Wayan Koster-Cok Ace pimpin Bali, Hasto akan tari Kecak 3 jam pekan depan

Minggu, 21 Oktober 2018 19:34 Reporter : Moh. Kadafi
Wayan Koster-Cok Ace pimpin Bali, Hasto akan tari Kecak 3 jam pekan depan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di kantor DPD PDIP Bali. ©2017 Merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto segera melakukan nazarnya setelah pasangan I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace)jadi gubernur dan wagub Bali. Dia pernah janji akan menari kecak selama 3 jam jika Bali berhasil 'dimerahkan'.

"Apa yang saya ucapkan akan saya jalankan, iya tiga jam (menari Kecak). Dari Jakarta saya sudah pesan kepada rekan yang biasa mendekorasi acara-acara partai bernuansa kebudayaan Indonesia. Karena ini sangat dinamis bahwa bangsa ini harus bergerak terus menuju kemajuan Indonesia. Semangat Indonesia maju juga dari dinamikan tari Kecak," kata Hasto, saat ditemui usai rapat koordinasi di Kantor DPD PDIP Provinsi Bali, Minggu (21/10).

Hasto mengungkapkan akan menari Kecak pada hari Selasa pekan depan. Dia menjelaskan, tari Kecak bukan hanya menari saja namun harus disiapkan lahir batin.

"Nanti pas kampanye rapat umum, dan saya juga harus mempersiapkan lahir batin. Hari Selasa nanti akan mulai proses untuk itu. Karena, itu juga diperlukan sebuah landasan spritual yang baik untuk menari tarian Kecak itu, tidak sembarangan," tegas dia.

Sebelumnya, Dalam pembekalan kader partai se-Bali dalam rangka pilkada serentak 2018, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan kesiapannya untuk menari kecak 3 jam jika Bali berhasil 'dimerahkan'.

"Bali dikenal karena kebudayaannya. Seluruh ekspresi seni dan kebudayaan begitu indah dan dinamis. Sekiranya instruksi Ibu Megawati untuk memenangkan seluruh Bali berhasil diwujudkan, maka sebagai sekjen partai dan sebagai penghormatan terhadap kebudayaan Bali, saya siap menari kecak 3 jam," ujar Hasto dengan penuh semangat di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Minggu (5/2).

Hasto menegaskan bahwa Bali mampu membuktikan jati dirinya yang membumikan Pancasila dalam seluruh kehidupan. Nilai-nilai gotong royong bekerja dengan baik, dan di tengah dominasi kebudayaan asing, warga Bali tetap bangga dengan kebudayaannya.

"Bali yang merupakan basis kekuatan PDI Perjuangan harus terus menampilkan watak kebudayaan tersebut. Konsepsi dan nilai-nilai filsafat Tri Hitakarana sangatlah diperlukan untuk menjadikan seluruh alam raya hadir sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Keseimbangan alam raya harus kita jaga. Itulah watak politik yang membangun peradaban," kata Hasto. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini