Wasekjen PDIP Tak Bermaksud Seret Golkar Saat Sebut Soeharto Guru Korupsi

Sabtu, 1 Desember 2018 17:06 Reporter : Ahda Bayhaqi
Wasekjen PDIP Tak Bermaksud Seret Golkar Saat Sebut Soeharto Guru Korupsi soeharto. Life via thegossip-celebrity.blogspot.com

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengklarifikasi ucapannya yang menyebut Soeharto guru korupsi. Pernyataan tersebut bukan bermaksud menyinggung organisasi partai manapun, termasuk Partai Golkar yang identik dengan Soeharto.

Untuk diketahui, pernyataan Basarah memicu Ketua Pemenangan Golkar wilayah Sumatera, Indra Bambang Utoyo angkat bicara. Menurutnya, seharusnya Pilpres 2019 tidak masuk pada hal-hal seperti ini. Seharusnya, dalam berkampanye lebih baik yang bersifat menjual program.

"Saya tidak menyebut nama partai kecuali ada reaksi parpol yang menggugat saya. Dan saya pun menyebut posisi pak Harto sebagai mantan presiden Republik Indonesia. Jadi mantan pejabat publik. Tidak dalam posisi pribadi," kata Basarah saat konferensi pers di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12).

Basarah mengatakan kritikan terhadap presiden adalah wajar dan dilindungi undang-undang. Begitu juga dengan posisinya berbicara sebagai Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf.

"Jadi marilah kita berkontestasi dengan koridor hukum yang sudah disiapkan oleh negara. Semua tidak perlu terjadi aksi dan reaksi yang berlebihan," ucapnya.

Basarah mengeluarkan pendapatnya itu atas pernyataan capres Prabowo Subianto bahwa Indonesia dijangkiti korupsi stadium empat. Pernyataan itu dilontarkan dalam forum internasional di Singapura. Maka itu, Basarah berkomentar tegas terkait isu yang diangkat capres nomor urut 02.

Menurutnya, Soeharto jelas terlibat korupsi, kolusi, dan nepotisme selama menjadi penguasa. Hingga akhirnya diturunkan melalui gerakan reformasi karena KKN yang menjangkit Orde Baru. Sampai keluar TAP MPR Nomor XI Tahun 1998.

"Pak Prabowo pada waktu itu merupakan bagian dari sistem rezim Orde Baru bahkan beliau diduga juga mendapat keistimewaan sebagai menantu Pak Harto," kata Basarah.

Siap Dilaporkan

Basarah menyadari ucapannya membuat Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto menginstruksikan Laskar Berkarya untuk melapor ke pihak berwajib.

"Saya minta Laskar Berkarya sebagai sayap partai untuk menuntut. Karena faktanya tidak demikian," kata Tommy dalam sambutan pada pengukuhan DPP Laskar Berkarya di Bogor, Jumat (30/11).

Menurut Tommy, korupsi justru secara masif terjadi di era reformasi hingga sekarang ini. Hal itu dibuktikan dengan banyak para pelaku yang ditangkap dan dijebloskan ke penjara akibat terjerat kasus korupsi.

"Bahwa Orba dinyatakan KKN, biangnya KKN dan sebagainya. Tapi nyatanya, fakta hukumnya itu membuktikan bahwa selama reformasi ini sudah ratusan orang kena OTT (operasi tangkap tangan)," terang Tommy.

Basarah siap apabila Partai Berkarya, penerus trah Cendana, mempolisikan dirinya. Sebagai mantan aktivis 1998 hal itu tak menjadi kekhawatirannya.

Basarah tetap pada pendiriannya bahwa Soeharto cocok dinobatkan sebagai guru korupsi. Dia mencontohkan, jika mencari lewat Google, nama Soeharto disebut sebagai presiden terkorup.

"Namun, silakan kita buka kembali berbagai dokumen hukum dan politik serta banyaknya pernyataan serta berbagai opini dari para tokoh dan lembaga-lembaga di dalam negeri dan internasional yang telah membuat pernyataan Soeharto sebagai Presiden Koruptor," ucapnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Soeharto
  2. PDIP
  3. Partai Golkar
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini