WNA Dibatasi Masuk, Anggota DPR Sebut Cegah Masalah Papua Diinternasionalisasi

Rabu, 4 September 2019 01:35 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
WNA Dibatasi Masuk, Anggota DPR Sebut Cegah Masalah Papua Diinternasionalisasi Andreas Hugo Pareira. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Anggota Komisi I Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira, menilai kebijakan pemerintah yang membatasi Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Papua tak ada salahnya dalam situasi sekarang. Menurutnya, situasi di Papua saat ini dimanfaatkan sebagian pihak hingga disoroti dunia internasional.

"Saya kira sebagai negara yang berdaulat kita bisa membatasi, enggak ada salahnya kita membatasi WNA yang ada di Papua selama mereka memberikan indikasi-indikasi bahwa keberadaan mereka itu justru untuk mengangkat dan menginternasionalisasi masalah Papua ini," kata Andreas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Andreas mengatakan, di luar negeri hanya mengetahui permasalahan Papua tentang isu rasisme dan diskriminasi. Padahal, persoalan sesungguhnya tidak seperti itu.

"Ini yang saya kira hal-hal yang menjadi tantangan buat kita untuk menyelesaikan masalah Papua ini. Kalau orang bicara di LN soal Papua, orang enggak akan terlalu peduli lagi. Tapi ketika bicara soal rasialis diskriminasi, itu yang jadi masalah," ungkapnya.

Lebih lanjut, Andreas meminta kepada pemerintah untuk bisa melakukan pendekatan-pendekatan secara kebudayaan dalam menangani permasalahan Papua.

"Saya kira hal-hal tindakan yang bertindak pidana kriminal harus ditindak tegas. Tetapi juga pemerintah dalam hal ini ya secepatnya menunjukkan kepada masyarakat bahwa pendekatan kebudayaan, penyelesaian masalah melalui pembangunan di Papua itu tetap harus berjalan. Karena prosesnya selama ini sudah berjalan baik," tandasnya.

Sebelumnya, Menkopolhukam Wiranto mengatakan, pemerintah membatasi akses masuk turis mancanegara ke Papua dan Papua Barat. Hal itu bertujuan guna keamanan usai demonstrasi yang berujung kerusuhan di sana.

Akses kedatangan orang asing ke Papua dan Papua Barat untuk sementara dibatasi hingga situasi keamanan kondusif. Menurut Wiranto, negara memiliki hak melakukan pembatasan kedatangan WNA dalam rangka keamanan nasional. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini