Yusril Minta Caleg PBB Beda Pilihan Capres Tak Saling Menyerang dan Mencaci Maki

Minggu, 27 Januari 2019 17:35 Reporter : Merdeka
Yusril Minta Caleg PBB Beda Pilihan Capres Tak Saling Menyerang dan Mencaci Maki Rakornas Partai Bulan Bintang. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, tidak mempersoalkan apabila ada kadernya berbeda pilihan dalam mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 17 April mendatang. Menurut Yusril, PBB memutuskan mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

"PBB putuskan memberikan dukungan politik ke pasangan Joko Widodo ( Jokowi)-Ma'ruf Amin. Tapi kalau ada beda pilihan dan dukungan tidak dipermasalahkan oleh PBB," kata Yusril, sebelum menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Mecure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (27/1).

Yusril menegaskan terkait 80 calon anggota legislatif Partai Bulan Bintang (PBB) yang mendeklarasikan diri mendukung capres-cawapres Prabowo Subianto- Sandiaga Uno di Pilpres 2019 merupakan pilihan pribadi.

"Jadi tidak ada istilahnya Gerakan Nasional Caleg PBB Poros Makkah atau lain-lainnya. Karena yang mengangkat orang menjadi caleg itu adalah partai. Bukan yang lain. Jadi keputusan udah diambil diharapkan semua taat pada putusan. Tapi kami tetap mentolerir beda pendapat di partai," jelas dia.

Yusril menuturkan tidak akan memberikan sanksi kepada caleg yang berbeda pilihan tersebut. Ia mengaku tetap hormati perbedaan pendapat. Asalkan, tidak saling mengusik.

"Enggak ada sanksi. Tapi baik-baiklah di partai jangan serang menyerang, caci maki, fitnah. Tidak sepantasnya hal itu dilakukan. Saya pikir mayoritas PBB diam dan sopan, tapi ada juga yang suaranya lantang," ucap dia.

Seperti diberitakan Antara, sebanyak 80 calon anggota legislatif Partai Bulan Bintang (PBB) yang tergabung dalam Gerakan Nasional Caleg PBB Poros Makkah mendeklarasikan diri mendukung capres-cawapres hasil ijtima ulama, yakni Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

"Kita berkumpul kembali di sini untuk membulatkan tekad dan niat caleg PBB untuk mendukung hasil ijtima ulama," kata Ketua Majelis Syuro PBB MS Ka'ban dalam sambutannya saat deklarasi akbar mendukung ijtima ulama, di Aula Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1) petang.

Dia mengatakan, para caleg PBB harus memahami bahwa perjuangan ini tidaklah mudah, oleh karenanya perlu bersatu padu untuk mendukung ijtima ulama, yakni mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

"Kekuatan caleg PBB dalam rangka mendukung ijtima ulama jangan pecah belah. Kalau kita terpecah, kekuatan kita melemah. Maka, wajar dan wajib hukumnya harus bersama dengan kekuatan Islam. Ini yang harus kita tekadkan," kata mantan Menteri Kehutanan ini.

Ka'ban mengaku telah mengonsolidasikan dukungan ini kepada semua anggota Majelis Syuro PBB dan semua secara bulat sepakat untuk mendukung penuh ijtima ulama. "Kami secara tertulis telah menegaskan kepada DPP PBB untuk mengikuti dan melaksanakan keputusan ijtima ulama. Saya harap, keputusan Rakornas PBB yang berlangsung pada 27 Januari 2019 sesuai dengan keputusan majelis syuro," katanya.

Dia meyakini 80 persen pengurus, baik di DPP, DPW dan DPC PBB sepakat untuk mengikuti ijtima ulama.

Ka'ban menambahkan, dewan dakwah yang merupakan tempat bernaung PBB mendukung hasil ijtima ulama. "Oleh karenanya, PBB wajib hukumnya bersama kekuatan Islam untuk mendukung ijtima ulama," tegasnya.

Dia menegaskan, tidak ada perpecahan di tubuh Partai Bulan Bintang, meski secara pribadi Yusril menjadi kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, sementara majelis syuro merekomendasikan mendukung Prabowo-Sandi. "Perbedaan pandangan di PBB merupakan hal biasa. Kita hidup dari segala perbedaan yang ada selama ini," katanya.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini