibrahim tidak menjawab dengan berbelit-belit, tapi dengan mudah dan gamblang sesuai pesan Nabi Muhammad SAW, yang menganjurkan Islam diajarkan secara mudah, bukan dipersulit, agama harus membuat gembira umat, bukan untuk menakut-nakuti," urai Wahab.

Selama berdakwah di Gresik, Sunan Gresik tidak hanya membimbing umat untuk mengenal dan mendalami Islam, melainkan juga memberi pengarahan agar tingkat kehidupan ekonomi rakyat menjadi lebih baik. Beliau pula yang mempunyai gagasan mengalirkan air dari gunung ke lahan pertanian penduduk, sehingga tanah-tanah menjadi subur dan rakyat menjadi makmur.

Saat mendapat hasil panen melimpah, Sunan Gresik mengajak para petani untuk bersyukur atas nikmat yang dianugerahkan Allah atas tanah-tanah yang subur di Gresik. Dengan perlahan tapi pasti, mulailah diajarkan tata cara bersyukur kepada Allah dengan cara salat lima waktu.

Sunan Gresik mendirikan surau atau musala yang disebutnya dengan langgar, asal kata dari sanggar tempat ibadah umat Hindu. Salat digantinya dengan sembahyang, agar mudah diingat.

"Jadi dalam dakwahnya, beliau tidak serta merta menghilangkan tradisi masyarakat Jawa secara frontal. Dibiarkan tradisi itu tetap berkembang, tapi ditambahi dengan unsur-unsur ajaran Islam," tandasnya.

[rep]



Komentar Anda


READ MORE


Back to the top

LATEST UPDATE