Putri kedua Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid akan mengumumkan pilihan politiknya pada hari Rabu (26/9) ini. Saat ini Yenny mengaku telah memiliki pilihan, namun masih menunggu hasil istikharah dari para kiai dan ulama.
Sebelum menetapkan pilihan ke kubu Jokowi-Ma'ruf atau Prabowo-Sandi, Yenny mempertimbangkan secara rasional dan spiritual. Proses itu telah ia lakukan sejak beberapa waktu lalu.
"Prosesnya dari kemarin-kemarin. Waktu itu saya menyatakan bahwa kami sedang meramu secara rasional maupun secara spiritual. Jadi secara rasional kita mengkaji dan kemudian ikut melihat, membaca visi misi yang dibawa para capres, itu yang kita olah," kata Yenny di Hotel Sari Pacific Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (24/9) sore.
Secara spiritual, Yenny mengatakan tengah menunggu petunjuk dari hasil salat istikharah sembilan kiai dan ulama. Petunjuk inilah yang kemudian akan dijadikan pertimbangan dalam memutuskan pilihan politiknya.
"Secara spiritual kita menunggu istikharah dari sembilan kiai dan ulama. Salah satunya adalah murid dari Syeikh Wahbah Zuhaili ulama dunia, almarhum. Tapi ini murid langsungnya. Itu yang menjadi salah satu dasar istikharah kami. Hasilnya seperti apa, inilah yang kemudian akan kita umumkan dalam dua hari ke depan," jelasnya.
Yenny mengatakan dirinya menjalin komunikasi cukup intens dengan kubu Prabowo-Sandi maupun Jokowi-Ma'ruf. Dia juga mengaku mengenal semua pihak yang tergabung dari dua kubu.
"Selama ini saya berkomunikasi intens dengan dua pasang calon. Sudah lama kenal kan dengan semuanya. Jadi kalau soal komunikasi itu sudah terjalin cukup lama, enggak sekarang-sekarang saja," ujarnya.
Banyak pihak menduga Yenny akan bergabung dengan Prabowo-Sandi karena di kubu Jokowi-Ma'ruf ada Cak Imin. Terkait ini, Yenny mengatakan keputusan politiknya tak pernah berkaitan dengan hubungannya dengan orang per orang.
"Saya tidak pernah mendasari sikap politik saya dari orang per orang, satu orang atau sikap pribadi saya dengan orang per orang. Tidak. Tapi pilihan ini atas dasar kepentingan bangsa yang saya maknai akan bisa dibawakan atau bisa diraih oleh kepemimpinan salah satu pasangan calon," jelasnya.
Yenny memilih tak bersikap netral karena posisi sebagai penyeimbang dilakukan ibunya, Sinta Nuriyah Wahid. Jika telah memutuskan sikap, Yenny akan nonaktif dari Wahid Foundation.
"Wahid Foundation tidak ikut politik. Jadi saya otomatis, ketika saya sudah memutuskan untuk aktif dalam politik saya harus non aktif dari Wahid Foundation. Itu sudah pasti. Itu aturan main dalam yayasan kami," tandasnya.